Sunday, November 9, 2014

Ebook Soal hidup atau mati : pidato Presiden Soekarno..., pada waktu hendak meletakkan batu pertama dari pada Gedung Fakultas Pertanian di Bogor pada tanggal 17 April 1952 Online

Ebook Soal hidup atau mati : pidato Presiden Soekarno..., pada waktu hendak meletakkan batu pertama dari pada Gedung Fakultas Pertanian di Bogor pada tanggal 17 April 1952 Online

perpusnas.go.id
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku berjudul Soal hidup atau mati : pidato Presiden Soekarno..., pada waktu hendak meletakkan batu pertama dari pada Gedung Fakultas Pertanian di Bogor pada tanggal 17 April 1952 dalam format FlipBooks yang menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan buku digitalnya. Untuk baca buku langka lainnya Klik BL

Friday, November 7, 2014

Sekolah di Luar Negeri Antara Rugi dan Untung bagi Negara

Sekolah di Luar Negeri Antara Rugi dan Untung bagi Negara
doparenting.com
Ada yang menarik dari pertemuan bilateral pertama antara Presiden RkolI Joko Widodo atau Jokowi dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbot, sesaat setelah pelantikannya pada 20 Oktober 2014 lalu. Ada dua hal penting disampaikan PM Abbot selama pertemuan hanya selama 15 menit tersebut, yaitu tentang investasi dan pendidikan khususnya tentang pertukaran pelajar (student exchange). 

Mengapat isu pertukaran pelajar menjadi begitu penting sehingga harus dibawa ke pertemuan bilateral oleh kedua kepala pemerintahan tersebut? Australia memang berkeinginan mengirim lebih banyak lagi mahasiswanya ke Indonesia untuk belajar di dan/atau tentang Indonesia melalui program pertukaran pelajar. 

Australia sangat "sadar" dengan posisi strategis Indonesia baik secara politik, ekonomi maupun budaya. Maka, lebih banyak pelajar Australia mempunyai pengetahuan dan pengalaman tentang Indonesia akan lebih "menguntungkan" mereka. 

Lebih jauh lagi, Australia memandang pentingnya international student mobility sebagai salah satu kunci pengembangan sumber daya manusianya yang berwawasan global dan nantinya akan bermuara kepada perkembangan ekonomi negara. Pertanyaannya, sedemikian penting kah international student mobility? 

Gengsi 

China dan India tercatat sebagai negara dengan jumlah outbound international student mobility terbesar di dunia. Masing-masing mencatat jumlah hampir 700 ribu dan 200 ribu mahasiswa. Sebaliknya, baru sekitar 40 ribu mahasiswa Indonesia pada saat ini yang menuntut ilmu di luar negeri. 

Bagi sebagian besar masyarakat China dan India, pendidikan merupakan investasi utama, bahkan bisa jadi lebih penting dari kebutuhan primer lain, misalnya pangan, pakaian, dan papan, serta barang-barang konsumtif, antara lain mobil, gadget, atau barang-barang elektronik. Mereka bahkan rela "berhutang" dengan fasilitas student loan untuk bisa mendapatkan pendidikan tinggi yang bermutu baik. 

Ada apa di balik motivasi mereka yang begitu menggebu-gebu untuk bersekolah di luar negeri? Apakah karena gengsi? Padahal, jika diamati, sebagian besar pelajar asal China dan India yang bersekolah di luar negeri berasal dari keluarga berlatar belakang sosial biasa-biasa saja.

Memang, baik China, India dan negara-negara lain seperti Korea, Malaysia atau Vietnam yang memiliki tingkat outbound international student mobility cukup tinggi, sepertinya sangat menyadari bahwa percepatan pertumbuhan suatu negara sangat ditentukan oleh percepatan pertumbuhan kualitas sumber daya manusianya. Mereka sadar, bahwa menuntut ilmu di luar negeri bukan saja untuk mendapatkan ilmu secara kognitif (academic skills). Lebih dari itu, mereka mengingingkan ilmu dan ketrampilan bersifat afektif dan psikomotorik, misalnya critical thinking, problem solving, communication, collaboration dan creativity/invention yang justru sangat dibutuhkan dalam persaingan global. 

Secara umum, ada hubungan linier antara meningkatnya mobilitas pelajar ke luar negeri dan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Negara-negara seperti Malaysia dan Vietnam yang 25 tahun lalu masih menjadi "underdog", secara perlahan namun pasti sudah mulai 
"menyalip" Indonesia, yang dunia pendidikannya masih saja sibuk mengkaitkan bersekolah di luar negeri dengan anti-nasionalis, sibuk gonta-ganti kurikulum, atau sibuk dengan persaingan internal di dalam perguruan tinggi dengan mengusung jumlah guru besar yang dimiliki, atau sibuk dengan masalah alokasi dana riset yang tak juga rampung-rampung.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang baru saja direstrukturisasi itu seharusnya mendorong dan memotivasi para pelajar untuk menggapai kesempatan belajar ke luar negeri seluas-luasnya sebagai salah satu agenda utama mereka. Kebijakan Kemdikbud harus berpihak pada usaha-usaha meningkatkan mobilitas internasional pelajar, baik dari maupun ke Indonesia. Caranya, misalnya, penyediaan beasiswa bagi pelajar berprestasi, student loan, dan termasuk di dalamnya memberi kemudahan bagi pelajar asing untuk bisa kuliah di Indonesia atauinbound international student mobility antara lain dengan memberi kemudahan visa pelajar dan sebagainya. Hal-hal itu secara langsung juga dapat mengakselesari proses internasionalisasi pendidikan tinggi nasional. 

Nilai tambah 

Menjadi kompetitif secara global adalah suatu keniscayaan di situasi dimana dunia menjadi semakin terbuka dan "unprotected". Berdasarkan pengamatan para mahasiswa yang kuliah di luar negeri, sebagian besar menggarisbawahi bahwa nilai tambah terbesar yang mereka dapatkan adalah soft skills dan personal development. Kedua hal itu justru menjadi penentu keberhasilan karir mereka setelah kembali ke tanah air. 

Lailly Prihatiningtyas (29), Dirut BUMN termuda, yang sempat mengenyam pendidikan di Belanda untuk mendapatkan gelar magister di bidang akuntansi mengatakan, bahwa sistem pengajaran yang mengedepankan diskusi dan mengemukakan pendapat secara terbuka, dan juga belajar di lingkungan sangat kental nuansa internasionalnya telah melatihnya menjadi kritis, dapat memahami dan menyelesaikan bermacam masalah dengan pendekatan multikultur. Hal itu kurang dia dapatkan pada waktu menempuh pendidikan di dalam negeri, yang secara umum masih berorientasi ke pengetahuan kognitif semata dan menempatkan indeks prestasi (IP) masih menjadi indikator utama. 

Pendidik Rhenald Kasali juga menekankan pentingnya mahasiswa mempunyai international exposure. Dia mengatakan, "Setiap mahasiswa harus memiliki surat izin memasuki dunia global".

Tanpa itu, mereka akan kesepian, "kuper", serta terkurung dalam kesempitan. Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang. Padahal, dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju dalam bentuk pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan kearifan.

Jadi, rasanya, sudah saatnya kita mengubah cara pandang yang menganggap bahwa kuliah di luar negeri hanyalah suatu kemewahan demi gengsi semata. Kita memerlukan percepatan di bidang pendidikan untuk bisa mengimbangi percepatan perubahan di dunia. 

Asean Economic Community 2015 sudah di depan mata. Posisi Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan ini, dan juga fakta bahwa Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, membuat posisi Indonesia semakin "seksi" di mata dunia. Namun, otomatis itu semua membuat tantangan semakin besar, karena ditambah dengan tantangan global lainnya.

Sejarah membuktikan, bahwa banyak pemimpin bangsa seperti Syahrir, Hatta, Habibie dan Gus Dur justru menemukan "eureka"-nya pada saat mereka menuntut ilmu di "negeri orang", yaitu pada saat mereka berada di luar zona kenyaman mereka. Rasanya, Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, pun setuju kalau menuntut ilmu ke manca negara sejalan dengan konsep dasar pendidikan nasional kita yang dilahirkannya, yaitu bukan saja untuk mendapatkan ilmu kognitif (ngerti), tetapi juga ilmu afektif (rasa)/soft skills, umberasan dan psikomotorik (nglakoni). Karena, hanya dengan ilmu yang terintegrasi itulah, generasi muda kita mampu menjawab tantangan masa depan yang jauh lebih besar.

Sumber berita Kompas.com


Ebook Ilmu dan amal = Geest wil daad : pidato Presiden Soekarno pada waktu menerima gelar Doctor Honoris Causa pada Universitet Gajah Mada, 19 September 1951, di Djogjakarta Online

Ebook  Ilmu dan amal = Geest wil daad : pidato Presiden Soekarno pada waktu menerima gelar Doctor Honoris Causa pada Universitet Gajah Mada, 19 September 1951, di Djogjakarta Online
perpusnas.go.id
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku berjudul Ilmu dan amal = Geest wil daad : pidato Presiden Soekarno pada waktu menerima gelar Doctor Honoris Causa pada Universitet Gajah Mada, 19 September 1951 dalam format FlipBooks yang menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan buku digitalnya. Untuk baca buku langka lainnya Klik BL

Ebook Pidato Presiden Soekarno pada pembukaan parlemen sementara R.I.S di Djakarta, tanggal 15 Februari 1950 Online

Ebook  Pidato Presiden Soekarno pada pembukaan parlemen sementara R.I.S di Djakarta, tanggal 15 Februari 1950  Online
http://opac.pnri.go.id/uploaded_files/dokumen_isi/Monograf/pidato_persiden_sukarno_pembukaan_parlemen_001/book.swf
perpusnas.go.id
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku berjudul Pidato Presiden Soekarno pada pembukaan parlemen sementara R.I.S di Djakarta, tanggal 15 Februari 1950  dalam format FlipBooks yang menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan buku digitalnya. Untuk baca buku langka lainnya Klik BL

Ebook Amanat P.J.M. Ir. Soekarno setelah dinobatkan sebagai presdien pertama Republik Indonesia Serikat pada tanggal 17 Desember 1949 djam 10.45 di Jogjakarta Online

Ebook Amanat P.J.M. Ir. Soekarno setelah dinobatkan sebagai presdien pertama Republik Indonesia Serikat pada tanggal 17 Desember 1949 djam 10.45 di Jogjakarta  Online
 perpusnas.go.id
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku berjudul Amanat P.J.M. Ir. Soekarno setelah dinobatkan sebagai presdien pertama Republik Indonesia Serikat pada tanggal 17 Desember 1949 djam 10.45 di Jogjakarta dalam format FlipBooks yang menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan buku digitalnya. Untuk baca buku langka lainnya Klik BL


Wednesday, November 5, 2014

Ebook Bukan Milik Kami : Syamsul Arifin Online

Ebook Bukan Milik Kami : Syamsul Arifin Online
http://opac.pnri.go.id/uploaded_files/dokumen_isi/Sumber%20Elektronik/bukan%20milik%20kami_001/book.swf
perpusnas.go.id
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku berjudul Bukan Milik Kami : Syamsul Arifin  dalam format FlipBooks yang menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan buku digitalnya. Untuk baca buku lainnya Klik Ebook.

Tuesday, November 4, 2014

Mempermalukan Anak Didepan Orang Banyak akan Pengaruhi Perkembangan Emosinya

Mempermalukan Anak Didepan Orang Banyak akan Pengaruhi Perkembangan Emosinya

Enntah karena emosi atau memang sudah karakter, beberapa orangtua begitu entengnya memarahi anak di ranah publik. Tak sedikit yang melakukannya dengan mengumpat pada anak menggunakan kata-kata yang tak pantas didengar, seperti bodoh, bandel, atau nakal.
Satu hal yang mungkin tidak disadari oleh orang tua yang sering memarahi anak mereka dengan kalimat-kalimat yang membuat anak merasa malu, perilaku ini sama saja dengan pelecehan secara emosional.

Terapis pernikahan dan keluarga, Karyl McBride PhD, mengatakan bahwa memukul anak baik secara fisik maupun verbal bukan merupakan perilaku terpuji. Sebab, anak berhak untuk memiliki ikatan dengan orang tua mereka lewat cara-cara lembut dan penuh kasih.

"Ada ekspektasi di dalam diri anak bahwa orangtuanya akan memberikan rasa aman, perlindungan, penerimaan, pemahaman, dan empati. Ketika ini terjadi, anak akan tumbuh dengan perasaan dihargai dan mudah bagi mereka untuk dan menghargai orang lain, termasuk dirinya sendiri. Namun, ketika anak dilecehkan secara emosional atau psikologis, mereka akan tumbuh dengan rasa tak dicintai, tak diinginkan, dan penuh rasa takut," ujar McBride.

Sering dipermalukan depan banyak orang mengganggu perkembangan emosinya dan membuat luka dalam hati mereka, bisa saja anak merasa terkucil. Alasan anak tumbuh menjadi pribadi kurang percaya diri dan minder adalah seringnya mendengar ungkapan dan ucapan negatif disekitar mereka saat masih kecil.
"Saat anak tumbuh dewasa, mereka akan membesarkan anak dengan cara serupa, sebagaimana mereka dibesarkan. Pesan yang mereka peroleh sejak kecil akan terserap dan kembali dikeluarkan pada anak mereka. Lingkaran pesan ini seperti terus-menerus mengulang rekaman yang sama, seperti 'Mengapa kamu bodoh sekali?' atau 'Kamu tak becus melakukan apapun' atau 'Inilah mengapa tidak ada yang menyukaimu,'" urainya.Orangtua yang mendidik anak dengan cara yang tepat dan terpuji, menghasilkan seorang manusia dewasa yang memiliki sopan santun andal di lingkungan sosial. Sebab, perasaan menghargai itu menular. Anak yang terbiasa dihargai dan melihat contoh baik akan mengulang tingkah laku serupa saat mereka dewasa. 

Sumber berita kompas.com


TIPS : Pertolongan Pertama Luka Bakar dengan Mengaliri Air Selama 20 Menit

TIPS : Pertolongan Pertama Luka Bakar dengan Mengaliri Air Selama 20 Menit

Saat mengalami luka bakar, orang seringkali panik dan buru-buru mencari pertolongan pertama berupa pasta gigi atau es batu. Padahal dokter justru menganjurkan penggunaan air mengalir selama sekitar 20 menit.

"Langkah pertama yang paling benar saat menangani luka bakar adalah dengan mendinginkan luka menggunakan air mengalir bersuhu ruang," ujar dr R. Aditya Wardhana, SpBP-RE(K), MARS, Ketua Unit Luka Bakar RSCM.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam media workshop 'Mendobrak Mitos: Perawatan Luka Bakar yang Tepat', yang diselenggarakan di RSCM Kencana, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).

Suhu air yang digunakan juga harus diperhatikan dan tak sembarangan. dr Aditya menyebutkan suhu air ideal yang digunakan sebaiknya sekitar 15 derajat Celcius.

Penggunaan air ini menurut dr Aditya memanfaatkan hukum fisika di mana panas yang ada di luka akan 'dipindahkan' keluar melalui air. Meskipun demikian, dianjurkan tidak menggunakan air bersuhu dingin atau es batu. Mengapa?

Jika suhu air yang digunakan terlalu dingin, yang terjadi bukannya proses pemulihan tapi justru membuat luka bakar menjadi semakin dalam.

"Alirkan dengan air dingin mengalir bersuhu sekitar 15 derajat Celcius. Dilarang mengoleskan minyak, pasta gigi, mentega, atau kecap pada bagian yang terluka," imbuh dr Aditya.

Pertolongan pertama ini disebutkan juga oleh dr Aditya akan lebih efektif jika dilakukan maksimal 1 jam setelah paparan panas ekstrem. Setelah diberikan paparan air mengalir, segera cek ke dokter dan jangan sembarangan memberi obat pada luka.

"Penggunaan krim yang sembarangan bisa membuat lengket. Luka apapun prinsipnya kan bersih. Kalau lengket agak susah membersihkannya, nanti malah makin nyeri," pesan dr Aditya.

Sumber berita DetikHealth

Real Madrid vs Liverpool : 1-0 : Liga Champion 2015

 Real Madrid vs   Liverpool : 1-0 : Liga Champion 2015
youtube.com
Juara bertahan Liga Champions Eropa, Real Madrid, berhasil memastikan tiket ke babak 16 besar setelah mengalahkan Liverpool 1-0 dalam laga lanjutan Grup B di Stadion Santiago Bernabeu, Spanyol, Rabu dini hari WIB.

Gol semata wayang Karim Benzema yang dicetaknya pada menit 28 menjadi penentu langkah Madrid untuk menjaga peluang mempertahankan gelar juara trofi yang sudah 10 kali mereka menangi itu.

Bagi Benzema sendiri, gol itu menjadi gol ketiga yang dicetaknya ke gawang Simon Mignolet setelah dwigol yang dikemasnya saat membantu Madrid menang 3-0 di Anfield dua pekan silam.

Berkat hasil tersebut, Madrid sementara memuncaki klasemen dengan 12 poin hasil sapu bersih memenangi empat laga yang sudah mereka jalani.

Liverpool harus berjuang keras memenangi laga selanjutnya melawan Ludogorets apabila ingin menjaga asa melangkah ke babak 16 besar, mengingat Basel menang besar 4-0 atas wakil Bulgaria itu di tempat lain pada waktu bersamaan.

Pelatih Brendan Rodgers secara mengejutkan menilai laga Liga Utama Inggris melawan Chelsea akhir pekan esok jauh lebih penting sehingga menurunkan pemain lapis dua di hadapan publik Bernabeu.

Sebelum tendangan pertama dilakukan, tak ada kapten mereka Steven Gerrard, tidak juga penyerang badung asal Italia Mario Balotelli.

Di lain pihak, Madrid justru tampil dengan kekuatan penuh, termasuk kehadiran Benzema yang didampingi pemain megabintang Cristiano Ronaldo di lini depan dengan sokongan James Rodriguez, Toni Kroos, Luka Modric dan Isco.

Meski pelatih Carlo Ancelotti menyatakan sayap mereka, Gareth Bale cukup fit, namun ia memilih untuk menyimpan Bale apabila terdapat situasi mendesak, yang nyatanya tak juga mampu dihadirkan Liverpool sepanjang babak pertama.

Terlihat bermain lebih lepas tanpa beban, pada awal-awal laga Liverpool bermain lebih tenang, meski demikian Madrid tak ragu untuk menebar ancaman di hadapan gawang Simon Mignolet sejak dini.

Sedikitnya dua peluang berbahaya didapatkan Madrid di 10 menit awal, memaksa Mignolet menampilkan ketangkasannya menghalau bola sepakan James Rodriguez dan Cristiano Ronaldo.

Sejumlah gempuran demi gempuran terus menerus dilancarkan Madrid, akhirnya membuahkan hasil saat Benzema menyambut umpan tarik dari Marcelo dan menyeploskan bola ke gawang Mignolet untuk membawa Madrid unggul 1-0 atas Liverpool pada menit 28.

Ronaldo berpeluang membawa Madrid menjauh saat ia mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 33 meter, namun Mignolet masih cukup sigap untuk meninju bola yang datang.

Unggul satu gol, Madrid jelas tak puas, lawan yang sukses mereka libas tiga gol tanpa balas di tanah kebanggaannya sendiri itu sepantasnya menelan lebih banyak gol, terlebih skuad yang diturunkan pelatih Brendan Rodgers tak ubahnya tim untuk laga-laga sekelas kompetisi domestik minor macam Piala Liga.

Pun demikian, hingga wasit Victor Kassai meniup peluit tanda babak pertama usai, keunggulan 1-0 Madrid atas Liverpool belum jua bertambah.

Baru semenit laga babak kedua berlangsung, Martin Skrtel seolah meminta Madrid segera menambah keunggulan mereka saat menekel jatuh Ronaldo hanya beberapa jengkal dari garis kotak penalti Liverpool.

Beruntung Ronaldo tak selalu setangkas pemain berbalut gelar Terbaik Dunia, sebab bola eksekusi tendangan bebasnya menyusur tanah dan berhasil dibaca Adam Lallana yang berdiri di tempat yang tepat untuk menyapu bahaya.

Tak kerap mengendalikan bola, tendangan tepat ke arah gawang pertama Liverpool justru dilepaskan bek muda asal tanah Matador, Alberto Moreno, yang melepaskan spekulasi dari tepi kotak penalti, yang arahnya tepat ke pelukan Iker Casillas.

Semenit berselang Moreno mengirimkan umpan terobosan nan cantik ke kaki Lallana, yang sepakannya masih cukup melebar untuk membuat Casillas berreaksi melakukan antisipasi.

Menit 60, Sergio Ramos diganjar kartu kuning saat melakukan ganjalan keras kepada Fabio Borini beberapa meter dari garis kotak penalti, sayang eksekusi tendangan bebas penyerang Italia itu hanya menghasilkan sepak pojok setelah membentur Modric.

Menit 62, Gareth Bale, akhirnya merumput kembali, demi membuat sayap Wales itu terbiasa kembali merasakan atmosfer kompetisi, yang sebetulnya tak banyak dihadirkan Liverpool dalam laga tersebut.

Masuknya Bale, membuat serangan Madrid lebih bervariasi, dan kembali menebarkan ancaman serius ke gawang Liverpool.

Sapuan Toure menghalangi tembakan Ronaldo menyelamatkan gawang Liverpool dari gol kedua dalam laga itu, setelah penyerang Portugal itu menampilkan kerja sama apik dengan Benzema pada menit 67.

Rodgers akhirnya mengutus Gerrard dan Raheem Sterling turun ke lapangan, pada menit 70, masing-masing menggantikan Lucas Leiva serta Lazar Markovic.

Namun Madrid justru kembali mengancam gawang Liverpool, melalui tendangan Bale menyambut umpan dari sisi kiri yang sayangnya masih tepat membentur mistar gawang Mignolet. Bola muntah berusaha dimanfaatkan Ronaldo yang dilanggar dan mengambil sendiri tendangan bebas yang masih tepat mengarah ke kepalan tinju Mignolet.

Meski terus menerus berada di bawah tekanan, barisan pertahanan Liverpool masih cukup kokoh untuk menghalau sejumlah upaya tembakan ke gawang oleh para punggawa Madrid.

Kedudukan 1-0 bagi kemenangan tuan rumah atas Liverpool tak berubah hingga peluit tanda pertandingan usai terdengar.

Berikut susunan pemain kedua tim sebagaimana dilansir laman resmi UEFA.

Untuk informasi Liga Champions Klik Ini. 

Real Madrid (4-4-2): Iker Casillas (PG); Alvaro Arbeloa (Nacho), Raphael Varane, Sergio Ramos, Marcelo; James Rodriguez (Gareth Bale), Luka Modric, Toni Kroos, Isco; Karim Benzema (Javier Hernandez), Cristiano Ronaldo
Pelatih: Carlo Ancelotti

Liverpool (4-3-3): Simon Mignolet (PG); Javier Manquillo, Kolo Toure, Martin Skrtel, Alberto Moreno; Emre Can (Philippe Coutinho), Lucas Leiva (Steven Gerrard), Joe Allen; Lazar Markovic (Raheem Sterling), Fabio Borini, Adam Lallana
Pelatih: Brendan Rodgers
sumber: antaranews.com

Monday, November 3, 2014

Ebook Bukit Loreley : Nia Sutiara, Novel Online

Ebook Bukit Loreley : Nia Sutiara, Novel Online
perpusnas.go.id
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku berjudul Bukit Loreley : Nia Sutiara, Novel  dalam format FlipBooks yang menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan buku digitalnya. Untuk baca buku lainnya Klik Ebook.

Ebook Catatan Suasana : Slamet Sukirnanto, Kumpulan Puisi Online

Ebook Catatan Suasana : Slamet Sukirnanto, Kumpulan Puisi Online
perpusnas.go.id
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku berjudul Catatan Suasana :Slamet Sukirnanto, Kumpulan Puisi  dalam format FlipBooks yang menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan buku digitalnya. Untuk baca buku lainnya Klik Ebook.