Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, December 9, 2014

Ebook Indonesia, pilihlah demokrasimu jang sedjati : pidato P.J.M. presiden Soekarno pada hari "Soembah Pemuda" tanggal 28 Oktober, 1956 di Djakarta Online

Ebook Indonesia, pilihlah demokrasimu jang sedjati : pidato P.J.M. presiden Soekarno pada hari "Soempah Pemuda" tanggal 28 Oktober, 1956 di Djakarta Online
perpusnas.go.id
Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku berjudul Indonesia, pilihlah demokrasimu jang sedjati : pidato P.J.M. presiden Soekarno pada hari "Soembah Pemuda" tanggal 28 Oktober, 1956 dalam format FlipBooks yang menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan buku digitalnya. Untuk baca buku langka lainnya Klik BL

Monday, April 7, 2014

Rumah Ustad Guntur Bumi di Kawasan Bintaro Ada Plang Disewakan


Rumah Ustad Guntur Bumi di Kawasan Bintaro Ada Plang Disewakan
liputan6.com

Ustad Guntur Bumi (UGB) mengalami masalah yang datang bertubi-tubi terkait praktik pengobatannya. Bahkan kini, rumah megah UGB di kawasan Bintaro kabarnya akan dijual.


Saat tim detikHot menyambangi kediamannya di kawasan Tangerang Selatan itu, tampak plang 'Disewakan' terpampang di pagar kediaman suami Puput Melati itu. Kabarnya, ia beserta sang istri telah pindah sejak dua minggu yang lalu."Udah dua mingguan Ustad dan Mba Puput pindah," ujar sang penjaga rumah, Andri, Senin (7/4/2014).

Rumah yang terlihat megah ini pun tampak sepi. Tak ada aktivitas yang terlihat, begitu juga dengan pagar rumah yang tertutup rapat. Sayang, Andri tak tahu ke mana UGB dan keluarga pindah."Enggak tahu, soalnya nggak bilang. Kadang suka ngontrol aja ke sini dan itu juga nggak tentu," jelas Andri.


Meski terdapat plang disewakan, namun kabarnya rumah tersebut akan dijual. "Katanya sih mau dijual juga," tandas Andri.

Sumber berita DetikHot

Wednesday, April 2, 2014

Rassya Islamay Passya Ternyata Sudah Besar dan Ganteng

Rassya Islamay Passya Ternyata Sudah Besar dan Ganteng
teukurasyyaislamaypassya.blogspot.com

Masih ingat dengan anak Tamara Bleszynski dengan Teuku Rafli? Ya dia adalah Rassya Islamay Passya yang kini sudah beranjak menjadi remaja. Usia yang menginjak 15 tahun ternyata tak hanya wajahnya saja yang tampan, tapi membuat Rassya tak tanggung-tanggung dalam menjalankan aktivitasnya. 

Tak hanya menjalani pendidikan secara formal tapi diam-diam Rassya sudah memiliki satu bisnis sendiri. 
"Rassya pasti ambil bisnis itu baru-baru ini saja sekitar tahun lalu. Sebelumnya memang sudah ada rencana mau terjun ke dunia bisnis tapi baru bisa sekarang. Pelan-pelan tapi pasti," jelasnya saat ditemui usai acara 'Hitam Putih' di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2014) malam. 

Meski tak lepas dari sang ayah, Teuku Rafli Passya, namun perlahan tapi pasti Rassya sudsah bisa mendapatkan uang jajan sendiri dari hasil kerja kerasnya."Bisnisnya aku punya toko handphone di daerah Fatmawati ya walaupun modalnya dari papa tapi Rassya harus tetap mengembalikan uang itu ke papa karena memang itu uangnya papa," terangnya seraya tersenyum. 

Tak hanya sang ayah yang selalu mendukung bisnisnya itu. Tamara sebagai ibunda Rassya ternyata juga memberikan dukungan yang begitu besar kepada sang buah hati."Support apapun itu kalau mama tapi kalau bisnis ini aku belum sempat kasih tahu," jelasnya seraya tersenyum. 

Sumbet berita DetikHot

Tuesday, April 1, 2014

Dior Kalah Dalam Sengketa Merek Lawan Baby Dior

Dior Kalah Dalam Sengketa Merek Lawan Baby Dior
wikimedia.commons
Perusahaan fashion papan atas Perancis, Dior, tidak terima namanya dipakai untuk merek sepeda, Baby Dior. Namun gugatan ini kandas hingga tingkat kasasi. Mengapa Christian Dior kalah?

Christian Dior telah mendaftarkan merek daganganya ke Ditjen Haki Kemenkum HAM pada 15 September 1997. Adapun merek sepeda Baby Dior yang dibuat oleh Kimsan Purwo dan Kiman Purwo juga diakui oleh Ditjen Haki. Purwo berdalih Baby merupakan kependekan dari 'Benar Ada, Benar Yahud'.

Tidak terima atas kesamaan merek ini, Dior yang bermarkas di 30 Avenue Montaigne, 75008 Paris, Perancis, itu menggugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Namun sayang, pada 26 Juli 2012 majelis hakim menolak gugatan Dior. Atas hal ini, Dior yang memberikan kuasa ke George Widjojo & Partners pun mengajukan kasasi. Namun kasasi ini kandas. 

"Kedua merek ternyata melindungi kelas barang yang berbeda, di mana merek Tergugat I untuk melindungi kelas barang 12 dan merek Penggugat untuk melindungi kelas barang 25," putus majelis hakim kasasi seperti dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (1/4/2014).

Kelas yang dimaksud MA yaitu Baby Dior masuk ketegori tentang segala hal tentang sepeda, sepeda motor dan segala kendaraan roda dua yang menggunakan listrik atau mesin dengan bahan bakar bensin, minyak tanah atau solar, sedan, mobil sport, jeep, mini van, pick up, mini truck, truck trailer, bus, mobil sampah, ambulans dan segala kendaraan roda empat yang menggunakan listrik atau mesin dengan bahan bakar bensin, minyak tanah atau solar, kereta api, motor ski, kapal barang, kapal penumpang, kapal pesiar, pesawat udara. Masuk dalam kategori ini juga segala macam gear box yang ada hubungannya dengan peralatan atau kendaraan tersebut di atas.

Adapun Dior masuk ketegori barang-barang pakaian. Yaitu pakaian umum buat pria-wanita, pemuda-pemudi, anak kecil baik laki-laki maupun perempuan dan pakaian dari segala jenis termasuk pakaian untuk berolah raga dan pakaian-pakaian dalam, pakaian dalam dari sutera maupun linen untuk wanita, korset, dasi, barang- barang guna kudung atau tutup kepala (topi), sarung tangan, sepatu, sandal dan segala jenis, kaos kaki, panjang maupun pendek, dan ikat pinggang (sabuk).

Nah, berdasarkan perbedaan kelas atau kategori itulah, Baby Dior bisa tetap dipakai oleh Kimsan Purwo dan Kiman Purwo sebagai merek dagang sepeda kayuhnya.

"Karena dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan ternyata merek Tergugat I Baby Dior tidak mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek penggugat Christian Dior," ujar majelis yang terdiri dari 3 hakim agung yaitu Djafni Djamal, Mahdi Soroinda Nasution dan Nurul Elmiah pada 18 Juli 2013 lalu.

Sumber berita detikNews

AHOK: Menduga Ada Salah Paham Antara Prabowo dan Mega

AHOK: Menduga Ada Salah Paham Antara Prabowo dan Mega
bisnis,com
Wagub DKI yang juga politikus Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), rupanya sudah mendengar soal sowan Prabowo Subianto ke rumah Megawati Soekarnoputri yang berakhir dengan penolakan saat lebaran. Ahok juga sudah mendapat penjelasan soal penolakan itu dari Jokowi.

"Saya pernah tanya waktu itu sama Pak Jokowi, waktu itu Bu Mega mandi. Pas dia keluar, Pak Prabowo sudah jalan katanya, makanya salah paham," kata Ahok menjabarkan penjelasan Jokowi. Hal tersebut disampaikan Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2014).

Cerita yang diterima Ahok, eks Danjen Kopassus itu menunggu hanya 15 menit, bukan satu jam seperti yang diungkap oleh Prabowo sendiri. Menurut Ahok, soal penolakan ini hanyalah salah paham. Dia yakin Megawati tak akan menolak kunjungan Prabowo."Bu Mega mandi di kamar mandi, di kamar tidur, ada yang berani ngetok nggak?" tanya Ahok retoris. Ahok menduga salah paham itu yang memicu kerenggangan hubungan Prabowo-Mega. "Mungkin gara-gara kesalahpahaman itu hubungannya jadi renggang," duga eks Bupati Belitung Timur ini.

Prabowo buka-bukaan soal hubungannya dengan Mega. Ketua Dewan Pembina Gerindra itu mengaku sudah berusaha menjalin komunikasi dengan Megawati Soekarnoputri. Prabowo meminta waktu lewat Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, namun tak ada respons. Bahkan saat Prabowo sowan ke Mega pun tak diterima.

"Jadi, terakhir saya berusaha itu waktu Idul Fitri. Saya merasa dulu kan pernah menjadi wakil beliau, walaupun calon wakil presiden di tiket beliau. Saya datang Idul Fitri. Tetapi dilaporkan atau tidak, beliau tidak keluar. Setelah saya menunggu cukup lama, hampir satu jam tidak keluar, saya pulang," kenang Prabowo.

"Setelah itu saya berusaha minta waktu, sampai hari ini saya belum diterima, tidak apa-apa," ujarnya.

Sumber berita DetikNews

Monday, March 31, 2014

Daus Mini Gugat Cerai Istrinya

Daus Mini Gugat Cerai Istrinya
kapanlagi.com
Perceraian Daus Mini dan Yunita memang menjadi kabar cukup mengejutkan. Namun gugatan cerai tersebut sudah masuk ke Pengadilan Agama Depok Kamis (27/3/2014). Lalu apa sebenarnya yang menjadi alasan Daus menggugat cerai Yunita?

Beberapa waktu lalu Yunita mengatakan sudah tidak ada lagi kecocokan dengan Daus. Namun belakangan justru ada kabar hadirnya orang ketiga dalam hubungan suami istri itu. 

Tak hanya itu, perceraian mereka juga menimbulkan kabar tak sedap. Bahkan ada yang menyebut perceraian itu hanyalah rekayasa semata. 

"Gue nggak mau ada yang mojok-mojokin. Kita memang nggak bisa jawab masalah apa yang lagi kita alami. Karena ini aib kita dan cuma kita serta pengacara saja yang tahu," tegas Daus saat ditemui di Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan. 

Komedian bertubuh mungil itu pun mengharapkan perceraiannya dengan sang istri tidak dibahas terus-menerus. Menurutnya, saat ini yang terpenting baginya adalah bagaimana membesarkan anak semata wayang mereka. 

"Jangan ngejudge saya atau Yuni terutama di Twitter. Keputusan ini memang keputusan kita berdua karena di Twitter juga nggak nyaman karena masyarakat juga nggak tahu kan kebenarannya," tutup Daus. 

Sumber berita DetikHot


Saturday, March 29, 2014

Tim Nasional Indonesia Dikalahkan Kuba 0-1

Tim Nasional Indonesia Dikalahkan Kuba 0-1
opera.com

Tim nasional Indonesia menuai kekalahan pada lanjutan ujicoba di Spanyol. Gol bunuh diri M. Roby membuat Pasukan Garuda kandas 0-1 dari Kuba di Stadion Luiz Suner Pico, Valencia, Sabtu (29/3/2014) malam WIB.

Indonesia sendiri tampil lebih dominan pada 25 menit pertama. Satu peluang dibuat Rafael Maitimo pada menit ke-19, tapi tendangannya masih mengenai mistar gawang.
Memasuki menit ke-20 satu peluang kembali didapatkan Achmad Juprianto dari bola muntah. Tapi, tembakannya terlalu tinggi melewati gawang.
Berselang sembilan menit Indonesia malah kebobolan. Lini belakang tim besutan Alfred Riedl itu gagal mengantisipasi serangan balik Kuba. Berusaha menghalau bola, tendangan M. Robi justru mengarah ke gawang sendiri dan terjadi gol bunuh diri.
Sejak itu, Kuba membalikkan keadaan dengan berulang kali membuat kerepotan tim 'Merah-Putih' hingga turun minum.

Di awal babak kedua Riedl mencoba mengubah kekuatan dengan menarik keluar Juprianto dan memasang Firman Utina, serta menggantikan Zulkifli dengan Supardi.
Namun, pergantian belum banyak memberikan perubahan situasi. Sebaliknya Kuba kian getol menyerang ke area pertahanan timnas.

Gawang I Made kembali terancam di menit ke-52. Namun, dengan berani memotong bola sebelum mendekati gawang. Kiper Persib Bandung itu kembali membuat penyelamatan cemerlang di menit ke-56 dengan menepis bola melewati atas gawang.

Di menit ke-68 Riedl menarik keluar Talaohu Musafri dan menurunkan Tantan. Indonesia masih terus tertekan. 11 menit kemudian Zulham Malik diturunkan menggantikan M. Ridwan.
Satu peluang terakhir lewat tendangan bebas Firman Utina gagal dimanfaatkan. Pada sisa waktu, kedua tim tak menambah gol. Indonesia tetap tertinggal 0-1.

Selanjutnya timnas dijadwalkan menghadapi Elche pada 2 April.

detiksport.com

Tuesday, March 25, 2014

Desta Dikaruniai Putri Pertama


Desta Dikaruniai Putri Pertama
liputan6.com

Mantan penabuh drum band Club 80's, Desta kini tengah berbahagia karena baru saja dikarunai putri pertamanya. Ia juga bersyukur putri pertamanya mirip sang istri, Natasha Rizki, dan bukan mirip dirinya. 
"Lebih mirip ibunya sih. Alhamdulillah sih ha ha ha," ungkap Desta bahagia ditemui di RS Asih, Jakarta Selatan, Selasa (25/3/2014).

Tapi Desta mengklaim ada fisik putri pertamanya yang mirip dengannya. Apanya?
"Kan ada China-nya gue, ibu gue China. Bibirnya kayak Chacha. Mirip ibunya ya, nggak ada guanya. Nantilah tunggu sampai terbentuk semuanya semoga ada guenya," lanjutnya lagi tertawa.

Desta menemani penuh sang istri jelang hingga melahirkan. Ia pun menceritakan pengalamannya yang tak akan pernah ia lupakan itu.
"Dari awal masuk dibius sampai semuanya beres gue nemenin. Berasa terharu banget. Anak sendiri, belum pernah kan. Istri juga tadi minta maaf. Banyak suasana mengharukan," urainya.

"Pas dia kesakitan, banyak momen-momen mengharukan yang nggak pernah gue temui sebelumnya," lanjut Desta.

Anak Desta dan Natasha lahir secara caesar siang tadi di RS Asih. Putri pertama keduanya diberi nama Megumi Arrawda Sachi.

Sumber berita DetikHot

Saturday, March 15, 2014

Ratu Boko Temple: Klaten, Central Java, Indonesia

 Ratu Boko Temple: Klaten, Central Java, Indonesia
 
wikimedia commons
Ratu Boko is an archaeological site known to modern Javanese as Kraton Ratu Boko or Ratu Boko's Palace. Ratu Boko is located on a plateau, about three kilometres south of Lara Jonggrang Prambanan temple complex in Yogyakarta Indonesia. The original name of this site is still unclear, however the local inhabitants named this site after King Boko, the legendary king mentioned in Loro Jonggrang folklore.
The site covers 16 hectares in two hamlets (Dawung and Sambireja) of the village of Bokoharjo and Prambanan, Sleman Regency. In striking contrast to other Classic-period sites in Central Java and Yogyakarta, which are remains of temples, Ratu Boko displays attributes of an occupation or settlement site, although its precise functions is unknown. Probably the site was a palace complex which belongs to the kings of Sailendra or Mataram Kingdom that also build temples scattered across Prambanan Plain. The argument was based on the fact that this complex was not a temple nor building with religious nature, but a fortified palace instead which evidence in the remnant of fortified walls and the dry moat as defensive structures.The remains of settlements also founds in Ratu Boko vicinity. This site is located 196 m above the sea level, on the highest point in the site, there is a small pavilion from which one will be able to see a panoramic view of Prambanan temple with Mount Merapi as the background.

At Ratu Boko, traces of probable secular structures were erected on a plateau divided into terraces separated from each other by stone walls and stone-faced ramparts (talud). The site was reached by a steep path up the northwest slope of the plateau, in the direction of Prambanan. The structural remains in the terrace at Ratu Boko site consist of places with folk names connected with palaces such as paseban (reception pavilion), pendopo (audience hall) and kaputren (women's quarter). A pool complex lies on a terrace adjoining the east side of the pendopo. A group of artificial caves, probably for meditation, lies to the north, isolated from the rest of the site. These archaeological sites are.

The first of three terraces is reached through a massive gateway built on two levels. On the western edge of this terrace is a high talud of soft white limestone. The second terrace, separated from the first by andesite wall, is reached through a gateway in paduraksa form consisting of three doors, a larger central one flanked by two of lesser dimensions. The third terrace, the largest, contains the richest concentrations of archaeological remains. Another talud and andesite wall separate the third terrace from the second terrace, with another connecting gateway of paduraksa form, this time consisting of five doors, again the central one having larger dimensions than the two which flank it.
It is read on the main gate Panabwara that was written by Rakai Panabwara, descendant of Rakai Panangkaran. He carved his name there in order to legitimate his authority of this palace.

King Boko is a legendary character known from popular folklore of Loro Jonggrang. This folklore connects the Ratu Boko Palace, the Durga statue in Prambanan temple (which is identified by local folklore as Loro Jonggrang), and the origin of the Sewu temple complex nearby. Prince Bandung Bondowoso loved Princess Loro Jonggrang, the daughter of King Boko, but she rejected his proposal of marriage because Bandung Bondowoso had killed King Boko and ruled her kingdom. Bandung Bondowoso insisted on the union, and finally Loro Jonggrang was forced to agree for a union in marriage, but she posed one condition: Bandung must build her a thousand temples in one night. He entered into meditation and conjured up a multitude of spirits (genies or demons) from the earth. They succeeded in building 999 temples. Loro Jonggrang then woke her palace maids and ordered them to begin pounding rice. This awoke the roosters, which began to crow. The genies, hearing the sound of morning, believed the sun was about to rise and so disappeared back into the ground. Thus the prince was fooled, in revenge he cursed the princess and turned her into a stone statue. According to the traditions, she is the image of Durga in the north cell of the Shiva temple at Prambanan, which is still known as Loro Jonggrang or Slender Virgin.

Get There. The closest cities to  Prambanan, are either Yogyakarta or Semarang and Solo. Garuda Indonesia, Mandala, Merpati Nusantara Airlines and a number of domestic airlines fly to these cities from Jakarta and other large cities in Indonesia. AirAsia is the first international airline that flies direct from Kuala Lumpur to Yogyakarta. From Yogyakarta and Solo, you can rent a car to go to Klaten or reguler bus.

Candi Ratu Baka : Klaten, Jawa Tengah Indonesia

Candi Ratu Baka : Klaten, Jawa Tengah Indonesia
wikimedia commons

Situs Ratu Baka (Bahasa Jawa: Candhi Ratu Baka) adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Luas keseluruhan komplek adalah sekitar 25 ha.
Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs pemukiman, namun fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas. Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.
Nama "Ratu Baka" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (Bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan.
Secara administratif, situs ini berada di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200 m di atas permukaan laut.
Situs ini dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.

 Situs Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam Keraton van Ratoe Boko. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa-sisa keraton.
Prasasti Abhayagiri Wihara yang berangka tahun 792 M merupakan bukti tertulis yang ditemukan di situs Ratu Baka. Dalam prasasti ini menyebut seorang tokoh bernama Tejahpurnapane Panamkarana atau Rakai Panangkaran (746-784 M), serta menyebut suatu kawasan wihara di atas bukit yang dinamakan Abhyagiri Wihara ("wihara di bukit yang bebas dari bahaya"). Rakai Panangkaran mengundurkan diri sebagai Raja karena menginginkan ketenangan rohani dan memusatkan pikiran pada masalah keagamaan, salah satunya dengan mendirikan wihara yang bernama Abhayagiri Wihara pada tahun 792 M. Rakai Panangkaran menganut agama Buddha demikian juga bangunan tersebut disebut Abhayagiri Wihara adalah berlatar belakang agama Buddha, sebagai buktinya adalah adanya Arca Dyani Buddha. Namun demikian ditemukan pula unsur–unsur agama Hindu di situs Ratu Boko Seperti adanya Arca Durga, Ganesha dan Yoni.
Tampaknya, kompleks ini kemudian diubah menjadi keraton dilengkapi benteng pertahanan bagi raja bawahan (vassal) yang bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni. Menurut prasasti Siwagrha tempat ini disebut sebagai kubu pertahanan yang terdiri atas tumpukan beratus-ratus batu oleh Balaputra. Bangunan di atas bukit ini dijadikan kubu pertahanan dalam pertempuran perebutan kekuasaan di kemudian hari.
Di dalam kompleks ini terdapat bekas gapura, ruang Paseban, kolam, Pendopo, Pringgitan, keputren, dan dua ceruk gua untuk bermeditasi.


Berbeda dengan peninggalan purbakala lain dari zaman Jawa Kuno yang umumnya berbentuk bangunan keagamaan, situs Ratu Boko merupakan kompleks profan, lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung.
Berbeda pula dengan keraton lain di Jawa yang umumnya didirikan di daerah yang relatif landai, situs Ratu Boko terletak di atas bukit yang lumayan tinggi. Ini membuat kompleks bangunan ini relatif lebih sulit dibangun dari sudut pengadaan tenaga kerja dan bahan bangunan. Terkecuali tentu apabila bahan bangunan utamanya, yaitu batu, diambil dari wilayah bukit ini sendiri. Ini tentunya mensyaratkan terlatihnya para pekerja di dalam mengolah bukit batu menjadi bongkahan yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan.
Kedudukan di atas bukit ini juga mensyaratkan adanya mata air dan adanya sistem pengaturan air yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kolam pemandian merupakan peninggalan dari sistem pengaturan ini; sisanya merupakan tantangan bagi para arkeolog untuk merekonstruksinya.
Posisi di atas bukit juga memberikan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah bagi para penghuninya, selain tentu saja membuat kompleks ini lebih sulit untuk diserang lawan.
Keistimewaan lain dari situs ini adalah adanya tempat di sebelah kiri gapura yang sekarang biasa disebut "tempat kremasi". Mengingat ukuran dan posisinya, tidak pelak lagi ini merupakan tempat untuk memperlihatkan sesuatu atau suatu kegiatan. Pemberian nama "tempat kremasi" menyiratkan harus adanya kegiatan kremasi rutin di tempat ini yang perlu diteliti lebih lanjut. Sangat boleh jadi perlu dipertimbangkan untuk menyelidiki tempat ini sebagai semacam altar atau tempat sesajen.
 
Kota-kota terdekat ke Candi Ratu Boko, adalah Yogyakarta atau Semarang, dan Solo.  Garuda Indonesia, Mandala, Merpati Nusantara Airlines dan sejumlah maskapai penerbangan domestik terbang ke kota-kota ini dari Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia. AirAsia merupakan maskapai internasional pertama yang terbang langsung dari Kuala Lumpur ke Yogyakarta an Solo. Dari Yogyakarta dan Solo, anda dapat menyewa mobil untuk pergi ke Klaten atau bis reguler antar kota dalam propinsi.

Sumber: wikipedia.org

Candi Prambanan: Jawa Tengah, Indonesia

Candi Prambanan: Jawa Tengah, Indonesia
wikimedia commons

Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, [1] kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.[2] Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.
Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.[3] Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.
Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.

Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.
Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi). Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini dengan tiga candi utamanya memuliakan Brahma, Siwa, dan Wisnu. Akan tetapi Siwa Mahadewa yang menempati ruang utama di candi Siwa adalah dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini.

Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda. Candi ini menarik perhatian dunia ketika pada masa pendudukan Britania atas Jawa. Ketika itu Colin Mackenzie, seorang surveyor bawahan Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan candi ini. Meskipun Sir Thomas kemudian memerintahkan penyelidikan lebih lanjut, reruntuhan candi ini tetap terlantar hingga berpuluh-puluh tahun. Penggalian tak serius dilakukan sepanjang 1880-an yang sayangnya malah menyuburkan praktek penjarahan ukiran dan batu candi. Kemudian pada tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. Beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Arca-arca dan relief candi diambil oleh warga Belanda dan dijadikan hiasan taman, sementara warga pribumi menggunakan batu candi untuk bahan bangunan dan pondasi rumah.

Pintu masuk ke kompleks bangunan ini terdapat di keempat arah penjuru mata angin, akan tetapi arah hadap bangunan ini adalah ke arah timur, maka pintu masuk utama candi ini adalah gerbang timur. Kompleks candi Prambanan terdiri dari:
  1. 3 Candi Trimurti: candi Siwa, Wisnu, dan Brahma
  2. 3 Candi Wahana: candi Nandi, Garuda, dan Angsa
  3. 2 Candi Apit: terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan
  4. 4 Candi Kelir: terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam atau zona inti
  5. 4 Candi Patok: terletak di 4 sudut halaman dalam atau zona inti
  6. 224 Candi Perwara: tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi dari barisan terdalam hingga terluar: 44, 52, 60, dan 68
Maka terdapat total 240 candi di kompleks Prambanan. (id.wikimedia.org).

Akses menuju Candi prambanan, dari jogja bisa menggunakan Bus way dengan tarif Rp.3000, langsung turun halte di lokasi candi Prambanan. jika naik angkutan pribadi dari jogja ke timur terus, arah ke kota klaten, perjalanan dari jogja sekita 45 menit, candi ini terletak di utara jalan. selamat jalan menikmati wisata candi Prambanan.
 

Thursday, March 13, 2014

Prambanan Temple, Central Java Indonesia

 Prambanan Temple, Central Java Indonesia
 
wikimedia commons
Candi Prambanan or Candi Rara Jonggrang is a 9th-century Hindu temple compound in Central Java, Indonesia, dedicated to the Trimurti, the expression of God as the Creator (Brahma), the Preserver (Vishnu) and the Destroyer (Shiva). The temple compound is located approximately 17 kilometres (11 mi) northeast of the city of Yogyakarta on the boundary between Central Java and Yogyakarta provinces.
The temple compound, a UNESCO World Heritage Site, is the largest Hindu temple site in Indonesia, and one of the biggest in Southeast Asia. It is characterized by its tall and pointed architecture, typical of Hindu temple architecture, and by the towering 47-metre-high (154 ft) central building inside a large complex of individual temples. Prambanan attracts many visitors from across the world.

The present name of the temple, Prambanan', was derived from the name of Prambanan village where the temple stood, this name probably being the corrupted Javanese pronunciation of "Para Brahman" ("The Supreme Brahman"). It is also possible Prambanan comes from Javanese root '(e)mban' which means carries a duty, reflecting gods role in the world, or the villagers duty in relation to the temple. Comparable with parahyangan (western part of Java island), comes from the root hyang, means god, or (e)yang, means ancestor in Javanese.

Prambanan is the largest Hindu temple of ancient Java, and the construction of this royal temple was probably started by Rakai Pikatan as the Hindu Sanjaya Dynasty's answer to the Buddhist Sailendra Dynasty's Borobudur and Sewu temples nearby. Historians suggest that the construction of Prambanan probably was meant to mark the return of the Hindu Sanjaya Dynasty to power in Central Java after almost a century of Buddhist Sailendra Dynasty domination. Nevertheless, the construction of this massive Hindu temple signifies that the Medang court had shifted the focus of its patronage from Mahayana Buddhism to Shivaist Hinduism.
A temple was first built at the site around 850 CE by Rakai Pikatan and expanded extensively by King Lokapala and Balitung Maha Sambu the Sanjaya king of the Mataram Kingdom. According to the Shivagrha inscription of 856 CE, the temple was built to honor Lord Shiva and its original name was Shiva-grha (the House of Shiva) or Shiva-laya (the Realm of Shiva). According to Shivagrha inscription, a public water project to change the course of a river near Shivagrha Temple was conducted during the construction of the temple. The river, identified as the Opak River, now runs north to south on the western side of the Prambanan temple compound. Historians suggest that originally the river was curved further to east and was deemed too near to the main temple. The project was done by cutting the river along a north to south axis along the outer wall of the Shivagrha Temple compound. The former river course was filled in and made level to create a wider space for the temple expansion, the space for rows of pervara (complementary) temples.
Some archaeologists propose that the statue of Shiva in the garbhagriha (central chamber) of the main temple was modelled after King Balitung, serving as a depiction of his deified self after death.
The temple compound was expanded by successive Mataram kings such as Daksa and Tulodong with the addition of hundreds of perwara temples around the chief temple. Prambanan served as the royal temple of the Kingdom of Mataram, with most of the state's religious ceremonies and sacrifices being conducted there. At the height of kingdom, scholars estimate that hundreds of brahmins with their disciples lived within the outer wall of the temple compound. The urban center and the court of Mataram were located nearby, somewhere in the Prambanan Plain.


wikimedia commons
Originally there were a total of 240 temples standing in Prambanan. The Prambanan Temple Compound consist of:
  1. 3 Trimurti temples: three main temples dedicated to Shiva, Visnu, and Brahma
  2. 3 Vahana temples: three temples in front of Trimurti temples dedicated to the vahana of each gods; Nandi, Garuda, and Hamsa
  3. 2 Apit temples: two temples located between the rows of Trimurti and Vahana temples on north and south side
  4. 4 Kelir temples: four small shrines located on 4 cardinal directions right beyond the 4 main gates of inner zone
  5. 4 Patok temples: four small shrines located on 4 corners of inner zone
  6. 224 Pervara temples: hundreds of temples arranged in 4 concentric square rows; numbers of temples from inner row to outer row are: 44, 52, 60, and 68
The Prambanan compound also known as Rara Jonggrang complex, named after the popular legend of Rara Jonggrang. There were once 240 temples stood in this Shivaite temple complex, either big or small. Today, all of 8 main temples and 8 small shrines in inner zone are reconstructed, but only 2 out of the original 224 pervara temples are renovated. The majority of them have deteriorated; what is left are only scattered stones. The Prambanan temple complex consists of three zones; first the outer zone, second the middle zone that contains hundreds of small temples, and third the holiest inner zone that contains eight main temples and eight small shrines.
The Hindu temple complex at Prambanan is based on a square plan that contains a total of three zone yards, each of which is surrounded by four walls pierced by four large gates. The outer zone is a large space marked by a rectangular wall. The outermost walled perimieter, which originally measured about 390 metres per side, was oriented in the northeast, southwest direction. However, except for its southern gate, not much else of this enclosure has survived down to the present. The original function is unknown; possibilities are that it was a sacred park, or priests' boarding school (ashram). The supporting buildings for the temple complex were made from organic material; as a consequence no remains occur.

Get There. The closest cities to  Prambanan, are either Yogyakarta or Semarang. Garuda Indonesia, Mandala, Merpati Nusantara Airlines and a number of domestic airlines fly to these cities from Jakarta and other large cities in Indonesia. AirAsia is the first international airline that flies direct from Kuala Lumpur to Yogyakarta. From Yogyakarta, you can rent a car to go to Klaten.
Sumber wikipedia.org

Wednesday, March 12, 2014

Dieng Plateau: Wonosobo Central Java, Indonesia

Dieng Plateau: Wonosobo Central Java, Indonesia
wikimedia commons

The Dieng Plateau is an upland volcanic plain in Central Java, famous for its scenery and ancient Hindu temples. The Dieng Plateau is a caldera complex formed by the eruption of ancient Mountain Prau. The caldera was once filled up water and then dried up, but volcanic activity continues to this day, with sulphuric fumes and poisonous lakes. Located at an altitude of 2000m, it's also much cooler than the surrounding lowlands. 

The ancient Javanese Hindus built up temples and made Dieng Plateau as a sacred place. The word Dieng word was formed from Sanskrit words Di (Abode) and Hyang (Gods), so Dieng means Abode of the Gods. The Javanese Hindus built hundreds of temples in this place, but only eight are left. The temples were built from 8th century to 13th century by Sanjaya Dynasty and resemble those of Prambanan, but on a smaller scale. The local people named the temples based on the characters in the ancient Javanese Hindu legend which has similarity to famous Hindu story Mahabharata and Ramayana.  

The only way to reach the Dieng Plateau is by land. The main town on the plateau, Wonosobo, can be reached from Yogyakarta by stopping in Magelang. Yogayakarta to Magelang cost Rupiah 15,000. In Magelang, take another bus to Wonosobo. Magelang to Wonosobo takes 2 hours journey cost only Rp 14,000. Wonosobo can also be reached from Purwokerto by bus. There are frequent train schedule from Jakarta to Purwokerto. There are also night buses from Jakarta to Purwokerto. There is only one bus direct to Wonosobo cost Rp 75,000.From Semarang and Yogyakarta you can go by tourist car/rent car with 7 seaters vehicle.

Sight seeing here includes a hot spring, a multi-colored lake (a misnomer), candis and some impressive top-down scenery from the peaks. The different sights all require a small entrance fee which is collected before entry. The fresh air, beautiful greenery and quiet makes the plateau an enjoyable place to stay around.
Dieng is an active volcanic region and can be regarded as a giant volcano. Plains formed from volcanic crater that has died. Crater shape can be seen obviously from the plain with mountains cluster surrounding. Yet despite this volcano has been dead for centuries, some volcanic craters are still active until now. Among these is Kawah Sikidang (Sikidang Crater), which is always on the move and jumping like a "kidang" or deer. The uniqueness of the formation process produced an exotic landscape. Telaga Warna (Colorful Lake) that reflects the color green, blue and purple and enchanting the beauty of sunrise from the summit of Gunung Sikunir (Mount Sikunir) is the places that should not be passed just like that. 

Motorbike trips to a bunch of the geothermal sites and temples can be arranged for about $6/person. Sunrise is beautiful from up the mountain.
Light trekking. Dieng plateau with hills, local plantation, villages also offers travelers a chance to explore it by foot. Light trekking can be arranged from the nearest local accommodation or Homestay. Sikunir and Gunung Perahu are two popular spots for trekking site. 
Source: wikitravel.org





Sunday, March 2, 2014

Dolar Kian Cerah di Awal Pekan Ini

Dolar Kian Cerah di Awal Pekan Ini

 Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di awal pekan ini kian cerah. Dolar diperdagangkan di level Rp 11.500 di pagi ini.

Mengutip data dari DetikFinance, Senin (3/3/2014), dolar diperdagangkan secara rata-rata di Rp 11.550 pada pukul 10.30 WIB.

Dolar sempat jatuh hingga level terendahnya terhadap rupiah di Rp 11.515, setelah kembali mendaki ke Rp 11.535, dan akhirnya di Rp 11.550.

Bank Indonesia (BI) mematok kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) di Rp 11.596.

Pelemahan dolar ini dipicu oleh perekonomian AS yang kurang menggembirakan terutama dipengaruhi cuaca ekstrem. Pertumbuhan ekonomi AS kuartal terakhir 2013 lalu direvisi menjadi hanya tumbuh 2,4%, dari angka awal 3,2%, dan turun dari pertumbuhan pada kuartal III-2013 yang mencapai 4,1%.

Sementara dari dalam negeri, prediksi BI yang mencatat rendahnya inflasi bulan Februari 2014 ini menjadi sentimen kuat.

Selain itu, pelaku pasar merespons positif membaiknya perekonomian domestik, ditandai menyusutnya rasio defisit transaksi berjalan di kuartal IV-2013 menjadi 1,98% dari PDB, dari kuartal sebelumnya 3,85% dari PDB.

Secara keseluruhan, dolar AS bergerak bervariasi terhadap mata uang di kawasan Asia. Berikut datanya:

  • USD-SGD -0.06%
  • USD-TWD -0.05%
  • USD-JPY -0.38%  
  • USD-KRW +0.28%
  • USD-PHP +0.22%
  • USD-INR +0.32%
  • USD-CNY +0.10%
  • USD-MYR +0.04%
  • USD-THB +0.08%