Showing posts with label Virus Mers. Show all posts
Showing posts with label Virus Mers. Show all posts

Friday, June 6, 2014

Hasil Penelitian Membuktikan Virus MERS-Co Ditularkan Dari Hewan Unta

Hasil Penelitian Membuktikan Virus MERS-Co Ditularkan Dari Hewan Unta
swissdefenceleague.wordpress.com

Meski sebelumnya para peneliti telah menuding unta sebagai penyebar virus MERS (Middle East respiratory syndrome), namun baru kali ini mereka berhasil memastikan apakah hewan padang pasir ini bisa dijadikan tersangka utama.

Ini karena tim dokter percaya mereka baru saja menemukan bukti pertama bahwasanya virus mematikan itu memang ditularkan dari unta ke manusia. Bukti ini diperoleh setelah peneliti mengotopsi jenazah seorang pria asal Arab Saudi yang meninggal akibat infeksi pernapasan akut ini.

Benar saja, pria yang dirawat di King Abdulaziz University Hospital, Jeddah ini ternyata memelihara sembilan ekor unta yang sempat jatuh sakit beberapa saat sebelum majikannya terinfeksi. Bahkan dari catatan medis juga diketahui si pria yang berusia 44 tahun itu pun sempat memberikan obat berupa tetes hidung pada unta-unta peliharaannya itu.

Seperti dikutip dari BBC, Sabtu (7/6/2014), setelah si pasien meninggal, barulah peneliti mencoba menganalisis sampel virus MERS yang diambil dari tubuh ke-9 unta tersebut berikut sampel dari pemiliknya. Dari situ peneliti melaporkan bahwa ada rangkaian genome dari kedua sampel dinyatakan identik atau sama.

Dengan kata lain dapat dipastikan bahwa MERS dapat menular lewat kontak langsung antara manusia dengan unta yang terinfeksi. Laporan studi ini pun telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

"Namun ada satu hal yang belum diketahui, apakah ini menular lewat pernapasan atau tidak. Karena pasien sempat memberikan obat berupa tetes hidung ke unta, tapi ada juga dugaan virus di susu unta," timpal Jonathan Ball, profesor virologi dari Nottingham University menanggapi temuan tersebut.

Sumber berita DetikHealth

Monday, May 19, 2014

Vaksin Influenza Dapatkah Menangkal Virus MERS-CoV

 Vaksin Influenza Dapatkah Menangkal Virus MERS-CoV

Penyebaran virus MERS-CoV di Arab Saudi membuat khawatir jamaah umrah yang berasal dari Indonesia. Wamenkes Prof Ali Gufron Mukti beberapa hari lalu menganjurkan agar setiap orang yang ingin bepergian ke Arab Saudi agar mendapat suntikan vaksin influenza terlebih dahulu.

Seperti diketahui, MERS-CoV adalah varian lain dari virus korona. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut adalah SARS dan Human Corona Virus. Tentunya berbeda dengan virus influenza yang memang bisa menyerang manusia dan unggas. Lalu apakah pemberian vaksin influenza dapat membuat seseorang bebas dari MERS-CoV?

Deputi III Bidang Kesehatan, Kependudukan dan KB Kemenko Kesra dr Emil Agustiono memaparkan bahwa sebenarnya tidak ada efek langsung antara pemberian vaksin influenza terhadap pencegahan MERS-CoV. Karena memang jenis virusnya berbeda.

"Namun logikanya, jika diberikan vaksin influenza, maka para jemaah yang akan umroh atau haji akan terhindar dari flu musiman yang ada di Arab. Sehingga kemungkinan tertular MERS-CoV lebih kecil," tutur dr Emil usai Simulasi Pengendalian Pandemi Flu Burung dan MERS-CoV di Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (14/5/2014).

dr Emil menambahkan bahwa MERS-CoV cenderung menyerang seseorang di atas usia 50 tahun, dengan kondisi imunitas tubuh yang lemah. Dengan disuntikkan vaksin influenza, harapannya adalah orang tersebut bebas dari flu musiman dan otomatis kesehatannya terjaga.

Namun tentunya risiko tertular MERS-CoV tidak akan hilang jika hanya mengandalkan vaksin influenza saja. dr Emil mengingatkan agar masyarakat yang ingin ataupun sudah berada di Arab Saudi untuk tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat dengan cara mencuci tangan dan menjauhi unta.

MERS-CoV menjadi perbincangan setelah angka kejadian kasus meningkat secara pesat pertengahan Maret lalu. Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa ada 536 kasus MERS-CoV di seluruh dunia dengan korban meninggal sebanyak 145 orang.

Case Fataliti Ratenya pun cukup tinggi mencapai 27 persen. Data WHO mengatakan bahwa selain di Arab Saudi, MERS-CoV juga ditemukan di 16 negara lainnya antara lain Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Mesir, hingga Prancis dan Amerika Serikat.

Sumber berita DetikHealth

Wednesday, May 7, 2014

WHO Belum Tetapkan Virus MERS-CoV Sebagai Pandemi, Ada Apa ?

 WHO Belum Tetapkan Virus MERS-CoV Sebagai Pandemi, Ada Apa ?

article.wn.com

Korban tewas akibat MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus) terus berjatuhan. Namun demikian, organisasi kesehatan dunia belum menetapkan status pandemi. Apa pertimbangannya?

"Pertama, harus disebabkan oleh virus baru. Di sini saja sudah ada perdebatan, memang ini varian baru tetapi tidak 100 persen baru," kata Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan yang juga anggota Emergency Committee WHO untuk MERS-CoV, ditemui di RS Paru Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2014).

Kriteria berikutnya yang ditetapkan dalam Public Health Emergency adalah bahwa penyakit tersebut berbahaya. Menurut Prof Tjandra, dengan Case Fatality Rate atau tingkat kematian di atas 30 persen, MERS-CoV sudah bisa dikategorikan berbahaya.

Selanjutnya, suatu penyakit baru bisa dikatakan sebagai pandemi jika mengalami persebaran antar benua. MERS-CoV hingga saat ini sudah meluas dari Timur Tengah, menuju Eropa, Afrika, Asia Tenggara, dan Bahkan Amerika. MERS-CoV dinilai memenuhi kriteria ini.

Terakhir, penyakit tersebut harus mengalami sustained human to human transmission atau penularan berkelanjutan dari orang ke orang. Artinya jika seseorang menularkan ke orang lain, orang yang tertular akan menularkannya lagi ke orang lain dan seterusnya. Tingkat keparahan pada orang yang tertular juga harus sama berat.

"Pada MERS-CoV, belum terjadi sustained human to human transmission. Seorang pasien menularkan ke orang lain, lalu sudah, stop. Jadi belum memenuhi kriteria," kata Prof Tjandra.

Sumber berita DEtikHealth

Sunday, May 4, 2014

Virus MERS CoV Sudah Menyebar Sampai Amerika

Virus MERS CoV Sudah Menyebar Sampai Amerika
health.india.com
Virus MERS CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus) yang muncul dan menyebar di Arab Saudi saat ini telah hinggap di wilayah Amerika Serikat. Pihak Amerika Serikat melaporkan kasus pertama MERS CoV di negara itu.

"Pada 24 April pasien Amerika ini terbang dari Riyadh, Saudi Arabia ke London, lalu terbang Chicago. Kemudian pasien naik bus dari Chicago to Indiana. Pada 27 April pasien mengeluh sesak napas, batuk dan demam, dan mulai dirawat di RS pada 28 April. Pada 2 Mei hasil Lab nya MERS CoV (+), dan menjadi kasus pertama MERS CoV di Amerika Serikat. Saat ini keadaan pasien stabil," jelas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektroniknya, Minggu (4/5/2014).

MERS Cov sendiri disebabkan oleh infeksi virus Corona dan merupakan salah satu jenis virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS. Meski penularannya tidak secepat virus SARS, virus MERS ini dianggap lebih mematikan.

Menurut Tjandra perjalanan antar-negara memang memungkinkan terjadinya penularan penyakit. Ada beberapa kewaspadaan yang dapat dilakukan dalam pencegahan penularan virus ini. "Travel advice (saran perjalanan), travel warning (peringatan perjalanan), travel restriction (pembatasan perjalanan), travel ban (larangan perjalanan)," kata Tjandra.

Tjandra pun menambahkan bahwa pertimbangan untuk penentuan tingkat kewaspadaan dapat dilakukan apabila terjadi peningkatan angka infection rate (tingkat infeksi), khususnya bila lebih dari 2. Selain itu juga bila terjadi penularan berkelanjutan antara manusia ke manusia dan bila ada pernyataan pandemi dari Dirjen WHO.

Belum ada vaksin khusus untuk pencegahan serangan virus MERS CoV ini, dan untuk sementara prinsip penanggulangannya adalah seperti yang disebutkan dalam konsep Global Health Security (GHS). "Yaitu prevention (pencegahan), detect (menemukan), response (tanggapan)," jelas Tjandra.


Sumber berita DetikNews

Tuesday, April 15, 2014

Himbauan Pemerintah: Jemaah Umroh Indonesia Waspadai Virus MERS Di Arab Saudi

Himbauan Pemerintah: Jemaah Umroh Indonesia Waspadai Virus MERS Di Arab Saudi
international.sindonews.com
Pemerintah mengimbau para jamaah Umroh asal Indonesia yang hendak menjalankan ibadah ke Arab Saudi supaya waspada terhadap virus menular Corona atau yang dikenal dengan istilah Middle East Respiratory Syndrome (Mers).

Dalam siaran pers KJRI Jeddah kepada detikcom, Rabu (16/4/2014), pemerintah Arab Saudi memang sudah gencar-gencarnya mengingatkan bahayanya virus tersebut. Pemerintah Arab pada hari ini juga sudah mengumumkan sebanyak 8 orang termasuk di antaranya 5 petugas kesehatan di Jeddah positif terjangkit MERS.

Secara keseluruhan, virus yang belum ditemukan penangkalnya ini telah menelan 69 korban meninggal dan menjangkiti 194 orang.

Gejala umum penyakit yang ditimbulkan virus ini adalah seperti flu pada umumnya: demam, batuk yang juga disertai dengan kesulitan bernafas. Meskipun sudah menyebabkan banyak korban tewas dan penelitian terus dilakukan terhadap fenomena penyakit ini, namun belum diketahui pasti bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini. Diduga, penyebarannya sama dengan corona virus lainnya, yaitu:

1. Penularan langsung lewat cairan penderita yang batuk/bersin. 
2. Penularan tidak langsung melalui sentuhan benda-benda yang terkontiminasi virus. 
3. Kontak langsung dengan penderita.

Dengan semakin merebaknya virus Corona MERS di Arab Saudi saat ini, dan berdasarkan himbauan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi, KJRI Jeddah turut menghimbau kepada para WNI di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi maupun yang akan bepergian ke Arab Saudi baik dalam rangka umroh maupun tujuan kunjungan lainnya untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Menjaga kesehatan dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun antiseptic (anti-bacterial), dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala demam, batuk, dan kesulitan bernafas (sesak nafas, atau nafas pendek).

b. Melindungi diri dan orang lain dari penyebaran kuman-kuman dan penyakit yang menyerupai influenza, dengan cara sebagai berikut:

1. Jika timbul sakit dengan gejala penyakit seperti influenza, maka bila memungkinkan tunda bepergian. 

2. Praktekkan etika batuk dan bersin yang baik. Tutup mulut dan hidung dengan tangan untuk mengurangi penyebaran kuman. Jika menggunakan tissue, buanglah sesegera mungkin dan cuci tangan setelahnya, upayakan untuk menghindari kontak dengan orang sakit

3. Kenali gejala-gejala infeksi virus corona, seperti batuk, demam, hidung dan tenggorokan terasa mampat, sesak nafas, dan dalam beberapa kasus, disertai diare. Dalam kasus-kasus yang lebih serius, penderita bisa mengalami komplikasi serius seperti gejala gangguan pernapasan (pneumonia) hebat yang berujung kematian.

4. Gunakanlah selalu masker saat berada tempat-tempat umum dan keramaian, terutama saat melaksanakan ibadah umrah.

5. Bagi calon jamaah umroh yang telah berusia lanjut dan atau memiliki catatan penyakit kronis, serta wanita hamil dan anak-anak yang akan menjalankan ibadah umroh dalam waktu dekat, disarankan untuk menunda pelaksanaan ibadah umrohnya.

detiknews.com