Showing posts with label beasiswa ke Belanda. Show all posts
Showing posts with label beasiswa ke Belanda. Show all posts

Saturday, February 21, 2015

Bagaimana Menentukan Pilihan Universitas di Belanda

Bagaimana Menentukan Pilihan Universitas di Belanda
kompetiblog2013.wordpress.com
Banyak perguruan tinggi di Belanda menawarkan program studi menarik, kendati namanya tidak setenar perguruan-perguruan tinggi besar selama ini dikenal pelajar Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Hanze University of Applied Science (Hanze UAS) dan Duisenberg School of Finance yang selama dua pekan terakhir mengikuti "Dutch Placement Day 2014" di Bandung, Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Di balik nama besar Groningen, Hanze UAS merupakan salah satu perguruan tinggi terapan tertua di Belanda. Berdiri pada 1789, Hanze menjadi komunitas pelajar internasional yang saat ini jumlahnya mencapai 25.000 mahasiswa.

"Sebagai applied science university,Hanze memang kami dedikasikan untuk mereka yang membutuhkan ilmu pengetahuan terapan atau praktisi di bidang bisnis dan manajemen, komunikasi, seni, teknik, kesehatan dan ilmu-ilmu sosial. Khusus untuk mereka yang membidik karir spesifik," ujar Drs Simon J van der Wal, Manajer Pemasaran Internasional Hanze UAS di Jakarta, Minggu (16/11/2014).

Simon mengatakan, besarnya jumlah pelajar Indonesia menjadi tantangan bagi Hanze untuk mengajak sebanyak-banyaknya pelajar Indonesia menimba ilmu di Groningen yang merupakan kota pelajar di Belanda. Untuk tujuan tersebut, Hanze menawarkan program-program studi berbahasa Inggris baik untuk tingkat sarjana (S-1) maupun pascasarjana (S-2).

"Pendaftaran untuk S-1 dapat dilakukan dengan melampirkan nilai rapor kelas 1, 2, dan 3 yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Siswa harus punya skor IELTS 6.0 atau IBT Toefl 80-82, tapi ini bisa menyusul," ujar Simon.

Untuk S-2, Hanze bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi Eropa lainnya di Perancis, Inggris, Italia dan lainnya. Kerjasama double degree ini ditempuh selama dua sampai tiga tahun.

"Pelajar yang tertarik mendalami bidang seni biasanya datang pada kami untuk Fine Arts Painting dan Fine Arts Media, Art, Design and Technology, juga seni musik," kata Simon.

Sebaliknya, jika Hanze UAS adalah "tua", Duisenberg School of Finance (DSF) masih bau kencur, yaitu baru berumur enam tahun. Berdiri pada 2008, kampus ini berada di keramaian Kota Amsterdam.

"Ini pertama kalinya kami langsung bertatap muka dengan pelajar Indonesia. Tahun lalu ada satu mahasiswa internasional kami berasal dari sini," ujar Jesper van de Vooren, Manajer Pemasaran dan Rekrutmen.

"Tapi, tak seperti sekolah bisnis kebanyakan di Belanda, kami hanya fokus pada bidang keuangan, yaitu Keuangan, Hukum dan Keuangan, dan Teknik Keuangan. Dengan hanya 35 mahasiswa untuk program S-2 dalam setahun, kami lebih fokus mengantarkan mahasiswa menggapai tujuan studinya," ujar Jesper.

Yang menarik, lanjut Jesper, Duisenberg menawarkan DSF Merit Scholarship, yaitu skema beasiswa berupa potongan uang kuliah (tuition fee) untuk mahasiswa non-Uni Eropa. Skema beasiswa ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu potongan uang kuliah 30 persen, 50 persen, dan 70 persen.

"Masih ada lagi skema lainnya, misalnya Woman in Finance Scholarship, Thesis Competition, Country Specific Scholarsip dan banyak lagi," kata Jesper.

Sumber berita KOMPAS. Com

Strategi Mencari Beasiswa ke Belanda

 Strategi Mencari Beasiswa ke Belanda
today.co.id
Untuk studi di luar negeri, tahapan pertama cari beasiswa dulu atau kampusnya dulu? Khusus memilih studi di Belanda, hal pertama harus dicamkan adalah Anda diterima lebih dahulu di salah satu perguruan tinggi, barulah mendaftar beasiswa. Jangan terbalik!

Demikian hal itu kembali diingatkan oleh Koordinator Beasiswa di Netherlands Education Support Office (Nuffic Neso Indonesia), Indy Hardono, di Jakarta, Senin (9/2/2015). Indy menuturkan, jika terkait beasiswa, perencanaan studi memang harus dilakukan dengan baik.

Menurut dia, seorang pelajar sudah harus tahu alasannya memilih Belanda sebagai tujuan studi.
Dalam perencanaan, harus didahulukan alasannya (why), bukan yang lain.

"Pertama, ketahui jawabannya kenapa pilih Belanda. Pasti ada alasannya, kalau tidak, percuma. Kalau soal itu Anda tahu, silakan tentukan kampusnya atau universitasnya sebagai langkah berikut," ujarnya.

Berikut tiga tahapan utama merencanakan studi dengan beasiswa ke Belanda:

1. Jelajahi Studyfinder

Lewat Studyfinder, Anda bisa menemukan database lengkap yang akan memberi gambaran informasi detail dan terbaru dari apa yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi Belanda.

Lewat Studyfinder inilah Anda akan bisa mencari tahu program studi yang Anda minati dan apa saja yang ditawarkan universitas, apa saja persyaratannya, batas waktupendaftaran, serta jadwal kuliah dimulai, biaya studi, hingga tautan ke website universitas dan email yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi lebih detail.

Ada lebih dari 2.100 program studi internasional yang ditawarkan perguruan tinggi Belanda. Artinya, perkuliahan seluruhnya dilakukan dalam bahasa Inggris. Hidup sehari-hari pun bisa dengan bahasa ini, karena orang Belanda fasih berbahasa Inggris.

Selain itu, ada lebih dari 2.100 program, mulai seminar pelatihan singkat hingga program gelar sarjana dan master penuh yang seluruhnya diajarkan dalam bahasa Inggris.

2. Mengunjungi situs universitas

Di situs-situs perguruan tinggi inilah Anda bisa menggali bermacam informasi tentang program studi, persyaratan penerimaan, aplikasi prosedur, dan lain-lainnya. Di sinilah rencana Anda dimulai!

3. Kirim aplikasi online

Memang, perbedaan mencolok berburu beasiswa ke Belanda dengan negara lainnya adalah mendapatkan universitasnya dahulu, baru mencari pihak yang mau mendanai. Untuk itulah, setelah tahu perguruan tinggi pilihan Anda, kirim aplikasi Anda secara online ke universitas di Belanda tersebut sebelum batas waktu yang ditentukan setiap tahunnya. Anda akan otomatis dapat mengikuti seleksi untuk beasiswa kampus mereka. Ingat, ini baru seleksi, bukan kepastian diterima!

Adapun formulir aplikasinya terdiri dari:

- Ijazah SMA/sertifikat universitas yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
- Lulus SMA /universitas transkrip (diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris)
- Sertifikat bahasa Inggris (misalnya IELTS/TOEFL)Yakin Asuransi Anda Menanggung Masalah Banjir?
- Pernyataan motivasi
- CV
- Surat referensi yang mungkin diperlukan bagi pelamar untuk program Master.

Beasiswa StuNed

Tahun ini, salah satu beasiswa yang menarik ditawarkan Pemerintah Belanda adalah beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland. Secara umum, target beasiswa ini adalah mid-career professional atausi pelamar punya pengalaman bekerja minimal dua tahun di instansinya bekerja.

Namun, Indy menjelaskan, StuNed 2015 berbeda dengan tahun sebelumnya, terutama sejak periode seleksi 2014. Pertama, seleksi StuNed tahun ini lebih kompetitif sehingga kategori yang dicari adalah pelamar dengan kategori excellent. Fokus program beasiswa ini pun lebih mengutamakan kualitas, bukan lagi kuantitas.

"Memang, fokus dan prioritas sebelumnya untuk program studi atau area pekerjaan si pelamat harus berkaitan dengan lima bidang prioritas kerjasama bilateral Indonesia dan Belanda," ujarnya.

Alasannya, lanjut Indy, StuNed merupakan bagian dari kerja sama bilateral pemerintah Belanda dengan Indonesia yang tercantum dalam Multi Annual Policy Framework (2014-2017), antara lain meliputi Keamanan dan Penegakan Hukum (Security and Rule of Law), Air (Water), Agro Pangan dan Hortikultura (Agri-food and Horticulture), Transportasi dan Logistik (Transportation and Logistics), serta Sektor Medis (Medical Sector).

Adapun pendaftaran StuNed sudah dibuka dengan batas waktu pendaftaran sampai 15 Maret 2015 untuk program master (S-2) dan 1 Maret 2015 untuk short course. Informasi lebih jauh mengenai StuNed dan program studi di Belanda bisa dilihat di www.nesoindonesia.or.id/stuned.
Sumber berita KOMPAS.com

Pengalaman Kerja 2 tahun Bisa Untuk Mendapatkankan Beasiswa ke Belanda

Pengalaman Kerja 2 tahun Bisa Untuk Mendapatkankan Beasiswa ke Belanda 
today.co.id
Mencari beasiswa di luar negeri memang gampang-gampang susah. Tapi, tidak sulit bila si pemburu beasiswa mengetahui peluangnya.

Untuk membidik beasiswa di Belanda, misalnya. Pelamar beasiswa yang memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun sudah bisa masuk kriteria itu.

Sebagaimana dipaparkan Koordinator Beasiswa di Netherlands Education Support Office (Nuffic Neso Indonesia), Indy Hardono, awal Februari lalu, ada salah satu beasiswa menarik yang ditawarkan Pemerintah Belanda, yaitu beasiswa Studeren in Nederland (StuNed). Beasiswa ini disediakan khusus bagi mahasiswa Indonesia.

Secara umum, target beasiswa StuNed adalah mid-career professional atau si pelamar punya pengalaman bekerja minimal dua tahun di instansinya bekerja. Namun, StuNed tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, terutama sejak periode seleksi 2014.

"Seleksinya lebih kompetitif sehingga kategori yang dicari adalah pelamar dengan kategori excellent," kata Indy.

Tahun ini fokus program beasiswa lebih mengutamakan kualitas, bukan lagi kuantitas. Tetapi, bagi yang memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun, tentu selangkah lebih maju karena sudah memenuhi salah satu kriteria. Untuk bisa menembus seleksi beasiswa itu, lanjut Indy, ada baiknya area pekerjaan si pelamar berkaitan dengan lima bidang prioritas kerjasama bilateral Indonesia dan Belanda

"StuNed merupakan bagian dari kerja sama bilateral pemerintah Belanda dengan Indonesia yang tercantum dalam Multi Annual Policy Framework (2014-2017), karena itulah kriteria area pekerjaannya harus seperti yang disebutkan tadi," ujarnya.

Lima area bidang pekerjaan bilateral Indonesia dan Belanda itu meliputi Keamanan dan Penegakan Hukum (Security and Rule of Law), Air (Water), Agro Pangan dan Hortikultura (Agri-food and Horticulture), Transportasi dan Logistik (Transportation and Logistics), serta Sektor Medis (Medical Sector).

"Tapi, untuk memenuhi persyaratan pendaftaran, pelamar harus lebih dulu punya surat penerimaan atau Letter of Acceptance dari universitas di Belanda. Kami harapkan calon pelamar mendaftarkan sesegera mungkin ke universitas Belanda yang diinginkan," kata Indy.

Pendaftaran StuNed

StuNed sendiri merupakan program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda untuk untuk mendanai studi pelajar Indonesia untuk gelar master (S-2) atau short course. Ini adalah beasiswa berbasis prestasi yang berfokus pada berbagai faktor keunggulan, mulai akademik, jenjang karir, penghargaan dan prestasi penting lainnya.

Adapun pendaftaran StuNed sudah dibuka dengan batas waktu pendaftaran sampai 15 Maret 2015 untuk program master (S-2) dan 1 Maret 2015 untuk short course. Informasi lebih jauh mengenai StuNed dan program studi di Belanda. Calon mahasiswa Indonesia juga dapat menghubungi staf Nuffic Neso Indonesia untuk konseling gratis mengenai informasi beasiswa ini
Sumber berita KOMPAS.com

Beasiswa ke Belanda Makin Mudah

Beasiswa ke Belanda Makin Mudah
today.co.id
Holland Scholarship, program beasiswa studi ke Belanda terbaru, dibuka mulai hari Senin (16/2/2015). Program beasiswa ini mendukung 768 pelajar internasional setiap tahunnya untuk menempuh studi S-1 atau S-2 ke Belanda.

Tak hanya itu. Holland Scholarship juga mendukung 768 mahasiswa Belanda untuk mendapatkan bantuan biaya untuk kuliah, magang atau melakukan riset di negara di luar area Ekonomi Eropa selama minimal tiga bulan.

"Tujuan program beasiswa ini untuk meningkatkan profil perguruan tinggi Belanda dan mendukung mobilitas pelajar menuju maupun keluar dari Belanda," kata Menteri Menteri Pendidikan, Budaya dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Jet Bussemaker, dalam siaran pers kepada KOMPAS.com di Jakarta.

Holland Scholarship merupakan beasiswa nasional Belanda untuk pelajar internasional dan Belanda. Program tersebut diwujudkan sebagai hasil kerjasama Kementerian Pendidikan, Budaya dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Asosiasi Universitas Riset Belanda (VSNU), Asosiasi Universitas Ilmu Terapan Belanda dan EP-Nuffic.

Adapun penggerak program ini antara lain adalah dokumen Joint International Vision yang ditulis oleh Asosiasi Universitas Riset Belanda dan Asosiasi Universitas Ilmu Terapan Belanda serta International Vision Memorandum dari Menteri Pendidikan Belanda (Juni 2014). Empat puluh delapan universitas riset dan universitas ilmu terapan Belanda berpartisipasi dalam program ini dan juga berkontribusi pada setengah dari biayanya.

"Pengalaman internasional akan memberikan nilai tambah yang bagus untuk pelajar. Meninggalkan kenyamanan lingkungan sekitar untuk sementara demi studi atau magang di budaya dan lingkungan berbeda akan sangat memperkaya pengalaman mereka," ujar Bussemaker. 

Sumber berita KOMPAS.com