Showing posts with label Gubernur. Show all posts
Showing posts with label Gubernur. Show all posts

Thursday, February 27, 2014

Rumah Dinas Gubernur DKI Dari Masa ke Masa

Rumah Dinas Gubernur DKI Dari Masa ke Masa
jakarta.go.id

Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta Jokowi jadi bahan gunjingan publik setelah penemuan alat sadap. Ternyata tak hanya di zaman Jokowi ada 'teror', rumah dinas di kawasan Taman Suropati itu punya sejarah lama terkait teror bahkan sesuatu berbau mistis.

Pada awalnya, bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 1.100 meter persegi itu merupakan tempat tinggal Mr G.J. Bisschop, wali kota pertama dari Gemeenteraad Batavia yang memerintah sejak tahun 1916 sampai 1920. Bangunan itu kemudian diberi nama Vila Menteng.

Menurut sejarawan J.J. Rizal, nama itu dipilih karena Menteng merupakan kota satelit yang dirancang sebagai kota taman. Walhasil, rumah-rumah pejabat, tokoh terkenal, dan pengusaha Belanda dan Eropa lainnya di daerah itu dibangun dengan konsep arsitektur rumah peristirahatan atau vila.

Nah khusus Vila Menteng, paviliun berada di sebelah timur bangunan utama dan gudang di sebelah barat. Hingga sekarang, bentuk bangunan itu masih asli. Hanya sedikit perbaikan di dalam dan di luar, seperti genting kodok diganti dengan genting monier warna hijau. 

Sejak tahun 1949 bangunan itu digunakan sebagai rumah dinas milik pemerintah DKI Jakarta. Wali Kota Suwirjo, Syamsurijal, Sudiro, Gubernur Sumarno, Henk Ngantung, Wiyogo Atmodarminto, Sutiyoso, Fauzi Bowo pernah menempati rumah dinas tersebut.

Di masa Gubernur Ali Sadikin, gedung tersebut pernah dipakai untuk kegiatan Dharma Wanita dan PKK atas permintaan istrinya. Selain itu semasa ditempati masa Gubernur Sutiyoso rumah itu pernah dilempari petasan dengan daya ledak kuat oleh orang tak dikenal pada 16 November 2000.

"Itu kejadiannya pukul 20.30 WIB. Agaknya daya ledak lumayan keras. Garasinya rusak beberapa mobil berlubang," kata J.J. Rizal seperti dikutip dari Majalah Detik edisi 117, Kamis (27/2/2014).

Sedangkan Jokowi baru menempati rumah dinas itu sepekan setelah dilantik, 15 Oktober 2012. Sebelum menempati rumah dinas, ia menginap di Suite Room Hotel Alia Cikini bertarif Rp 750.000 per malam.

Karena merasa penat, Jokowi memelihara 20 ekor kodok di rumah dinasnya. Kodok yang dipelihara Jokowi adalah kodok bangkong berwarna hijau dan hitam dia mengaku suka suaranya.

"Ada kodok ijo, kodok bangkong, ada 20 semuanya," ujar Jokowi saat berbincang dengan wartawan di rumah dinasnya, Jl Taman Suropati no 7, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2013).

"Masa tiap hari hanya dengar suara mobil, sepeda motor, bus, di rumah kan enak ada suara 'kung-kong, kung-kong'," tambah Jokowi sambil menirukan suara kodok.

Selain itu rumah dinas gubernur kerap digunjingkan para pedagang di sekitar Taman Suropati lantaran berhantu. Ada yang mengaku melihat sosok pria tua di situ dan ada penjelmaan makhluk halus lainnya. Tapi sejauh ini Jokowi tak pernah menggunjingkan hal itu.


Sumber: Detiknews

Thursday, February 20, 2014

Penyadapan di Rumah Gubernur

Penyadapan di Rumah Gubernur

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku baru tahu bahwa rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, disadap. Rumah yang disadap itu terletak di Jalan Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, disadap oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Terkait dengan penyadapan rumah dinas Jokowi yang diketahui sejak Desember 2013 yang lalu, Ahok mengaku tidak pernah khawatir kalau rumahnya disadap. Karena menurutnya penyadapan itu adalah hal yang sering terjadi baik bagi pejabat, pengusaha maupun masyarakat biasa.

"Kalau disadap juga yang paling disadap suara saja. Kan tiap hari juga saya biasa ngoceh," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tjahjo Kumolo menyebutkan,  rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di kawasan Taman Surapati sempat disadap.

Menurutnya Tjahjo, penyadapan ini sebagai teror dan upaya untuk menjatuhkan PDIP dan Jokowi.

Teror yang dialami PDIP berupa penyusupan hingga penyadapan oleh pihak yang tidak diketahui. Penyusupan juga dilakukan ke rumah pribadi Megawati Soekarnoputri.

Tjahjo menambahkan bahkan pihak keamanan rumah Megawati pernah menangkap orang yang mencoba menyusup beberapa waktu lalu. Sejak itu kecurigaan akan upaya pengintaian dan teror dirasakan semakin kuat.

Menurutnya, atas kejadian itu kemudian muncul inisiatif untuk melakukan penyisiran di kantor PDIP hingga rumah para petinggi dan pejabat dari PDIP. Salah satunya kediaman Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Lalu untuk perawatan ada pembersihan di rumah dinas Jokowi pun dilakukan lebih rutin supaya apabila ada penyadapan bisa cepat diketahui.

GUBERNUR DKI JAKARTA : Buka-Bukaan Soal Penyadapan


GUBERNUR DKI JAKARTA : Buka-Bukaan Soal Penyadapan

Gubernur DKI Jakarta Jokowi buka-bukaan soal penyadapan terhadap dirinya. Berbekal alat detektor, Jokowi menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya di Jl Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat.


"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).



Jokowi sudah melaporkan temuan itu ke partainya. Hanya saja Jokowi berpesan agar peristiwa itu tidak dibesar-besarkan.



"Saya cerita Desember, saya bilang jangan digede-gedeinlah," katanya.



Jokowi heran kenapa dirinya disadap. Sedangkan di rumah tak ada pembicaraan penting soal negara.



"Saya ini yang disadap apa sih, saya kalau ngobrol di rumah sama istri yang enteng-entengan masalah makanan, disadap apanya," ujarnya.



Soal penyadapan di rumah di dinas Jokowi ini diungkapkan pertama kali oleh Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung juga menyebut Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ikut disadap.

JOKOWI :Mendapati Ada 3 Alat Sadap di Rumah Dinasnya

JOKOWI DISADAP : Mendapati Ada 3 Alat Sadap di Rumah Dinasnya


Gubernur DKI Jokowi mendapati ada 3 alat sadap di rumah dinasnya di Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Kini pengamanan rumah dinas Jokowi pun semakin diperketat.


"Iya...yang pegang kunci-kunci juga sudah di-briefing," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).



Jokowi sendiri tak melaporkan hal itu ke aparat. Jokowi malah melaporkan ke PDIP, kini dia menganggap persoalan itu selesai.



"Ya mau apa? Lagian yang mau disadap apa? Yang denger paling juga ngamuk-ngamuk, omongannya ini-ini saja," katanya.



Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya pada Desember 2013 lalu. Jokowi langsung melapor ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.



"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).