Showing posts with label virus Ebola. Show all posts
Showing posts with label virus Ebola. Show all posts

Saturday, August 16, 2014

Wabah Virus Berbahaya Tidak Hanya Ebola, Masih Ada yang Lain

Wabah Virus Berbahaya Tidak Hanya Ebola, Masih Ada yang Lain
chordslagukita.blogspot.com

Wabah virus ebola di Afrika Barat yang kini telah menewaskan lebih dari 1.000 orang mengkhawatirkan banyak orang di dunia. Virus ebola memang memiliki keganasan yang tinggi. Menurut Insititusi Kesehatan Nasional, tingkat mortalitas pada wabah yang sekarang terjadi mencapai 60 persen.

Meski demikian, para ahli tidak hanya mengkhawatirkan ancaman ebola karena masih banyak virus lain yang jauh lebih berbahaya. Menurut Cecilia Rokusek, ahli kesehatan masyarakat dari Florida, ada beberapa virus yang menjadi sumber penyakit di negara berkembang.

Angka kematian akibat virus-virus ini cenderung lebih rendah dibanding Ebola, tetapi penyakit ini merupakan ancaman di negara berkembang dan membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya.

Berikut kelima virus berbahaya tersebut:

1. Rabies
Virus ini menyebar lewat air liur dan gigitan hewan yang terinfeksi rabies, seperti anjing, monyet, atau kelelawar. Mereka yang digigit hewan harus langsung menerima vaksin rabies untuk mencegah infeksi. Namun, tidak semua orang sadar bahwa mereka telah tergigit, khususnya oleh kelelawar.

Rabies juga memiliki tingkat kefatalan tertinggi dari virus lain. Di AS, hanya tiga orang yang dapat bertahan hidup tanpa menerima vaksin setelah diserang virus tersebut. Menurut WHO, tiap tahunnya hampir 55.000 orang tewas karena rabies di Afrika dan Asia.

2. Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Autoimmune Deficiency Syndrome (AIDS)
Walau jumlah kematian karena HIV cenderung menurun beberapa tahun belakangan, pada tahun 2012, sebanyak 1,6 juta orang di seluruh dunia meninggal karena HIV dan AIDS.

Virus ini menyerang sel imun tubuh seseorang dan melemahkan sistem pertahanannya. Lama-kelamaan, penderita akan kesulitan untuk melawan penyakit-penyakit lain. Jika sudah sampai pada tahap AIDS, penyakit flu pun bisa membuat penderita meninggal dunia.

Sejak penyakit ini ditemukan pada 1981, AIDS telah membunuh 650.000 orang di Amerika, dan diperkirakan 36 juta orang di seluruh dunia. Meski hingga ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS, pemberian obat antiretroviral (ARV) bisa membuat penderita hidup lebih lama.

3. Influenza
Ya, flu memang tidak seseram dua virus sebelumnya. Akan tetapi, influenza membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya dibanding ebola. Jumlah persis korban yang meninggal memang masih dalam perdebatan, tetapi CDC menduga angka kematian karena flu musiman di AS adalah 3.000 hingga 49.000 jiwa per tahunnya.

Musim flu juga bervariasi mulai dari tingkat keparahan dan lamanya, tergantung jenis virusnya. Menurut CDC, wabah seperti influenza A (H3N2) membunuh dua kali lipat dibanding influenza A (H1N1) atau influenza B.

Patut diingat, influenza sangat menular. Diperkirakan 3 juta hingga 5 juta orang sakit parah setiap tahunnya karena influenza. WHO mencatat 250.000 sampai 500.000 kematian per tahun karena flu. Virus ini lebih banyak menyebabkan penyakit daripada membunuh. Meski demikian, para profesor dan dokter menyarankan imunisasi flu tahunan sebagai langkah pencegahan.

Vaksin flu memberi imunitas dari influenza A atau B, tetapi virus juga bisa mengalami mutasi dan menghasilkan tipe baru. Pandemi influenza terbaru adalah swine flu atau flu babi.

4. Virus dari nyamuk
Virus ini menyebar lewat gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. WHO dan CDC mencatat, penyakit seperti DBD, demam kuning, ataupun West Nile virus (WNV) telah membunuh 50.000 orang di seluruh dunia. Selain virus, parasit penyebab malaria juga membunuh 600.000 orang tiap tahun.

CDC memperingatkan bahwa 40 persen dari populasi dunia atau sekitar 2,5 juta orang terancam bahaya serius tertular penyakit dari nyamuk. Mereka juga mengklaim, penyakit DBD yang marak di Amerika Selatan, Meksiko, Afrika, Asia, termasuk Indonesia, telah membunuh 22.000 orang per tahun.

Penyakit DBD juga berpotensi menyebar antar-negara karena perpindahan manusia yang semakin mudah. Lain cerita dengan WNV, virus yang menyerang saraf ini disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi virus ini dari burung.

5. Rotavirus
Virus yang menyerang saluran pencernaan ini berakibat fatal pada anak-anak. CDC mengklaim, terdapat hampir 111 juta laporan gastroentritis tiap tahun dari seluruh dunia. Mayoritas dari penderita masih balita dan 82 persen kematian terjadi di negara berkembang.

Vaksin untuk rotavirus sudah ditemukan di AS pada 1998, tetapi ditarik kembali dari peredaran karena alasan keamanan. Barulah pada 2006, sebuah vaksin ditemukan dan direkomendasikan bagi anak-anak berusia dua bulan ke atas.

Meski kini beberapa jenis vaksin sudah dikembangkan untuk mencegah infeksi virus seperti DBD atau rotavirus, menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga wajib diperhatikan.

Sumber berita Kompas.com

Sunday, August 3, 2014

Untuk Pertama Kalinya Sebuah RS di Amerika Serikat Menangani Pasien Terinfeksi Virus Ebola

Untuk Pertama Kalinya Sebuah RS di Amerika Serikat Menangani Pasien Terinfeksi Virus Ebola
bbc.com
Untuk kali pertama virus penyakit mematikan ebola masuk ke wilayah Amerika Serikat, ketika sebuah pesawat jet pribadi yang membawa pulang salah seorang sukarelawan AS yang terinfeksi penyakit ini mendarat di Atlanta, Georgia, Sabtu (2/2/2014).

Pesawat jet yang dirancang khusus itu membawa Kent Brantly, seorang dokter yang bekerja merawat pasien ebola di Liberia. Pesawat jet itu tiba di Pangkalan Udara Dobbins di luar kota Atlanta.

Rekaman gambar yang diambil kru televisi dari jarak jauh memperlihatkan pesawat jet tersebut ditarik memasuki hangar yang di dalamnya sudah siaga sebuah ambulans dan beberapa mobil lainnya.

Konvoi ambulans dan sejumlah mobil itu kemudian terlihat melaju menuju ke RS Universitas Emory Atlanta untuk menempatkan pasien di ruang isolasi. Perjalanan konvoi ambulans menuju rumah sakit itu disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi.

Kent Brantly dan misionaris Nancy Writebol dikabarkan dalam kondisi serius namun stabil setelah terinfeksi virus penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu.

Kedua warga AS itu diketahui ikut membantu upaya memerangi wabah ebola terburuk di Afrika barat yang sejak Maret lalu sudah mengakibatkan lebih dari 700 orang meninggal dunia.

Brantly dan Writebol akan dirawat di unit isolasi RS Emory, yang pernah digunakan untuk merawat penderita SARS pada 2013 saat penyakit itu menjadi epidemi.

Ini adalah kali pertama pasien ebola dirawat di wilayah Amerika Serikat. Fakta ini membuat sebagian orang khawatir, bahkan taipan Donald Trump mengatakan kedua pasien ebola itu seharusnya tidak diperkenankan kembali ke AS.


Sumbet berita Kompas.com

Saturday, August 2, 2014

Virus Ebola Bisakah Menular Lewat Udara

Virus Ebola Bisakah Menular Lewat Udara
bbc.com
Sejak mewabah di Afrika bulan Februari 2014, terdapat 729 korban meninggal dunia. Meskipun virus ebola dipastikan dapat menular melalui kontak langsung dengan darah atau sekret tubuh, dan feses, bagaimana dengan penularan melalui udara?

"Sehubungan dengan kemungkinan penyebaran Ebola melalui penerbangan internasional, memang pada akhir Juli ada seorang pekerja Liberia berinisial Mr PS (40) yang merupakan naturalisasi penduduk Amerika dan jatuh sakit ketika turun dari pesawat di Lagos Nigeria," terang Kepala Balitbangkes Kemenkes RI Prof Tjandra Yoga Aditama.

"Dia baru datang dari Liberia untuk merawat saudara perempuannya yang sakit Ebola. Kemudian, Mr PS meninggal 5 hari sesudah jatuh sakit," lanjut Prof Tjandra dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan dan ditulis pada Sabtu (2/8/2014).

Terkait meninggalnya Mr PS, ada 59 orang yang dievaluasi ketat karena diduga melakukan kontak dengan Mr PS. 59 Orang tersebut terdiri dari 15 petugas penerbangan dan 44 petugas RS. Dari 59 orang, surveilans bertambah menjadi 67 orang. Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 67 orang tersebut sejauh ini tidak tertular. 

Dikatakan Prof Tjandra, kasus Mr PS ini secara tidak langsung membuka mata dunia tentang kemungkinan penyebaran Ebola melalui penerbangan internasional. Meskipun diakui Prof Tjandra penularan ebola terjadi ketika ada kontak langsung dengan darah atau sekret tubuh atau feses pasien, tidak melalui udara. 

"Jadi kemungkinan penularan di dalam pesawat‎ relatif kecil tetapi tetap saja kewaspadaan perlu dijaga di pesawat yang datang dari negara terjangkit. Sudah ada petunjuk bagi crew pesawat dari negara terjangkit, seperti memisahkan orang yang mereka curigai, menggunakan sarung tangan, dan melapor ke bandara kedatangan," papar Prof Tjandra.

Ia menambahkan, beberapa gejala pasien ebola yakni demam, amat lemah, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, muntah, diare, rash di kulit, kerusakan ginjal dan hati serta perdarahan dalam tubuh. Maka, dikatakan Prof Tjandra dengan gejala-gejala seberat itu kecil kemungkinan seseorang dapat bepergian dengan pesawat udara

Sumber berita DetiHealth

Tuesday, July 29, 2014

Pakar VIRUS Ebola Terkena Ebola dan Meninggal

Pakar Virus Ebola Terkena Ebola dan Meninggal
bbc.com

Dokter yang memimpin perjuangan warga Sierra Leone untuk melawan wabah Ebola terburuk sepanjang sejarah, meninggal akibat virus tersebut pada Selasa (29/7). Menurut WHO, Ebola diyakini telah menewaskan 672 orang di Guinea, Liberia dan Sierra Leone sejak wabah ini dimulai pada Februari.

Dokter itu bernama Sheik Umar Khan. Ia disebut sudah mengobati lebih dari 100 pasien, mendampingi puluhan pekerja kesehatan lokal dan infeksi dari dua tenaga medis Amerika di negara tetangga Liberia, serta menyoroti bahaya yang dihadapi oleh staf yang mencoba untuk menghentikan penyebaran penyakit di seluruh Barat Afrika.

Dilansir dari Reuters, Rabu (30/7/2014), Khan (39) yang dipuji sebagai "pahlawan nasional" oleh Departemen Kesehatan, telah dipindahkan ke bangsal perawatan yang dijalankan oleh badan amal medis Medecins Sans Frontieres di ujung utara dari Sierra Leone. Dia meninggal hanya kurang dari seminggu setelah ia didiagnosis, dan tak lama sebelum Presiden Ernest Bai Koroma tiba untuk mengunjungi pusat perawatannya di timur laut Kailahun.

"Ini adalah kerugian besar dan tidak dapat diperbaiki bagi Sierra Leone karena ia adalah satu-satunya spesialis yang dimiliki negara ini dalam hal yang ada dalam viral hemorrhagic fevers," kata kepala medis, Brima Kargbo.

Ebola adalah penyakit menular yang belum ada obatnya. Penyakit ini memiliki gejala yang meliputi muntah, diare dan perdarahan internal dan eksternal. Tingkat kematian dari wabah saat ini adalah sekitar 60 persen meskipun Ebola dapat membunuh hingga 90 persen dari mereka yang menderitanya.

Sumber berita DetikNews