Showing posts with label Prabowo Subianto. Show all posts
Showing posts with label Prabowo Subianto. Show all posts

Tuesday, June 3, 2014

Bersanding di Acara FKPPI, Cipika Cipiki, Prabowo-Titiek Soeharto

 Bersanding di Acara FKPPI, Cipika Cipiki, Prabowo-Titiek Soeharto
detiknews.com
Capres Prabowo Subianto menghadiri deklarasi dukungan Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI). Di sana, Prabowo disambut oleh mantan istrinya Titiek Soeharto dengan salam tempel pipi alias cipika cipiki.

Prabowo datang ke acara yang dihelat di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (3/6/2014) pukul 18.25 WIB. Prabowo datang mengenakan pakaian khasnya, kemeja putih empat kantong dan kopiah hitam.

Eks Danjen Kopassus itu diberi tempat untuk duduk di depan. Saat menuju barisan kursi depan, dia disambut oleh mantan istrinya, Titiek Soeharto, yang mengenakan jaket loreng. Tak hanya menyalami, Prabowo dan Titiek cipika cipiki.

Sontak aksi mereka menuai respon dari orang-orang sekitarnya. Mereka menggoda Prabowo dan Titiek.

"Wah duduk berdua ini harus. Kalau begini saya jadi penghulu nih," kata seorang peserta acara.

Keduanya tersenyum tersipu menanggapi godaan tersebut. Prabowo dan Titiek lalu duduk berdampingan. Keduanya tampak malu-malu.

Apakah keduanya rujuk?

sumber: detiknews.com

Tuesday, May 20, 2014

Pintu kantor KPU Pecah Akibat Pendukung Prabowo Hatta Ingin Ikut Masuk Kantor KPU

 Pintu kantor KPU Pecah Akibat Pendukung Prabowo Hatta Ingin Ikut Masuk Kantor KPU
jakpro.id
Pendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memaksa ikut masuk ke dalam Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Akibatnya, pintu masuk KPU yang terbuat dari kaca pecah.

Pada pukul 14.00 WIB, Selasa (20/5/2014) Prabowo dan Hatta masuk ke dalam Kantor KPU. Puluhan pendukung yang mau ikut masuk ke dalam kantor tidak diperbolehkan oleh satpam. Adu mulut pun tak terelakkan.

"Jangan masuk, jangan masuk!" teriak satpam kepada para pendukung. Tetapi para pendukung itu tak mau mendengar.

"Buka dong pintunya, buka jalan!" kata massa pendukung memaksa.

Saat aksi dorong-dorongan, alat metal detector yang terpasang pun mau digeser namun tidak berhasil. Para pendukung lalu menerjang masuk sehingga memecahkan 1 dari 4 pintu Kantor KPU yang terbuat dari kaca.

Para pendukung lalu masuk dan memaksa naik ke tangga. Ada 6 orang pendukung yang tangannya berdarah akibat insiden ini. Mereka lalu dibawa ke klinik KPU.

Sumber berita DetikNews

Monday, May 19, 2014

Konsep Trisula, Dengan Menteri Utama Mungkinkah di Indonesia

Konsep Trisula, Dengan Menteri Utama Mungkinkah di Indonesia
dollsofindia.com
Meski tak diposisikan sebagai cawapres, namun Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie rela mengarahkan partainya ke Prabowo-Hatta. Rupanya Ical mendapatkan tawaran menarik.

Prabowo telah mengutarakan menawarkan posisi menteri utama bagi Ical yang gagal nyapres tersebut. Konsep menteri utama itu masih akan dikonsultasikan ke tim ahli hukum tata negara Prabowo. Namun bagi Ical, menteri utama itu powerfull seperti Perdana Menteri.

"Ya kalau di luar negeri itu namanya perdana menteri, di sini namanya menteri utama," kata Ical di Rumah Polonia, Jl. Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa (20/5/2014).

Ical dengan percaya diri mengungkap konsep yang ditawarkan Prabowo. Konsepnya adalah trisula, tombak bermata tiga.

"Kesepakatan kami dengan Gerindra, untuk Indonesia yang lebih baik tentu mendambakan semua kekuatan. Karena itu ada konsep trisula: Pak prabowo, Pak Hatta, dan saya," tutur Ical menerangkan deal koalisinya dengan Gerindra.

Tapi mungkinkan ada konsep seperti itu di Indonesia?

Sumber berita detikNews

Saturday, May 10, 2014

Apa Cerita Adik Prabowo Subianto Tentang Peristiwa 12 Mei 1998

Apa Cerita Adik Prabowo Subianto Tentang Peristiwa 12 Mei 1998
nasional.inilah.com

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo bercerita tentang posisi kakaknya saat 12 Mei 1998. Seperti apa?

"Saya mau bercerita, pada tanggal 12 Mei 1998 jam 6 sore, saya berada di rumah Prabowo. Saya baru sampai dari Vancouver, Kanada," ujar Hashim.

Hal ini disampaikan Hashim dalam pidatonya dalam acara deklarasi dukungan alumni Trisakti untuk Capres dari Gerindra, Prabowo Subianto, Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2014).

Hashim mengisahkan perjalanannya sore itu yang terhambat karena ada demo mahasiswa Trisakti. Sesampainya di rumah Prabowo, Hashim mengaku sempat melihat Rhoma Irama beserta istri keluar dari kediaman Prabowo di kawasan Menteng. Ketiganya lalu berkenalan.

Dalam kesempatan itu, Hashim juga sempat memberitahu Prabowo tentang kabar penembakan mahasiswa Trisakti.

"Dia (Prabowo) bilang merasa prihatin dan heran. Kok bisa ada korban. Karena dia dengar ada perintah polisi memakai peluru karet supaya tidak ada korban jiwa. Mungkin karena polisi berdekatan dengan perusuh sehingga terjadi korban jiwa," imbuhnya.

Hashim bercerita, saat itu dia tidak melihat Prabowo seperti seorang yang ikut waspada, memimpin, atau menjadi dalang operasi.

"Demi Allah, Demi Tuhan Yesus, saya yakin Prabowo bukan dalang perstiwa Mei 1998. Dia katakan berulang kali katakan pada keluarga dan orang tua kalau dia tidak terlibat. Kalau ada fitnah terhadap dia, saya dan keluarga jadi ikut sakit hati," kata Hashim.

 Sumber berita DetikNews