Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Wednesday, August 13, 2014

Bebas Visa ke Jepang Mulai Januari 2015 Bagi WNI

Bebas Visa ke Jepang Mulai Januari 2015 Bagi WNI 
bisniskeuangan.kompas.com
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengumumkan kabar gembira yang dibawa rekan sejawatnya, Menlu Jepang Fumio Kishida, saat keduanya bertemu di kantor Kemlu, di Pejambon, Jakarta, Selasa (12/8/2014).

”Kabar gembiranya, Pemerintah Jepang telah memutuskan memberi fasilitas bebas visa bagi warga negara Indonesia yang akan berkunjung ke sana. Kebijakan ini tentunya akan diikuti pula oleh Indonesia pada waktunya, yang akan memberikan fasilitas sama bagi warga negara Jepang,” ujar Marty.

Seusai pertemuan, Marty menyebut, fasilitas bebas visa itu mulai diberlakukan oleh pihak Jepang per Januari tahun 2015. Hingga saat ini, kata Marty, Indonesia baru menerapkan kebijakan bebas visa kepada setidaknya 13 negara, sembilan di antaranya adalah sesama negara anggota ASEAN.

Dengan kebijakan pembebasan visa dari pihak Jepang itu, lanjut Marty, tentunya pihak Indonesia juga akan menyiapkan kebijakan sama bagi warga negara Jepang.

Seperti diketahui, selama ini ada empat macam rezim kebijakan pemberian visa yang berlaku.

Pertama adalah pemberian visa dengan terlebih dahulu membutuhkan visa panggilan (calling visa). Kedua, pemberian visa melalui proses permohonan biasa. Ketiga, pemberian visa saat kedatangan (visa on arrival). Keempat, pembebasan visa.

Sumber berita Kompas.com

Tuesday, August 5, 2014

Cerita Sedih Dahsyatnya Akibat Ledakan Bom Hiroshima

Cerita Sedih Dahsyatnya Akibat Ledakan Bom Hiroshima
kidnesia.com
Masih melekat dalam ingatan Elzo Nomura betapa dahsyatnya ledakan bom Hiroshima. Saat itu, dia berada di basement dalam sebuah gedung yang jaraknya 170 meter dari tempat pusat ledakan bom. Suara gelegar bom langsung diikuti keheningan sunyi karena sebagian besar penduduk meninggal dunia. Tepatnya 140 ribu jiwa.

Nomura masih bisa hidup hingga usia 80 tahun. Namun para korban selamat lain tak demikian. Banyak cerita pilu yang masih mereka dapatkan, meski lolos dari maut saat pengeboman.

Para korban selamat itu disebut dengan julukan hibakusha, yang berarti 'orang yang terkena efek ledakan'. Jumlahnya cukup banyak. Rata-rata mereka terkena radiasi nuklir yang tak terhindarkan.

Hidup mereka cukup menderita. Sebab, tak sedikit yang mengalami cacat permanen dengan luka di tubuh yang tak bisa hilang. Sebagian korban lainnya terkena kanker. Ini tentu saja mempengaruhi kehidupan sosial mereka. Ada yang tak bisa lagi mendapat kerja, hingga urung menikah.

Salah satu korban selamat adalah warga Korea Selatan bernama Jongkeun Lee. Dia kala itu berada di Hiroshima dan masih berusia 17 tahun.

"Awalnya, semua berwarna kuning, lalu tiba-tiba berubah hitam, gelap," ucapnya seperti dikutip dari Global Post tahun lalu.

Dalam kondisi setengah telanjang, Lee berjalan di kegelapan tak lama setelah pengeboman berlangsung. Waktu itu, yang dia lihat hanya jasad-jasad orang terkena efek ledakan. Khusus Lee, dia menderita luka bakar di bagian wajah dan leher.

"Saya ingin bilang ke ibu: tolong bunuh saya saja," ujar Lee saking frustrasinya dengan luka-luka tersebut.

Kala itu, memang ada sekitar 80 ribu warga Korea Selatan tinggal di Hiroshima. Dikabarkan, 20 ribu di antaranya menjadi korban ledakan.

Sumber berita DetikNews

Tuesday, June 17, 2014

Pemerintah Jepang Mengumumkan Kebijakan Bebas Visa Bagi WNI

Pemerintah Jepang Mengumumkan Kebijakan Bebas Visa Bagi WNI
news.kitook.co.id
Pemerintah Jepang secara resmi mengumumkan kebijakan bebas visa bagi kalangan umum WNI pemegang paspor Republik Indonesia. Pengumuman bebas visa untuk kunjungan maksimum selama 15 hari ini disampaikan pemerintah Jepang di Tokyo. Pemberlakukannya paling cepat akhir 2014.

Secara resmi pengumuman ini disampaikan pada Selasa (17/6/2014). Dalam siaran pers KBRI Tokyo, disebutkan, kebijakan di atas hanya berlaku untuk WNI pemegang e-paspor (paspor yang memiliki IC/chip) sehingga dapat dibaca oleh sistem komputer keimigrasian Jepang untuk otentifikasi identitas pengguna.
Paspor itu juga sebelumnya harus didaftarkan ke Kedubes Jepang atau Konjen Jepang yang ada di Indonesia.

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, menyambut baik kebijakan pemerintah Jepang soal bebas visa itu. "Dalam pertemuan resmi dengan PM Abe sekitar dua bulan yang lalu, saya memang meyampaikan permohonan bebas visa itu. Hal yang sama juga disampaikan ke Sekjen Liga Parlemen Jepang-Indonesia," ujar Dubes Yusron.

Hingga akhirnya, lanjut Yusron, pemerintah Jepang telah mengambil langkah kongkrit tentang hal itu. Apalagi, mereka mengeluarkan kebijakan itu tanpa tuntutan timbal-balik (reciprocal) kepada pemerintah Indonesia. Walapun, mungkin ideal jika kita melakukan hal yang sama terhadap WN Jepang.

Tanggal resmi pemberlakukan bebas visa di atas memang masih ditunggu. Tapi dengan adanya pengumuman resmi tadi, hal ini mengisyaratkan bahwa pemberlakuan bebas visa itu sudah semakin dekat. Sumber pemerintah Jepang sendiri menyebutkan, kebijakan ini diharapkan mulai berlaku sebelum tahun 2014 berakhir.

"Dalam penjelasannya, pemerintah Jepang menyebutkan bahwa untuk WNI yang masih menggunakan paspor tanpa IC/chip, mereka tetap harus memiliki visa untuk berkunjung ke Jepang. Hanya saja, dalam hal ini pemerintah Jepang akan mempermudah persyaratan aplikasi visanya, terutama untuk perjalanan secara berkelompok seperti halnya grup tur yang dikelola oleh biro perjalanan," terang KBRI Tokyo.

Menarik dicatat bahwa kebijakan bebas visa untuk kalangan umum WNI di atas akan diberlakukan pemerintah Jepang mendahului pemberlakukan untuk WNI pemegang paspor dinas atau paspor diplomatik. Untuk paspor dinas atau diplomatik, pembahasannya sedang berlangsung dan diharapkan akan segera dapat diberlakukan juga.

Sumber Berita DetikNews

Sunday, May 25, 2014

Tim Thomas Jepang Juara Piala Thomas, Piala Thomas dan Uber 2014

Tim Thomas Jepang Juara Piala Thomas, Piala Thomas dan Uber 2014
Kejuaraan bulu tangkis beregu putra dunia Piala Thomas 2014 melahirkan juara baru dengan tampilnya Jepang yang berhasil meraih trofi tersebut di New Delhi, India, setelah pada babak final Minggu malam mengalahkan Malaysia 3-2.

Jepang untuk pertama kalinya meraih lambang supremasi bulu tangkis beregu putra itu, yang sebelumnya hanya tiga negara yang pernah menjadi juara yakni Indonesia, Malaysia dan Tiongkok.

Kemenangan Jepang dalam Piala Thomas 2014 yang berlangsung di India 18-25 Mei ini bukan sebuah kebetulan, karena mereka memiliki kekuatan cukup merata baik di nomor tunggal maupun ganda.

Kekuatan tersebut sudah dibuktikan ketika di semifinal mereka mampu menaklukkan juara bertahan Tiongkok 3-0.

Pertandingan final Jepang-Malaysia di arena Siri Fort Sports Complex, New Delhi, berlangsung ketat.

Suporter masing-masing tim turut menyemarakkan pertandingan tersebut.

Pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei merebut partai pertama untuk Malaysia dengan mengalahkan andalan Jepang Kenichi Tago 21-21, 21-16.

Lee Chong Wei menunjukkan kelasnya sebagai pemain nomor wahid dunia saat ini, dengan pukulan-pukulan akurat dan permainan net yang membuat pengembalian Tago sering menyangkut di jaring.

Tago, peringkat empat dunia, mencoba mengimbangi pada game kedua dan sempat memimpin di angka 13 sebelum Chong Wei bangkit lagi untuk menang 21-16.

"Saya memang menargetkan memenangi pertandingan ini. Saya harap bisa memotivasi teman-teman berikutnya," kata Chong Wei usai pertandingan itu.

Chong Wei mengakui Tago lawan yang tangguh,sehingga sejak awal ia tetap fokus. "Saya tahu dia cukup kuat, apalagi pada babak kedua saya sempat ketinggalan," katanya.

Pada partai kedua ganda putra Malaysia Boon Heong Tan/Thien How Hoon, yang sehari sebelumnya menaklukkan Hendra Setiawan/Ahsan, kembali tampil semangat dan sempat menyulitkan pasangan Jepang Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo, peringkat tiga dunia.

Pasangan Malaysia sempat merebut game pertama 21-12.

Namun dua game berikutnya dimenangi Hayakawa/Endo melalui pertarungan ketat 21-17, 21-19.

Kemenangan ganda pertama tersebut membuat Jepang berada di atas angin, karena pada partai-partai berikutnya pemain Jepang rata-rata berperingkat lebih tinggi dari pemain Malaysia.

Hal tersebut juga dibuktikan oleh Kento Momota (peringkat 14 dunia) yang pada partai ketiga menaklukkan pemain Malaysia berperingkat 20 Chong Wei Feng 21-15, 21-17.

Kejutan terjadi ketika pasangan Malaysia Shem Goh/Wee Kiong Tang yang di atas kertas prestasinya di bawah Keigo Sonoda/Takeshi Kamura, berhasil mengalahkan pasangan Jepang itu dengan skor 19-21, 21-17, 21-12. Skor menjadi imbang 2-2.

Pada partai penentuan, berhadapan tunggal ketika Jepang Takuma Ueda (peringkat 25) melawan Daren Liew yang peringkatnya jauh di bawahnya .

Liew yang dalam peringkat BWF masih di urutan 66, ternyata dapat memberikan perlawanan dan memaksa lawannya main dalam tiga game.

Setelah kalah 12-21 di game pertama, Liew yang terlihat tidak patah semangat, membalasnya di game kedua dengan skor 21-18.

Melalui pertarungan menegangkan, Ueda akhirnya memenangi pertandingan game ketiga 21-17 , sekaligus mencatatkan Jepang untuk pertama kalinya menjuarai Piala Thomas, turnamen yang sudah diadakan sejak 1948 itu.

Hasil pertandingan final Piala Thomas, Minggu:

Jepang 3 - Malaysia 2

Kenichi Tago - Lee Chong Wei 12-21, 16-21

Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo - Boon Heong Tan/Thien How Chong 12-21, 21-17, 21-19

Kento Momota - Chong Wei Feng 21-15, 21-17

Keigo Sonoda/Takeshi Kamura - Shem Goh/Wee Kiong Tan 21-9, 17-21, 12-21

Takuma Ueda - Daren Liew 21-12, 18-21, 21-17.

sumber, antaranews.com

Tuesday, April 15, 2014

Akankah ?, Indonesia Bebas Visa Ke Jepang Tahun 2014 Mendatang

Akankah ?, Indonesia Bebas Visa Ke Jepang Tahun 2014 Mendatang
j-cul.com
Setelah Thailand dan Malaysia bebas visa sejak Juli 2013, kini giliran Indonesia, Filipa dan Vietnam akan bebas Visa Wisata ke Jepang. Hal itu akan diputuskan parlemen Jepang pada Juni mendatang apabila semuanya berjalan lancar.

Pihak koalisi Jepang sedang menggodok usulan bebas visa tersebut saat ini, dan diharapkan Juni nanti akan ada keputusan. Demikian sumber Tribunnews.com di pemerintahan Jepang Selasa (15/4/2014) sore mengungkapkan.

Upaya ini untuk meningkatkan jumlah wisatawan masyarakat Asia khususnya ke Jepang. Sementara wisatawan Indonesia saja tahun lalu ke Jepang hampir 140.000 orang.
Jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang meningkat tinggi. Per Februari 2014 lalu jumlahnya naik 31,7 persen dibandingkan Februari tahun lalu. Jumlahnya menjadi 6.500 orang selama Februari 2014. Sedangkan jumlah wisatawan Indonesia selama tahun 2013 sebanyak 136.797 orang atau kenaikan 34,8 persen dibandingkan tahun 2012.

"Kita ingin menargetkan juga wisatawan Muslim dari Indonesia agar bisa semakin banyak masuk ke Jepang karena banyak obyek wisata dapat dinikmati kalangan muslim di Jepang dan sudah dipersiapkan oleh kalangan industri pariwisata Jepang pula menyambut mereka," papar sumber itu lagi.
Jumlah wisatawan ditargetkan sedikitnya 20 juta orang menyambut Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.
Apabila disahkan Juni mendatang setidaknya tiga bulan kemudian bisa dilaksanakan berarti September mendatang wisatawan Indonesia bisa bebas masuk ke Jepang dengan mudah selama satu bulan (minimal).
Kita lihat saja semoga rencana ini berjalan sesuai yang kira harapkan semua, sehingga semakin mudahlah komunikasi antara kedua negara ini Indonesia dan Jepang.

TRIBUNNEWS.COM