Showing posts with label Tidur. Show all posts
Showing posts with label Tidur. Show all posts

Sunday, August 31, 2014

Beberapa Alasan Orang Berusia Lanjut Tidur Lebih Sedikit

Beberapa Alasan Orang Berusia Lanjut Tidur Lebih Sedikit
health.kompas.com

Kesulitan tidur dapat dipengaruhi banyak hal, salah satu yang paling umum adalah penuaan. Semakin tua seseorang, maka jam tidur akan semakin sedikit.

Banyak alasan yang menyebabkan sulit tidur, misalnya konsumsi obat-obatan, tekanan psikologi, pensiun, dan sekadar premis "makin tua, tidur makin berkurang".

Namun studi terbaru dari Pusat Kesehatan Beth Israel Deaconess dan Universitas Toronto menemukan pengaruh saraf pada berkurangnya jam tidur para lansia. Ada sekelompok saraf bernama nukleus bentrolateral preoptic, yang mengatur pola tidur normal. Saraf ini perlahan 'mati' seiring bertambahnya usia.

"Semakin banyak sel yang tidak aktif karena penuaan, semakin sulit seseorang untuk tidur," kata Clifford Saper, M.D., Ph.D., ketua riset dan ketua ahli saraf di pusat kesehatan tersebut.

Saper mencatat bahwa orang berusia 70 tahun tidur 1,5 jam lebih singkat dibanding pada mereka yang berusia 20 tahun.

"Mereka tidak merasa sudah beristirahat. Mereka bangun karena tidak bisa tidur lagi, tapi mereka tetap merasa kelelahan sepanjang harinya. Ini digolongkan sebagai kondisi insomnia kronis," kata Saper.

Penemuan ini dapat menjadi pedoman sehingga penelitian selanjutnya bisa fokus pada saraf tersebut, tanpa menganggu fungsi lain seperti keseimbangan tubuh. Pasalnya, ada beberapa pengobatan tidur yang menganggu fungsi saraf lainnya.

Penelitian pertama Saper tentang hubungan saraf dan sulit tidur diujikan kepada tikus. Hasilnya, hewan yang tidak memiliki saraf  nukleus bentrolateral preoptic tersebut mengalami insomnia parah.

Kemudian, ketika diuji pada 1.000 orang yang pernah mengikuti tes ingatan dan penuaan pada 1997, saat responden berusia 65 tahun dan masih sehat. Peserta diwajibkan menggunakan perangkat menyerupai jam selama 7-10 hari, setiap dua tahun. Jam tersebut berfungsi untuk mencatat pergerakan mereka. Setelah meninggal, sebagian responden tersebut setuju untuk menyembungkan otak mereka untuk penelitian.

Saper menguji 45 buah otak, hasilnya semakin sedikit saraf yang dimiliki seseorang, semakin terganggu tidur orang tersebut. Otak dengan jumlah saraf terbesar (sekitar 6.000) dimiliki orang yang tidur lebih lama dan tidak terganggu.

Hubungan ini pun diketahui juga terjadi pada kematian karena penyakit Alzheimer. "Penemuan ini mengejutkan karena ternyata penderita Alzheimer kehilangan saraf-saraf ini dengan sangat cepat," kata Saper. "Yang paling sedikit sarafnya, paling terganggu tidurnya," ujarnya.

Penderita Alzheimer sering mengalami gangguan tidur, seperti tidur berjalan. Saper berharap, penemuan Alzheimer ini dapat menjadi kunci untuk mengetahui cara membuat penderitanya tetap dapat tenang di rumah dengan keluarga.

"Bila kita dapat mengembangkan pengobatan untuk Alzheimer terkait kesulitan tidur mereka tanpa harus meningkatkan risiko terjatuh, mereka dapat dirawat di rumah saja," jelasnya.





Sumber berita Kompas.com

Friday, February 28, 2014

Enam Kebiasaan Yang Dapat Mengganggu Pola Tidur


Enam Kebiasaan Yang Dapat Mengganggu Pola Tidur
Kesehatan dan performa kerja yang baik dapat diperoleh dengan mudah jika tidur seseorang berkualitas. Sebaliknya, kurang tidur atau bahkan insomnia hanya akan mendatangkan musibah bagi orang yang kerap melakukannya.


Agar bisa dihindari, setiap orang perlu tahu tentang enam kebiasaan yang dapat mengganggu pola tidur seseorang, adalah berikut ini.


1. Ketiduran di depan TV
Cahaya buatan yang terpancar dari TV-lah yang membuat seseorang terus terjaga. Selain itu paparan 

cahaya ini menunda produksi melatonin, hormon pendorong rasa kantuk.



Solusi: Satu jam sebelum tidur, mandi air hangat dan lakukan aktivitas ringan di bawah cahaya lampu kamar yang temaram, seperti meditasi atau membaca buku. Tapi bukan membaca atau mengetik di komputer ya.


2. Tidur dengan peliharaan
Meski dapat menguatkan ikatan antara hewan peliharaan dengan pemiliknya, namun Robert Oexman, DC, direktur Sleep to Live Institute, AS mengatakan hewan ini akan membuat pemiliknya tak begitu bisa tidur nyenyak.



"Masalahnya hewan memiliki ritme kikardian yang berbeda dengan manusia. Mereka tidur sepanjang hari dan mereka banyak bergerak ketika tidur. Diakui atau tidak, ini akan mengganggu kemampuan Anda untuk mendapatkan tidur lelap yang dibutuhkan," terang Oexman.


Solusi: Jika sudah terlanjur terbiasa, latihlah kucing atau anjing Anda agar tidur di kasurnya sendiri dengan cara seperti ini. Selama dua minggu, letakkan kucing atau anjing Anda di luar kamar atau kembalikan ke kandangnya. Jika ia bisa tidur nyenyak di situ, pindahkan kandangnya ke kamar Anda selama dua minggu. Setelah itu, cobalah biarkan kucing atau anjing tidur di kasurnya sendiri.


3. Olahraga menjelang jam tidur
Berolahraga intens sebelum tidur akan memberi efek yang sama seperti ketika Anda demam lalu tak bisa tidur nyenyak, karena sama-sama meningkatkan suhu inti tubuh.



Solusi: Usahakan tidak berolahraga tiga jam sebelum tidur, sehingga ketika berbaring, suhu tubuh dalam keadaan normal. Jaga agar suhu kamar tidur juga berkisar antara 14-18 derajat Celcius karena ini merupakan temperatur kamar yang ideal untuk tidur.


Jika ini terlalu dingin, sediakan selimut dan pastikan kepala Anda terkena pendingin udara untuk membantu mengatur suhu tubuh Anda.


4. Kebanyakan minum
Ini akan membuat Anda kerap terbangun di malam hari untuk buang air kecil, apalagi jika yang diminum adalah kopi atau teh yang bersifat diuretik sekaligus stimulan.



Solusi: Berhenti mengonsumsi minuman berkafein saat makan siang dan minuman lainnya minimal tiga jam sebelum tidur, kecuali Anda mengidap gangguan prostat, sleep apnea atau otot pinggul yang lemah karena pengidap ketiga gangguan ini kerap buang air kecil di malam hari.


5. Makan yang berat-berat
Bila Anda mencoba tidur setelah mengonsumsi makanan berlemak, kemungkinan Anda akan merasakan ketidaknyamanan akibat asam perut yang 'bocor' dari kerongkongan sehingga membuat Anda sulit tidur.



Solusi: Kalau bisa usahakan makan terakhir Anda sebelum tidur adalah 2-3 jam sebelum Anda naik ke kasur. Kalaupun Anda ingin ngemil sebelumnya, pilihlah camilan yang kaya karbohidrat saja karena menurut Dr Oexman ini merangsang produksi melatonin.


6. Anggap mendengkur itu hal biasa
Jika sudah terbiasa mendengarnya, mungkin orang takkan mempermasalahkan hal ini. Padahal dengkuran dikategorikan sebagai gangguan tidur nomor satu, bahkan bisa memekakkan telinga pasangan yang tidur sekamar. Lagipula mendengkur identik dengan gangguan kesehatan tertentu.



Solusi: Bagi orang yang punya kebiasaan mendengkur disarankan untuk menurunkan berat badan, memindah posisi tidur atau mengonsumsi dekongestan, terutama jika Anda terserang flu. Dr Oexman juga merekomendasikan mouthguard, yaitu salah satu cara non-invasif untuk membuka saluran pernapasan ketika tidur sehingga mencegah ngorok.

Bila masih membandel, tanyakan pada dokter untuk mengetahui apakah penyebab kebiasaan mendengkur tersebut

Sumber Detikhealth