Showing posts with label kesehatan ginjal. Show all posts
Showing posts with label kesehatan ginjal. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Penelitian Menegaskan Minuman Bersoda Dapat Merusak Ginjal

Penelitian Menegaskan Minuman Bersoda Dapat Merusak Ginjal
alimoel.wordpress.com
Riset terbaru di Kementerian Kesehatan kembali menegaskan bahaya minuman bersoda. Konsumsi soda berlebihan, yakni secara rutin dalam jangka panjang bisa merusak ginjal. Tapi seberapa banyak untuk dikatakan terlalu banyak?
Sebuah penelitian pernah dilakukan di Osaka University, Jepang. Lebih dari 8.000 karyawan universitas dilibatkan, seluruhnya mempunyai fungsi ginjal yang masih normal di awal penelitian. Dalam pengamatan selama 3 tahun, 10 persen partisipan yang mengonsumsi 2 kaleng soda tiap hari mengalami proteinuria.
Di dunia medis, proteinuria berarti ada protein dalam kadar yang tinggi dalam urine atau air kencing. Adanya protein yang tidak normal tersebut menunjukkan fungsi ginjal sebagai filter atau penyaring tidak berjalan sebagaimana mestinya, sekaligus menunjukkan risiko penyakit ginjal kronis.
Tidak diketahui pasti bagaimana soda bisa berpengaruh pada fungsi ginjal. Namun para ilmuwan menduga, hal itu berkaitan dengan kandungan gula dalam minuman yang juga populer dengan sebutan soft drink tersebut.
"Stres oksidatif dan inflamasi yang dipicu oleh fruktosa, gula yang lebih aktif dari glukosa, mungkin punya peran penting," kata sang peneliti, Ryohei Yamamoto, PhD yang merupakan ahli ginjal dari Osaka University.
Hasil awal studi Kasus Kontrol Penyakit Ginjal Kronis Badan Litbangkes Tahun 2014 menunjukkan bahwa konsumsi minuman berkarbonasi lebih dari sekali tiap hari selama beberapa tahun bisa meningkatkan risiko Penyakit Ginjal Kronis atau Gagal Ginjal.
"Kemungkinan untuk menderita Penyakit Ginjal Kronis atau gagal Ginjal adalah sebesar 6,45 kali dibanding dengan orang yang tidak minum minuman berkarbonasi," tulis Prof Tjandra dalam rilisnya, seperti dikutip Minggu (11/1/2015).

Sumber berita DetikHealth

Thursday, December 11, 2014

Mengapa Kaum Pria Lebih Banyak Terkena Batu Ginjal

Mengapa Kaum Pria Lebih Banyak Terkena Batu Ginjal
gejalapenyakitmu.blogspot.com
Penyakit batu ginjal yang merupakan bentuk kristalisasi urine merupakan salah satu penyakit yang umum ditemukan di sistem saluran urine. Meski umum, namun pria dikatakan oleh spesialis urologi lebih rentan terkena daripada wanita.
dr Sigit Solihin, SpU, dari RSU Bunda Jakarta, mengatakan lebih dari separuh pasien batu ginjal adalah pria. Beberapa alasan seperti pengaruh hormon, fisik, dan intensitas aktivitas dikatakan dr Sigit sebagai penyebab batu ginjal lebih sering muncul di pria.
"Jadi bedanya antara laki-laki dengan perempuan itu pada perempuan hormonnya dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal meski tidak seratus persen, kira-kira begitu," kata dr Sigit ketika ditemui pada jumpa pers di RSU Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2014).
Saluran kemih pria yang lebih sempit dari perempuan juga dikatakan oleh dr Sigit membuat batu ginjal menjadi lebih sering tersumbat sehingga menyebabkan masalah. Ia mengatakan batu ginjal sebenarnya bisa tidak ada gejala dan menimbulkan komplikasi jika keluar dari tubuh secara lancar.
Masalahnya, aktivitas sehari-hari pria dikatakan oleh dr Sigit lebih intens sehingga lebih mudah terserang dehidrasi. Akibat dehidrasi urine menjadi lebih pekat dan batu ginjal yang terbentuk bisa menjadi lebih besar dari saluran kemih.
"Laki-laki sebagian besar lebih aktif dibanding perempuan. Lebih banyak dia terpapar sinar matahari bekerja di luar sehingga dehidrasi," papar dr Sigit.
Untuk mencegahnya dr Sigit menyarankan agar selalu menjaga kadar cairan dalam tubuh. Dalam sehari ia menyarankan agar meminum 2 sampai 3 liter air dan dijaga minumnya meski tidak merasa haus.
"Terutama di tempat AC karena dingin orang jadi tidak merasa haus padahal tubuhnya dia dehidrasi," tutup dr Sigit.

Sumber berita DetikHealth

Friday, November 21, 2014

Menjaga Kesehatan Ginjal dengan Mengurangi Garam

Menjaga Kesehatan Ginjal dengan Mengurangi Garam
satelitnews.co
Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang penting dan perlu dijaga kesehatannya. Tak selalu sulit, ringankan beban ginjal dengan cara mengurangi asupan garam berlebihan.
Hasil dari sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa terlalu banyak garam dalam diet sehari-hari membuat seseorang mengalami peningkatan risiko untuk terkena masalah ginjal.
Ya, para peneliti menemukan bahwa asupan tinggi natrium (rata-rata hari 4,7 gram sehari) berhubungan dengan peningkatan risiko ketergantungan cuci darah di kemudian hari.
Dikutip dari Huffington Post, Jumat (21/11/2014), terlalu banyak konsumsi garam natrium juga bisa meningkatkan tekanan darah, yang berujung pada kerusakan fungsi ginjal.
"Temuan kami memperjelas pentingnya mengatur pola makan sehat, termasuk komposisi bumbu-bumbunya. Tidak dapat dipungkiri konsumsi makanan yang sehat dapat melindungi ginjal dari kerusakan di masa depan," kata Andrew Smyth dari National University of Ireland, Galway.
Selain mencegah penyakit pada ginjal, menjaga asupan garam tetap sedikit dan tak berlebihan juga dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Menurut Smyth cara ini merupakan langkah yang paling mudah bagi Anda untuk tetap sehat.
Temuan ini dikonfirmasi oleh studi terpisah yang menemukan bahwa mengurangi asupan garam mengurangi albuminuria. Kondisi ini terjadi di mana ada kelebihan protein dalam urine, yang merupakan ciri khas dari disfungsi ginjal.
Dalam penelitian yang melibatkan 120 desa di Tiongkok tersebut, para peneliti menganalisis hasil dari program pengurangan sodium selama 18 bulan lamanya. Studi yang dipimpin oleh Meg Jardine dari The George Institute for International Health, Australia, dan rekan-rekannya mengungkapkan bahwa individu yang mengurangi asupan sodium mengalami penurunan risiko albuminuria sebanyak 33 persen.
Sumber berita DetikHealth