Showing posts with label Beras. Show all posts
Showing posts with label Beras. Show all posts

Sunday, November 9, 2014

Cara Memilih Beras yang Berkualitas Bagus

Cara Memilih Beras yang Berkualitas Bagus

Beragamnya varietas padi yang tumbuh di Indonesia membuat konsumen bisa memilih jenis, sifat, dan mutu beras sesuai yang dikehendaki dan juga sesuai dengan daya beli. Meski begitu, memilih beras sebaiknya jangan asal putih dan pulen saja. 

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah beras yang diberi pewarna putih kimia seperti zat klorin. Dengan mengenali ciri fisik beras berkualitas, sebenarnya kita bisa membedakan beras yang warna putihnya tidak alami.

"Pada dasarnya tidak sulit membedakannya, antara lain dari baunya yang tajam. Kita juga perlu curiga kalau warna berasnya putih sekali atau putih pucat. Beras yang bagus putihnya alami dan tampak mengkilat," kata Prof.Djoko Said Damardjati dari Pusat Riset dan Pengembangan Tanaman Pangan Bidang Litbang Pertanian, dalam acara diskusi yang diadakan oleh PT.TPS Food di Solo, Selasa (4/11/14).

Pemakaian klorin, menurut Djoko, biasanya dilakukan oleh petani atau pedagang yang nakal untuk mengakali beras yang sudah apek atau jelek. "Mereka mencampurkan klorin saat beras digiling," katanya.

Beras yang berkualitas ditentukan oleh dua hal, yakni kualitas beras, misalnya bentuk fisik beras, kadar air, panjang beras, dan kualitas gilingannya. Produk beras yang bagus biasanya hanya memiliki sedikit beras patah dan juga kotoran seperti batu.

Selain itu, beras yang berkualitas juga bisa kita nilai dari mutu nasi, yakni rasanya setelah dimasak. Sebagian besar orang yang tinggal di Pulau Jawa pada umumnya menyukai beras yang pulen, sementara di wilayah Sumatera lebih menyukai yang sedikit pera. 

Yang menarik, ternyata banyak orang yang ingin mendapatkan beras yang bagus dan pulen tapi kurang memerhatikan kualitas. 

"Dari survei kami, ternyata ibu-ibu kurang memikirkan kualitas beras saat membeli beras, tetapi mereka sangat memerhatikan kualitas air yang dimasak. Biasanya air yang dipakai untuk masak besar adalah air galon," kata Chris Oey, Marketing Director Beras Cap Ayam Jago, dalam acara yang sama.

Padahal, lanjut Chris, untuk mendapatkan nasi yang enak, tentu bahan bakunya, yakni beras itu sendiri, harus yang bermutu.

Salah satu cara untuk mengetahui beras yang kita beli terjamin mutunya, bisa dilihat pada kemasan. Produk yang sudah memiliki label SNI (standar nasional Indonesia) mutunya lebih terjamin.

Sumber berita Kompas.com

Friday, February 21, 2014

Unjuk Rasa Ribuan Petani di Thailand 2014, Terkaid Masalah Subsidi Beras yang Kontroversial


Unjuk Rasa Ribuan Petani di Thailand, Terkaid Masalah Subsidi Beras yang Kontroversial

Marah karena tidak mendapat bayaran atas produksi beras mereka, ribuan petani di Thailand menggelar unjuk rasa besar-besaran. Uniknya, para petani ini berunjuk rasa sambil mengendarai traktor mereka dan melakukan konvoi di jalanan.


Unjuk rasa ini terkait dengan subsidi beras yang kontroversial di Negeri Gajah Putih tersebut. Para petani ini bahkan mengancam akan melakukan konvoi ke bandara utama Bangkok. Hal ini semakin menambah tekanan bagi Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra yang terus didesak mundur oleh demonstran antipemerintah.



Program subsidi beras merupakan kebijakan populis yang dicetuskan oleh mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra yang juga kakak laki-laki Yingluck. Kebijakan ini telah memecah rakyat Thailand dalam beberapa waktu tahun terakhir. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (21/2/2014).



Tidak diketahui pasti apa yang akan dilakukan ribuan petani ini di bandara dan berapa lama mereka akan berkumpul di sana. Namun di sisi lain, konvoi ribuan petani ini membuka kenangan lama tahun 2008 lalu ketika demonstran anti-Thaksin memblokir bandara Bangkok.



"Kami masih belum tahu pasti di mana kami akan mendirikan tenda, tapi kami tidak akan meninggalkan ibukota hingga kami mendapat bayaran atas setiap butir beras yang terjual," terang mantan anggota parlemen Thailand, Chada Thaiseth yang ikut serta dalam unjuk rasa.



Media setempat melaporkan bahwa para petani berharap bisa berdialog dengan PM Yingluck. Mereka memberi waktu kepada Yingluck hingga tengah hari sebelum akhirnya melakukan konvoi ke bandara Bangkok.



Program subsidi beras ini sangat penting bagi para pendukung PM Yingluck yang ada di kawasan miskin di Thailand bagian utara dan timur laut. Subsidi ini menjamin para petani mendapatkan harga jual beras di atas harga pasar. 



Namun kebijakan ini telah memicu kemarahan kelompok antipemerintah. Menurut oposisi, kebijakan ini memicu korupsi, menguras anggaran negara dan menyebabkan menumpuknya persediaan beras yang tak bisa dijual.

Thursday, February 20, 2014

PERATURAN IMPOR BERAS DIPERKETAT


PERATURAN IMPOR BERAS DIPERKETAT

Pasca kasus temuan beras impor ilegal asal Vietnam, pemerintah mulai memperketat prosedur pengajuan izin impor beras khusus atau premium. 


Dampaknya banyak importir beras yang awalnya sudah mengajukan kuota impor beras, kini justru mengundurkan diri. Kini status beras impor jenis khusus dan premium diubah dari risiko rendah menjadi berisiko tinggi. 


"Sudah ada importir mengajukan impor beras tahun ini tetapi banyak juga yang mengundurkan diri, nggak tahu mungkin sedang diverifikasi. Yang jelas saya dapat laporan dari staf yang sudah mengajukan (impor beras khusus) malah mengundurkan diri. Rambu-rambunya sudah mulai diperketat," ungkap Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Emilia Harahap saat ditemui di Kantor Pusat Kantor Kementerian Pertanian di Ragunan Jakarta, Rabu (19/02/2014).


Ia mengakui ada kelemahan dalam prosedur impor beras khusus maupun premium selama ini. Emilia mengatakan pemerintah saat ini sibuk untuk memperbaiki dan menutupi kelemahan.


"Yang jelas sekarang kita menyadari adanya kelemahan di sistem-sistem dan itu panjang prosesnya misalnya Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) sedang direvisi dan tim antar Kementerian sedang intensif (melakukan perbaikan)," imbuhnya.


Salah satu perbaikan yang dilakukan selain merevisi Permendag, juga ada upaya memverifikasi ulang semua importir beras yang ada. Menurut catatan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ada 200 lebih perusahaan yang terdaftar sebagai importir beras.


"Importir itu nantinya sedang diverifikasi semua importir itu. Ada kecenderungan NPIK (Nomor Pengenal Importir Khusus) menjadi IT (Importir Terdaftar) teknisnya itu seperti apa di Kementerian Perdagangan. Yang jelas kalau dia nanti IT betul-betul diihat dan diverifikasi betul di lapangan. Nah itu memerlukan waktu dan nggak bisa besok selesai," jelasnya.