Showing posts with label DKI-Jakarta. Show all posts
Showing posts with label DKI-Jakarta. Show all posts

Sunday, April 13, 2014

Bangku Bangku Taman Cantik di Jakarta Mulai Dirusak Tangan Tangan Jail

Bangku Bangku Taman Cantik di Jakarta Mulai Dirusak Tangan Tangan Jail
suara.com
Coba tunjuk satu saja fasilitas umum di Jakarta ini yang tidak kena korban tangan-tangan jahil. Mulai dari coretan-coretan liar di jembatan dan flyover. Kini bangku taman cantik di sepanjang Jl Jenderal Sudirman menjadi korban lebih sadis, digergaji hingga tak berfungsi!

Bangku-bangku taman di sepanjang Jl Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin ini digagas oleh Gubernur DKI Jokowi. Jokowi saat itu tak memakai anggaran APBD DKI untuk mengadakan bangku taman itu, melainkan mencari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang ingin menyumbang.

Saat itu, Jokowi menerima sumbangan dari rekannya yang berprofesi sebagai pengusaha di Solo, Haji Salamun. Hal ini berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Pertamanan saat itu, Widoyo Dwiyono. Menurutnya, bangku taman itu diperintahkan dipasang sebelum ulang tahun Jakarta ke-486 pada 22 Mei 2013 lalu. Di kawasan itu memang akan melintas karnaval Ultah DKI.

Bangku taman tersebut didatangkan langsung dari Solo sejak hari Minggu, 16 Juni sore dan baru tiba di Balaikota DKI Hari Senin 17 Juni malam. Bangku ini adalah hasil sumbangan dari UD Buana Jaya milik Hj Salamun. Haji Salamun diketahui menyumbangkan 344 bangku. 

"Ini dari perusahaannya Haji Salamun. Temannya Pak Jokowi di Solo. Pekerjanya juga didatangkan dari Solo untuk merakit bangku tersebut," terangnya saat diwawancara Kamis, 20 Juni 2013 lalu. 

Tak berhenti sampai disitu, selanjutnya ada 1.000 bangku taman lagi yang akan didatangkan lagi. "Katanya akan ada 1.000 unit lagi yang akan masuk," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Widiyo Dwiyono Budi saat dihubungi, Minggu, 28 Juli 2013 lalu.

Widiyo mengatakan bangku taman tersebut adalah sumbangan CSR sebuah perusahaan. Namun, masuknya bantuan ini bukan melalui Dinas Pertamanan melainkan langsung ke Jokowi. "Rencananya dari CSR perusahaan. Masuknya bukan dari Dinas karena kami diperintahkan sama Pak Gub untuk rancangan lokasinya," lanjutnya.

Beberapa jalan yang dipasangi bangku taman tersebut yakni sepanjang Sudirman - MH. Thamrin - Medan Merdeka - Kebon Sirih - Ridwan Rais - Taman Suropati - BKT dan Waduk Pluit. Pemprov DKI juga merencanakan bangku-bangku tersebut ditempatkan disejumlah jalan besar di Jakarta seperti Jl Gajah mada, Jl Majapahit, Jl Pemuda, seputar Senayan dan beberapa tempat keramaian yang sering dilalui masyarakat. 

Beberapa saat setelah bangku itu dipasang, kondisi di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin makin tampak cantik seperti di luar negeri. Warga yang pulang kantor misalnya, tak perlu jauh-jauh jalan ke halte bus, cukup duduk di bangku taman yang banyak tersedia. Atau bila warga kelelahan berjalan atau sejenak ingin menikmati suasana jalan protokol itu, bangku taman cantik itu cukup ideal menjadi persinggahan.

Namun sayang, bangku taman itu tak luput pula dari aksi perusakan seperti halnya corat-coret liar di fasilitas umum lain. Contohnya, bangku taman yang terletak di Dukuh Atas, besi penyangganya yang sebelah digergaji sehingga bangku itu tak bisa diduduki lagi. 

"Kita sudah inventarisir total ada 12 yang besinya hilang," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar kepada detikcom, Senin (14/4/2014). 

Nandar mengatakan ada 545 bangku taman yang ada di Jakarta. Jumlah besi bangku taman yang hilang di Jalan Sudirman ada 7 buah dan di Jalan Gatot Subroto ada 5 buah. "Kita terus awasi namun pencurinya belum tertangkap," katanya. 

Jadi, mau sampai kapan fasilitas umum di ibu kota yang mencerminkan wajah Indonesia ini terus

digerayangi tangan jahil dan maling?


Sumber berita DetkNews

Monday, March 10, 2014

Kebakaran di Hotel Sahid Jakarta: Asap Sempat Masuk Kamar

Kebakaran di Hotel Sahid Jakarta: Asap Sempat Masuk Kamar
 
www.sahidhotels.co.id

Kebakaran melanda salah satu lorong Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Senin (10/3/2014) petang ini. Akibat kebakaran itu, tak sedikit pengunjung hotel yang berhamburan ke luar hotel. Sebagian besar pengunjung hotel yang dievakuasi menggunakan kaus berwarna oranye dan bertuliskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ternyata, mereka adalah pegawai BNPB yang sedang menginap untuk mengikuti rapat koordinasi (rakor).

Salah seorang pegawai BNPB dari Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Ahmad Khoirur (33), mengaku terkejut melihat kepulan asap yang pekat di Hotel Sahid. Khoirur sendiri sedang menginap di lantai 3 hotel tersebut. Padahal, api bersumber dari sebuah ruang instalasi listrik di lantai 6.

"Saya kaget, pas habis shalat maghrib, banyak asap mengepul, sampai masuk ke dalam kamar. Semuanya berteriak," kata Khoirur kepada wartawan, di Hotel Sahid, Senin malam.

Khoirur menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Khawatir melihat asap dan bau yang tidak sedap, Khoirur kemudian turun ke lobi hotel. Teman-temannya sesama pegawai BNPB juga turut dievakuasi ke lobi hotel.

Tak hanya Khoirur, Bambang, anggota BNPB Kota Surabaya, juga kaget mengetahui ada kebakaran di hotel tempatnya menginap. Beruntung, api yang berkobar tidak besar. Selain itu, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

"Saya langsung turun saja. Tapi, sekarang pihak hotel sudah menyatakan aman, jadi bisa kembali ke kamar," kata Bambang.

Sekitar pukul 20.15 WIB, ruang lobi hotel dan lantai 2 hotel masih diselimuti asap tipis akibat kebakaran di lorong instalasi. Salah seorang resepsionis hotel, Khati, beserta beberapa petugas hotel terus mengajak tamu hotel yang berada di luar dan lobi untuk masuk kembali ke dalam kamar hotel. Mereka tampak sibuk melayani pertanyaan para pengunjung yang kebingungan dengan kejadian ini.

Sementara itu, pada kesempatan berbeda, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat Sudarno menjelaskan, sumber kebakaran berasal dari ruang instalasi kabel di lantai 6 Hotel Sahid.

Pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.25 WIB. Kemudian, Sudin Damkar Jakarta Pusat mengerahkan 12 mobil pemadam kebakaran. Sudarno menjelaskan, tak perlu waktu lama untuk memadamkan api yang berkobar di lantai 6. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk memadamkan serta melakukan proses pendinginan.

Kebakaran itu disebabkan adanya pergesekan kabel yang terkelupas, dan akhirnya menimbulkan titik api. "Pukul 19.15, kami masih mencoba mengusir asap yang tebal, tapi sekarang sudah kondusif. Asapnya menyebar sampai ke lantai atas hotel," kata Sudarno.
Dikutip dari kompas.com.

Thursday, February 20, 2014

GUBERNUR DKI JAKARTA : Buka-Bukaan Soal Penyadapan


GUBERNUR DKI JAKARTA : Buka-Bukaan Soal Penyadapan

Gubernur DKI Jakarta Jokowi buka-bukaan soal penyadapan terhadap dirinya. Berbekal alat detektor, Jokowi menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya di Jl Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat.


"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).



Jokowi sudah melaporkan temuan itu ke partainya. Hanya saja Jokowi berpesan agar peristiwa itu tidak dibesar-besarkan.



"Saya cerita Desember, saya bilang jangan digede-gedeinlah," katanya.



Jokowi heran kenapa dirinya disadap. Sedangkan di rumah tak ada pembicaraan penting soal negara.



"Saya ini yang disadap apa sih, saya kalau ngobrol di rumah sama istri yang enteng-entengan masalah makanan, disadap apanya," ujarnya.



Soal penyadapan di rumah di dinas Jokowi ini diungkapkan pertama kali oleh Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung juga menyebut Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ikut disadap.

JOKOWI :Mendapati Ada 3 Alat Sadap di Rumah Dinasnya

JOKOWI DISADAP : Mendapati Ada 3 Alat Sadap di Rumah Dinasnya


Gubernur DKI Jokowi mendapati ada 3 alat sadap di rumah dinasnya di Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Kini pengamanan rumah dinas Jokowi pun semakin diperketat.


"Iya...yang pegang kunci-kunci juga sudah di-briefing," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).



Jokowi sendiri tak melaporkan hal itu ke aparat. Jokowi malah melaporkan ke PDIP, kini dia menganggap persoalan itu selesai.



"Ya mau apa? Lagian yang mau disadap apa? Yang denger paling juga ngamuk-ngamuk, omongannya ini-ini saja," katanya.



Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya pada Desember 2013 lalu. Jokowi langsung melapor ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.



"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).