Showing posts with label Tim Jerman. Show all posts
Showing posts with label Tim Jerman. Show all posts

Tuesday, October 14, 2014

Jerman vs Irlandia 1-1, Kualifikasi Piala Eropa 2016

Jerman  vs Irlandia  1-1, Kualifikasi Piala Eropa 2016
youtube.com
Jerman meraih hasil imbang 1-1 melawan Irlandia pada laga Kualifikasi Piala Eropa 2016 Grup D di Stadion Veltins Arena, Gelsenkirchen, Selasa (14/10/2014). Gol untuk Jerman dicetak Toni Kroos pada menit ke-71, sementara gol balasan Irlandia dilesakkan John O'Shea.

Hasil ini membuat Jerman berada di peringkat keempat klasemen Grup D dengan empat poin dari tiga pertandingan. Adapun, Irlandia menduduki urutan kedua dengan tujuh poin, sama dengan perolehan poin Polandia di posisi teratas.

Jerman mencoba mengembalikan kepercayaan diri setelah takluk 0-2 dari Polandia pada Sabtu (11/10/2014). Melawan Irlandia, Jerman menurunkan formasi terbaik dengan Thomas Mueller sebagai striker bayangan.

Mueller ditemani trio Mario Goetze, Karim Bellarabi, dan Julian Draxler. Sementara Toni Kroos mengawal lini tengah untuk mendominasi permainan.

Sementara Irlandia, bermain sedikit bertahan dengan menugaskan Stephen Quinn dan Glenn Whelan sebagai gelandang bertahan. Hal tersebut membuat Jerman kesulitan menembus rapatnya barisan belakang Irlandia. Babak pertama pun berakhir imbang tanpa gol.

Memasuki babak kedua, pelatih Joachim Loew mencoba tampil lebih menyerang. Lukas Podolski dimasukkan untuk menggantikan bek Matthias Ginter. Lalu, Max Kruse dimainkan menggantikan peran Draxler.

Keputusan Loew terbukti jitu. Pada menit ke-71, Jerman akhirnya bisa mencetak gol melalui sepakan jarak jauh. Tendangan Kroos melesat rendah ke pojok gawang Irlandia tanpa bisa dihentikan kiper David Forde.

Saat aroma tiga poin sempat tercium di kubu Jerman, O'Shea menjadi mimpi buruk pertahanan Jerman pada menit ke-94. Berawal dari sebuah umpan silang, bola mengarah kepada Jeffrey Hendrick yang kemudian memberikan umpan ke depan gawang Jerman. Di sana, O'Shea dan Mats Hummels berupaya mendapatkan bola lebih dahulu. Namun, O'Shea lebih cepat untuk mengirimkan bola ke gawang Jerman yang tidak bisa diselamatkan Manuel Neuer. Skor pun berakhir 1-1.
Untuk Informasi Piala Eropa 2016, Klik ini
Susunan pemain

Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Antonio Rudiger, 3-Matthias Ginter (10-Lukas Podolski 46), 5-Mats Hummels, 15-Eric Durm; 17-Jerome Boateng, 18-Toni Kroos; 11-Karim Bellarabi (7-Sebastian Rudy 86), 19-Mario Goetze, 14-Jualian Draxler (23-Max Kruse 70); 13-Thomas Mueller

Pelatih: Joachim Loew

Irlandia: 1-David Forde; 12-David Meyler, 4-John O'Shea, 3-Marc Wilson, 2-Stephen Ward; 7-Aiden McGeady, 18-Stephen Quinn (20-Wesley Hoolahan 76), 6-Glenn Whelan (8-Jeffrey Hendrick 54), 11-James McClean; 19-Jonathan Walters, 10-Robbie Keane (14-Darron Gibson 63)

Pelatih: Martin O'Neill
Wasit: Damir Skomina (Slovenia)

sumber;bola.kompas.co

Sunday, July 13, 2014

Final Piala Dunia 2014 Brasil, Jerman Juara ke 1, Timnas Jerman vs Timnas Argentina 1-0

Final Piala Dunia 2014 Brasil, Jerman Juara ke 1, Timnas Jerman vs Timnas Argentina  1-0


Jerman merebut juara Piala Dunia 2014 setelah menang 1-0 atas Argentina dalam laga final yang harus dilalui dengan waktu tambahan di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Minggu petang waktu setempat (Senin pagi WIB).

Gol semata wayang Jerman diciptakan oleh penyerang Bayern Muenchen, Mario Goetze, pada menit 113, sekaligus menjadi gol perdananya di putaran final Piala Dunia 2014.

Goetze menjadi supersub mengingat ia baru masuk ke lapangan pada menit 88 menggantikan penyerang gaek, Miroslav Klose.

Laga harus dilanjutkan ke babak waktu tambahan setelah kedua tim gagal mencetak gol pada waktu normal.

Keberhasilan Jerman menjuarai Piala Dunia diBrasil telah mengakhiri catatan buruk nan panjang mengenai gagalnya tim-tim Eropa memenangi gelar juara dunia di Benua Amerika.

Selain itu, tim besutan Joachim Loew juga membuat Jerman memiliki catatan positif dalam melakoni laga pamungkas Piala Dunia melawan Argentina, menjadi unggul 2-1, setelah kalah pada edisi 1986 dan memenanginya pada 1990.

Jalannya pertandingan

Sepanjang babak pertama, Jerman lebih banyak mendominasi pengendalian bola, sementara Argentina mengandalkan disiplin pertahanan demi membangun serangan balik.

Skema berbahaya, justru lebih sering diciptakan Argentina selain memanfaatkan serangan balik juga ada sebuah blunder yang dilakukan gelandang Jerman Toni Kroos pada menit 20.

Namun, bola sundulan backpass Kroos yang justru jatuh ke kaki Higuain gagal dimanfaatkan dengan baik, lantaran meskipun berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Manuel Neuer dan nyaris tanpa gangguan pemain bertahan Jerman, penyerang Napoli itu gagal melakukan tendangan sempurna dan bola justru melenceng di samping gawang.

Sembilan menit berselang, Higuain sukses menyarangkan bola ke gawang Neuer, namun sayang ia sudah berada dalam posisi offside saat menerima umpan dari Ezequiel Lavezzi.

Setelah kerap menangkis serangan balik berbahaya dari Argentina, Jerman yang lebih banyak mendominasi penguasaan bola menciptakan ancaman serius terhadap gawang lawan pada menit 36 melalui Schuerrle yang baru saja masuk menggantikan Kramer.

Akan tetapi giliran penjaga gawang Sergio Romero sukses melakukan halauan menyambut bola tendangan sentuhan pertama Schuerrle di sisi kanan gawangnya.

Argentina kembali gagal memperoleh keunggulan, meski pada menit 39 Lionel Messi sempat menggiring bola melewati Neuer, namun berhasil disapu oleh pemain bertahan Jerome Boateng di hadapan gawang Jerman.

Romero kembali memperlihatkan kesigapannya mengamankan gawang Argentina dari ancaman serangan Jerman, kali ini menangkap bola tendangan dari Kroos pada menit 43.

Jerman hampir saja memperoleh keunggulan di penghujung babak pertama lewat sundulan Benedikt Hoewedes menyambut umpan dari sepak pojok Kroos, sayang bola membentur tiang gawang Romero dan bola muntah menyentuh Thomas Mueller yang sudah berada pada posisioffside, sehingga kedudukan tetap imbang tanpa gol saat wasit Nicola Rizzolli asal Italia meniup peluit akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, pelatih Argentina Alejandro Sabella melakukan keputusan mengagetkan menarik Lavezzi yang banyak berperan mengaktifkan skema serangan balik Argentina justru ditarik keluar dan digantikan penyerang Manchester City, Sergio Aguero.

Untuk kesekian kalinya, Argentina gagal memanfaatkan peluang, kali ini lewat Messi yang menyelinap untuk menerima umpan terobosan dari Lucas Biglia pada menit 47, namun bola tendangannya melebar di samping gawang Neuer.

Jerman yang di menit-menit awal babak kedua terlihat pasif dan bermain dengan tempo melambat, akhirnya memberikan anacam ke gawang Argentina pada menit 59, meski sundulan Miroslav Klose masih terlalu lemah dan dengan mudah dapat dijinakkan oleh Romero.

Pada menit 70 giliran Schuerrle yang gagal mengontrol bola di dalam kotak penalti, sehingga melaju menuju dekapan Romero.

Hingga akhir pertandingan, kedua tim terlihat tidak terlalu atraktif dalam upaya menyerang sehingga tidak ada gol tercipta dan laga harus dilanjutkan ke dalam babak 2x15 menit.

Pada awal babak waktu tambahan, Jerman kembali mengambil inisiatif serangan dan segera mengancam gawang Argentina lewat sepakan Schuerrle, namun Romero cukup sigap untuk menghalau bola.

Argentina sempat memiliki peluang berbahaya saat Rodrigo Palacio mendapat bola di hadapan Neuer, sayang upayanya melakukan tendangan lob masih melebar.

Pada menit 113 Mario Goetze akhirnya memecah kebuntuan dan mencetak gol kemenangan setelah tendangan kaki kirinya menaklukkan Romero, diawali dengan mengendalikan bola umpan dari Andre Schuerrle menggunakan dadanya.

Kedudukan 1-0 bertahan hingga akhir laga dan Jerman menjadi juara dunia.

Berikut susunan pemain yang diturunkan kedua tim berdasarkan laman FIFA.

Jerman: Manuel Neuer (PG), Philipp Lahm (K), Mats Hummels, Jerome Boateng, Benedikt Hoewedes, Christoph Kramer (Andre Schuerrle), Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos, Mesut Ozil (Per Mertesacker), Thomas Mueller, Miroslav Klose (Mario Goetze)

Pelatih: Joachim Loew.

Argentina: Sergio Romero (PG), Pablo Zabaleta, Ezequiel Garay, Martin Demischelis, Marcos Rojo, Lucas Biglia, Javier Mascherano, Enzo Perez (Fernando Gago), Ezequiel Lavezzi (Sergio Aguero), Lionel Messi (K), Gonzalo Higuain (Rodrigo Palacio)

Pelatih: Alejandro Sabella.


sumber: antaranews.com

Tuesday, July 8, 2014

Piala Dunia 2014 Brasil, Semi Final: Timnas Jerman vs Timnas Brasil 7-1

Piala Dunia 2014 Brasil, Semi Final: Timnas Jerman vs Timnas Brasil  7-1
youtube.com & tv one
Jerman berhasil meluluh lantakkan Brasil sekaligus memuluskan jalan mereka ke partai final Piala Dunia 2014 setelah memenangi laga semi final dengan skor telak 7-1 di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Selasa sore waktu setempat (Rabu pagi WIB).


Der Panzer telah mempermalukan Selecao di hadapan publik sendiri, sekaligus memuluskan jalan mereka ke stadion bersejarah, Maracana, di kota Rio de Janeiro, lokasi berlangsungnya partai final pada Senin (14/7) pagi WIB.

Jerman, pemilik tiga gelar juara dunia itu, hanya tinggal menantikan hasil partai semi final lain antara Argentina melawan Belanda di Sao Paulo, Kamis (10/7) pagi WIB.

Gol-gol Jerman dicetak oleh Thomas Mueller, Miroslav Klose, Toni Kroos, Sami Khedira dan Andre Schuerrle. Kroos dan Schuerrle masing-masing mencetak dwigol.

Sementara satu gol hiburan untuk Brasil dicetak oleh Oscar pada menit 90, meski tetap tak memperlihatkan perubahan mood signifikan bagi publik tuan rumah yang hadir di Estadio Mineirao.

Laga tersebut juga menjadi saksi keberhasilan Klose mempertajam rekornya sebagai pencetak gol terbanyak putaran final Piala Dunia, dengan 16 gol, setelah sebelumnya ia berbagi tempat dengan mantan penyerang Brasil, Ronaldo, yang memiliki catatan 15 gol.

Jalannya pertandingan


Absennya dua pilar Brasil, sang kapten Thiago Silva yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning dan bintang yang cedera serius Neymar Jr, membuat Selecao pincang baik dalam hal bertahan maupun menyerang, sukses dimanfaatkan dengan baik oleh Jerman.

Pada awal laga, meski tanpa Thiago Silva dan Neymar, Brasil sebetulnya mengambil inisiatif serangan namun sukses diredam pertahanan tebal Der Panzer.

Der Panzer segera panas dan membangun serangan yang memulai penghancuran tuan rumah, diawali dengan gol Mueller pada menit 11 yang bebas tanpa kawalan kala menyambut sepak pojok.

Gol tersebut membuat ia kini mengemas lima gol, terpaut satu gol saja dari pemuncak daftar pencetak gol sementara James Rodriguez, yang memiliki koleksi enam gol.

Tertinggal satu gol, Brasil berusaha membalas, namun tumpulnya serangan mereka seolah menjadi penanda nasib buruk segera mendera sang tuan rumah turnamen.

Jerman membungkan penggemar Brasil yang hadir di stadion dengan mencetak tiga gol dalam empat menit antara menit 23 hingga 26.

Tiga gol tersebut dicetak oleh penyerang gaek Miroslav Klose pada menit 23 dan dwigol dari gelandang Toni Kroos pada menit 24 serta 26 memanfaatkan kegamangan di barisan pertahanan Brasil yang terlihat sangat rapuh tanpa kehadiran sang kapten, Thiago Silva.

Gol Klose sekaligus menasbihkan dirinya sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak putaran final Piala Dunia dengan 16 gol, melampaui mantan penyerang Brasil, Ronaldo, yang memiliki kemasan 15 gol.

Hanya tiga menit berselang setelah tertinggal 4-0, penjaga gawang Julio Cesar kembali harus memungut bola dari gawangnya, setelah gelandang Sami Khedira mencetak gol pada menit 29.

Tidak banyak upaya Brasil membangun serangan hingga babak pertama usai dalam kedudukan tertinggal 5-0 dari Jerman.

Unggul lima gol, membuat Jerman pada babak kedua justru menerapkan garis pertahanan yang cukup demi menjaga keunggulan dan memasukkan Per Mertesacker menggantikan Mats Hummels. 

Akan tetapi hal itu pula yang membuat Brasil lebih leluasa mengendalikan bola dari tengah lapangan dan merangsek ke wilayah berbahaya, setelah menarik keluar dua pemainnya Hulk dan Fernandinho yang masing-masing diganti Ramires serta Paulinho.

Meski demikian pertahanan Jerman masih cukup kokoh dan dengan dingin menangkis serangan-serangan para pemain pujaan publik tuan rumah itu hingga 25 menit pertama babak kedua.

Menit 58, penyerang gaek yang dalam laga itu mempertajam rekor pencetak gol terbanyak di putaran final Piala Dunia dengan 16 gol, Miroslav Klose, akhirnya diistirahatkan pelatih Joachim Loew dan digantikan talenta muda Chelsea, Andre Schuerrle.

Ia segera memberikan sumbangsih signifikan dengan mencetak gol, menambah dalam luka Brasil pada menit 69.

10 menit berselang, Schuerrle segera mencetak gol keduanya dalam laga tersebut, sekaligus mengemas gol ketiga sepanjang turnamen dan membuat Jerman sementara unggul 7-0.

Publik tuan rumah di Estadio Mineirao masih terdiam dan membisu dalam keadaan tertinggal dan membuat Brasil seolah tanpa gairah menyerang.

Gol penghiburan untuk Brasil lahir, pada menit 90 setelah gelandang serang Chelsea, Oscar, yang dalam laga ini diplot Luis Felipe Scolari sebagai penyerang menggantikan lubang yang ditinggalkan Neymar.

Kedudukan 7-1 untuk Jerman tetap bertahan saat wasit asal Meksiko, Marco Rodriguez, meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir.

Berikut susunan pemain yang diturunkan kedua tim berdasarkan laman resmi FIFA.

Brasil: Julio Cesar (PG), Maicon, David Luiz (K), Dante, Marcelo, Fernandinho (Paulinho), Luis Gustavo, Oscar, Bernard, Hulk (Ramires), Fred (Willian)

Pelatih: Luis Felipe Scolari

Jerman: Manuel Neuer (PG), Philipp Lahm (K), Mats Hummels (Per Mertesacker), Jerome Boateng, Benedikt Hoewedes, Sami Khedira (Julian Draxler), Bastian Schweinsteiger, Mesut Ozil, Toni Kroos, Thomas Mueller, Miroslav Klose (Andre Schuerrle)

Pelatih: Joachim Loew.

sumber: antaranews.com

Friday, July 4, 2014

Piala Dunia 2014 Brasil, Babak 8 Besar: Timnas Jerman vs Timnas Prancis 1-0

Piala Dunia 2014 Brasil, Babak 8 Besar: Timnas Jerman vs Timnas Prancis  1-0


Gol semata wayang dari sundulan bek Mats Hummels mengantarkan Jerman ke semifinal Piala Dunia 2014 setelah gol itu mengakhiri perlawanan Prancis 1-0 pada laga perempat final pertama Piala Dunia 2014 di Stadion Maracana malam ini.

Gol kedua Hummels pada turnamen ini tercipta pada menit 13 dan didahului oleh pelanggaran Paul Pogba terhadap Toni Kroos jauh dari luar kotak penalti Prancis.

Kroos lalu mengeksekusi tendangan bebas dengan sepakan melengkung yang disambut lompatan Hummels yang melewati Raphael Varane untuk menghujamkan bola ke sudut kanan gawang Prancis yang tak bisa dihalau kiper Hugo Lloris.

Untuk pertama kalinya dalam 20 laga terakhirnya Prancis kebobolan pada babak pertama.

Prancis nyaris menyamakan kedudukan pada menit 34 ketika kerjasama tiga pemain nyaris berbuah gol.

Raphael Varane melepaskan umpan jauh yang diterima dengan baik oleh Antoine Griezmann. Griezmann lalu membawa bola ke sisi kiri pertahanan Jerman untuk melepaskan umpan silang yang membentur kaki bek Jerman untuk sampai ke kaki Mathieu Valbuena untuk langsung ditendangnya namun  tepat dihadang kiper Jerman Manuel Neuer.

Bola masih jatuh ke kaki Benzema namun sontekannya malah mengenai kaki Bastian Schweinsteiger untuk menciptakan tendangan penjuru.

Setelah itu Benzema berusaha beberapa kali menciptakan gol tapi berhasil, termasuk saat memanfaatkan umpan jauh dari Patrice Evra namun Hummels datang menghadang sebelum sampai kepada Neuer.  Semenit kemudian tendangan dia dijinakkan Neuer.

Memasuki babak kedua, pada menit 56 kerjasama Benzema dan Matuidi dimentahkan Hummels. Delapan menit setelah ituValbuena mengumpan Blaise Matuidi untuk diteruskan kepada Benzema namun dihadang Schweinsteiger.

Dua menit dari situ sebuah tendangan bebas Valbuena yang disambut sundulan keras Varane dilok Neuer sehingga untuk kesekian kalinya Prancis gagal menciptakan gol.

Pada menit 69 Jerman memasukkan Andre Schurrle untuk menggantikan Miroslav Klose, sedangkan Prancis memasukkan Laurent Koscielny yang menggantikan Mamadou Sakho.  Semenit kemudian Loic Remy dimasukkan untuk menggantikan Yohan Cabaye.  

Didier Deschamps menumpuk penyerangnya untuk menciptakan gol tapi gagal, sebaliknya pada menit 74 Andre Schurrle hampir menciptakan gol namun sukses dihalau kiper Hugo Lloris.

Pada menit 76 Benzema melakukan upaya lain, namun kembali dihadang Hummels, sedangkan sepakan Matuidi diblok Neuer. Pada menit 82 giliran Schurrle mengancam namun Lloris sigap mementalkannya.

Benzema kembali mengancam gawang Jerman pada menit-menit terakhir, tetapi untuk kesekian kalinya Manuel Neuer menunjukkan ketangguhannnya.

Kedudukan tetap 1-0 sampai pertandingan ini selesai, dan untuk keempat kalinya berturut-turut Jerman lolos ke semifinal Piala Dunia.

Jerman akan menghadapi pemenang Brasil melawan Kolombia yang baru bertanding sekitar dua jam kemudian.

Susunan pemain
Prancis: Hugo Llorisl; Mathieu Debuchy, Patrice Evrà, Raphaël Varane, Mamadou Sakho (Laurent Koscielny); Yohan Cabaye (Loic Remy), Blaise Matuidi, Paul Pogba; Mathieu Valbuena (Olivier Giroud), Karim Benzema, Antoine Griezmann

Jerman: Manuel Neuer; Benedikt Höwedes, Mats Hummels, Philipp Lahm, Jérome Boateng; Sami Khedira, Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos (Cristoph Kramer); Mesut Özil (Mario Goetze), Miroslav Klose (Andre Schurrle), Thomas Müller.

sumber: antaranews.com

Monday, June 30, 2014

Piala Dunia 2014 Brasil, Babak 16 Besar: Timnas Jerman vs Timnas Aljazair 2-1

Piala Dunia 2014 Brasil, Babak 16 Besar: Timnas Jerman vs Timnas Aljazair  2-1

Meski harus bersusah payah hingga melakoni 2x15 menit waktu tambahan, Jerman akhirnya menghentikan perlawanan Aljazair dengan kemenangan 2-1 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Estadio Beira-Rio, Porto Alegre, Brasil, Senin petang (Selasa pagi WIB).

Gol jerman dicetak pada menit awal babak pertama perpanjangan waktu atau menit 91, melalui pemain pengganti Andre Schurrle, sebelum kemudian gol Mesut Ozil pada menit 14 babak kedua perpanjangan waktu atau menit 119.

Sementara gol balasan Aljazair terlambat datang, baru lahir pada menit 120 melalui pemain pengganti Abdelmoumene Djabou.

Kemenangan tersebut membuat Jerman berhak melanjutkan langkahnya ke babak perempat final, menantang Prancis yang sudah lebih dulu mengalahkan Nigeria di laga lain babak 16 besar.

Selain mengantarkan lolos ke babak selanjutnya, kemenangan atas Aljazair itu merupakan yang pertama diraih Jerman dalam tiga kali pertemuan, sekaligus mengakhiri ambisi tim Serigala Gurun membalas dendam insiden pengaturan skor pada edisi 1982 silam.

Tim besutan Joachim Loew tampil dominan sepanjang laga, meski sempat mengalami miskoordinasi selama 45 menit awal pertandingan lantaran memaksakan Jerome Boateng-- yang biasanya bermain di pos bek kanan--untuk mendampingi Per Mertesacker di palang pintu pertahanan Jerman.

Boateng menempati posisi yang bukan biasa itu lantaran Mats Hummels tengah menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Miskoordinasi tersebut diperburuk dengan lini pertahanan Der Panser yang terlalu ke depan, membuat sang penjaga gawang Manuel Neuer kerap keluar dari areanya untuk menghalau bola dari ancaman penyerang lawan, sedikitnya tercatat enam kali.

Di sisi lain, penjaga gawang Aljazair Rais M'Bolhi tampil sangat gemilang sepanjang pertandingan, terutama di waktu normal. Sayang kegemilangannya dinodai gol Schurrle yang membuat ia setidaknya membutuhkan waktu empat tahun lagi untuk memperlihatkan kemampuannya di ajangsepak bola terakbar sejagad itu.

Meski akhirnya harus tersingkir dari Brasil, tim asuhan Valid Halilhodzic boleh berbangga dan pantas pulang ke daratan utara Benua Afrika sana dengan kepala tegak, sebab telah mencatatkan sejarahbaru di sepak bola negeri itu, mencapai babak 16 besar Piala Dunia, sekaligus memberi perlawanan sengit kepada tim tradisional unggulan turnamen.

Jalannya pertandingan

Babak pertama, hingga 35 menit pertama diwarnai berbagai blunder akibat buruknya koordinasi tandem bek tengah baru Boateng-Mertesacker yang menyebabkan Neuer kerap keluar dari zonanyamannya dan menyapu bola.

Sebetulnya pada Menit 16 penyerang Aljazair Islam Slimani menyarangkan bola ke gawang Neuer lewat sundulan memantul menyambut umpan silang El Arabis Soudani dari sayap kiri, namun ia sudah terlebih dulu berada dalam posisi offside.

Baru pada menit 41 Jerman memaksa M'Bolhi melakukan dua penyelamatan beruntun yakni menghalau tendangan dari luar kotak penalti Toni Kroos sebelum mengamankan bola muntah yang disepak Mario Gotze.

Memasuki babak kedua, M'Blohi jauh lebih banyak menjadi pusat perhatian atas sejumlah keberhasilannya menyelamatkan bola yang mengancam gawangnya, termasuk beberapa upaya sundulan dan tembakan jarak dekat para pemain Jerman.

Sedikitnya enam penyelamatan gemilang dilakukan M'Blohi, termasuk tendangan keras dari kapten Jerman Philipp Lahm yang melakukan percobaan dari tepi kotak penalti.

Hingga waktu normal berakhir, meski Aljazair mulai mengendur, keperkasaan M'Blohi boleh jadi merupakan satu-satunya yang tersisa dan menyelamatkan mereka.

Memasuki babak perpanjangan waktu Jerman segera memperoleh keunggulan 1-0 lewat Schurrle pada menit pertama atau menit 91.

Gol Schurrle, yang masuk menggantikan Gotze pada babak kedua,  dicetak menggunakan tumitnya, menyambut bola umpan dari dalam kotak penalti yang disodorkan Thomas Mueller.

Bola yang sempat memantul tak dapat diantisipasi penjaga gawang Rais M'Bolhi yang sepanjang waktu normal tampil impresif mengamankan gawang Aljazair.

Aljazair yang terlihat kelelahan harus kembali kebobolan saat Mesut Ozil dan Thomas Mueller seolah memainkan percobaan di hadapan gawang, namun Ozil lah yang akhirnya mencetak gol dan mengubah kedudukan menjadi 2-0 pada menit 119.

Akan tetapi pasukan Serigala Gurun itu rupanya belum habis, mereka sempat mencetak satu gol balasan dari pemain pengganti Abdelmoumene Djabou pada menit pamungkas laga.

Sayang wasit Sandro Ricci asal Brasil patuh menyudahi laga, yang berarti habis sudah momentumkebangkitan Aljazair dan pertandingan harus berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Jerman.

Berikut susunan pemain yang diturunkan kedua tim berdasarkan laman FIFA.

Jerman: Manuel Neuer (PG), Jerome Boateng, Per Mertesacker, Shkodran Mustafi (Sami Khedira), Benedikt Howedes, Bastian Schweinsteiger (Christoph Kramer), Philipp Lahm (K), Toni Kroos, Mesut Ozil, Mario Gotze (Andre Schurrle), Thomas Mueller

Pelatih: Joachim Loew

Aljazair: Rais M'Bolhi (PG), Aissa Mandi, Faouzi Ghoulam, Esseid Belkalem, Rafik Halliche (K/Madjid Bouguerra), Medhi Lacen, Saphir Taider (Yacine Bahrimi­), Mehdi Mostefa, Sofiane Feghouli, El Arabi Soudani (Abdelmoumene Djabou), Islam Slimani.

sumber: antaranews.com