Showing posts with label batu akik. Show all posts
Showing posts with label batu akik. Show all posts

Sunday, April 19, 2015

Batu Akik Badar Emas Berharga Mahal Karena Mengandung Emas

Batu Akik Badar Emas Berharga Mahal Karena Mengandung Emas
 
www.kaskus.co.id

Asosiasi Great Stone Nusantara (GSN) menggelar pameran batu akik di Taman Mini Indonesia Indah. Puluhan pedagang dari penjuru Indonesia berdatangan untuk memamerkan batunya, salah satunya batu asal Papua yang dijual seharga Rp 250 juta.

Pemilik batu, Said Marsalin mengatakan batu ratusan juta itu bernama Badar Emas. Batu itu berukuran sebesar kepalan tangan dengan berat Rp 1,5 kg.

"Ini Badar Emas, harganya Rp 250 juta," ucap Said sambil menunjukan batu berwarna hitam itu, Sabtu (18/4/2015) malam.

Mahalnya harga batu tersebut karena mengandung campuran logam emas. Said bahkan menunjukkan kilauan emas yang terlihat bergaris-garis dari batu tersebut. Dia mengambil teropong kecil khusus mengeker batu untuk melihat lebih jelas kilauan emas tersebut.

"Keliatan kan, garis emasnya," ucap Said.

Mantan pegawai Satpol PP itu mengaku selama pameran sudah berhasil menjual cincin batu Badar Emas seharga Rp 26 juta. Dia mengaku berdagang batu bisa meraup keuntungan besar. "Untungnya lumayan," katanya.

Pameran batu itu dilakukan dalam acara Expo Simposium dan Great Stone Nusantara 2015 bertemakan "Batu Mulia Indonesia antara Budaya dan Bisnis dalam Menembus Pasar Global" yang digelar dalam rangka Peringatan 60 Tahun KAA di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah.

Di lokasi pameran ada sekitar 20 stand penjual beragam jenis batu akik mulai dari batu panca warna, giok Aceh, black opal dan batu kalimaya. Harga batu Akik dalam pameran yang berlangsung dari tanggal 15-21 April ini berkisar mulai Rp 30 ribu hingga yang paling mahal Rp 250 juta.


Sumber berita DetikNews

Batu Akik Panca Warna Raja Ampat Dijual Rp. 15 juta per Kilo

Batu Akik Panca Warna Raja Ampat Dijual Rp. 15 juta per Kilo
 
news.detik.com

Berbagai jenis batu akik dan mulia dipamerkan dalam pameran batu di Taman Mini Indonesia Indah. Salah satu batu yang dilirik banyak pengunjung adalah Panca Warna Raja Ampat.

Batu yang didominasi warna kuning, putih hitam itu masih dalam bongkahan sebesar buah kelapa hijau. Batu itu asli dari tanah Papua.

"Ini dari Raja Ampat, Papua," kata Said Marsalin si pemilik batu kepada detikcom di lokasi pameran, Sabtu (18/4/2014) malam.

Said mengatakan jika batu tersebut dijual di Papua maka harga per kilogramnya Rp 5 juta. Namun di luar Papua harganya bisa sampai 3 kali lipat.

"Satu kg kalau di sini Rp 15 juta," katanya.

Di stand pameran, pria asal Tidore ini hanya menjual batu-batu dari Papua, seperti Panca Warna Raja Ampat dan Badar Emas.

Said dulunya adalah anggota Satpol PP di Sorong, Papua. Namun sejak 2012 lalu dia memilih berbisnis batu dan meninggalkan pekerjaannya. "Untungnya lumayan," kata Said.

Pameran batu itu digelar dalam acara Expo Simposium dan Great Stone Nusantara 2015 bertemakan "Batu Mulia Indonesia antara Budaya dan Bisnis dalam Menembus Pasar Global" yang digelar dalam rangka Peringatan 60 Tahun KAA di Museum Indonesia, TMII. Pameran berlangsung dari tanggal 15-21 April.


Sumber berita DetikNews

Monday, April 6, 2015

BATU AKIK GARUT IJO OHEN Legendaris Akik Ohen

BATU AKIK GARUT IJO OHEN Legendaris Akik Ohen. Akik Garut Ijo Ohen hanya menjadi buah bibir saja di kalangan pecinta batu mulia. Batu ini legendaris, tambangnya yakni lokasi penemuannya di areal persawahan milik Aki Ohen sudah tak ada lagi bongkahan.

Namun ada satu bongkahan yang tersisa dan belum diolah. Bongkahan ini milik Asep Kuswara, yang dia dapatkan langsung dari keluarga Aki Ohen.

"Batu ini saya simpan, saya koleksi," jelas Asep yang kini membuka usaha akik Kencana di Jl Sudirman, Garut saat ditemui akhir pekan lalu.

Asep yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia akik Garut ini dahulu memang kerap bolak balik ke Bungbulang daerah tempat Aki Ohen, kini masuk Kecamatan Caringin.

"Silakan tanya di sana siapa Wa Asep. Saya banyak berhubungan dengan para penambang akik di sana," tutur dia.Asep dahulu juga mendengar soal cerita batu Ijo Ohen. Dia pun menyambangi keluarga Ki Ohen yang hidup sederhana. Hubungan baiknya dengan keluarga itu membuatnya bisa mendapatkan bongkahan.

"Lihat saja batunya, ini beda dengan batu Garut yang lain. Kalau Anda biasa main di batu, pasti tahu apa keistimewaan Ijo Ohen. Coba lihat kulit kapurnya saja halus, ini karena dia selalu terkena air sawah," imbuhnya.

Akik Garut Ijo Ohen ini memang ditemukan di persawahan saat Aki Ohen mencangkul pada tahun 70-an. Kini di lokasi persawahan itu sama sekali tak ada tambang atau batu lainnya. Lokasinya pun tetap sama sawah.

"Ijo Ohen itu di Garut saja sudah hanya jadi cerita dari mulut ke mulut. Saya nggak tahu apa keluarga Ki Ohen masih memiliki sisa bongkahannya, tapi mungkin ini yang terakhir. Batu ini banyak dipegang kolektor dan disimpan, batu ini kualitasnya jauh di atas batu lain misalnya Batu Bacan," tutur Asep.

Batu Ijo Ohen itu disimpan Asep di rumahnya. Dia hanya merawatnya, tak pernah terpikirkan untuk membuatnya menjadi batu cincin.

"Wah nggak tahu ya kalau dibuat cincin bisa jadi berapa, mungkin 20 kali ya," jelas Asep dengan tawa berderai.

Wednesday, March 18, 2015

Batu Akik Baturaja Biru Mulai Menjadi Primadona

Batu Akik Baturaja Biru Mulai Menjadi Primadona
 
cantikdangaya.com

Setiap daerah di Indonesia memiliki varian batu akik lain yang cantik dan berkualitas. Salah satunya, Sumatera Selatan. Ada satu jenis batu akik yang saat ini tengah menjadi primadona. Batu tersebut bernama Baturaja Biru atau yang akrab disebut Spiritus Baturaja.

Sesuai nama panggilannya, batu akik jenis Calcedony ini memiliki ciri khas berwarna biru kristal dengan kekerasan mencapai 7 mohs. Untuk batu kualitas super dengan warna biru tua yang menyerupai warna cairan spiritus, batu dengan 'grade' paling tinggi dan memiliki harga paling tinggi pula.

Belum banyak orang yang bermain dalam bisnis batu akik jenis ini. Adalah Zoem Putra Gading, pria yang pertama kali mempopulerkan batu akik Spiritus Baturaja. Lantaran menjadi orang pertama dan yang paling banyak memiliki bongkahan batu biru ini, dia dikenal sebagai 'Pangeran Biru' dari Baturaja di kalangan para kolektor batu akik.

"Batu spiritus ini cuma ada di satu kecamatan, tepatnya di (Kecamatan) Lengkiti, Baturaja." ungkap Zoem di Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa (18/3/2015).

Batu Spiritus Baturaja ini sebenarnya bukan jenis baru. Sejak tahun 60-an, batu akik ini sudah dikenal. Hanya saja, bahan batu ini tidak sebanyak batu akik lainnya yang bisa mencapai puluhan ton dalam satu bongkahan.

Dalam satu kali penggalian, paling besar batu akik ini mungkin hanya didapat sebesar kepalan tangan orang dewasa. Dari sekepalan bongkah batu mentah hanya sedikit batu akik Spiritus Baturaja kualitas super yang bisa didapat. Faktor ini pula yang membuat batu akik biru ini menjadi mahal di pasaran.

"Karena bahannya sedikit dan langka. Ini yang membuat batu akik ini menjadi istimewa," tuturnya.

Zoem menuturkan, dirinya percaya bahwa warna biru dari batu akik ini mengeluarkan kewibaaan seseorang. Menurut pemilik galeri batu akik Gading Mas Gemstone ini, karena alasan itulah maka peminat batu akik ini kebanyakan berasal dari kalangan pejabat tinggi TNI, pejabat dan artis.

"Yang ngambil ke saya banyak TNI seperti jenderal, termasuk Dandim Baturaja sekarang. Kalau artis saya sering dikunjungi sama Narji, dia juga ambil ke saya, termasuk kemarin waktu pameran ambil di saya juga Charlie van Houten (ST12) sama Ki Daus," tambahnya.

Zoem mengungkapkan, untuk harga satu cincin batu Spiritus Baturaja dengan kualitas super berwarna biru tua, harga paling tertinggi yang pernah dijualnya melalui Gading Mas Gemstone mencapai Rp 150.000.000.

Harga spektakuler yang dibanderolnya bukan tanpa sebab. Seperti istilah langit di atas langit, warna biru tua dengan kepekatan seperti oli pada batu akik ini berada diatas kualitas super. Karena baru dia yang menemukan, warna biru pada batu ini sengaja diberi nama sesuai dengan namanya, biru Zoem.

"Warna biru kualitas super ini macam-macam. Ada biru Spiritus, biru langit, biru tinta dan biru blau," tuturnya.

Meski demikian, banyak pula batu Spiritus Baturaja kualitas super yang dijual di kisaran harga Rp 1 juta sampai Rp 10 juta. Itu pun kembali lagi kepada kualitasnya. Entah berapa banyak pameran yang diikutinya, dalam satu kali pameran, di Bandung contohnya, Zoem mengaku bisa memboyong seribu lebih koleksi cincin batu Spiritus Baturaja tersebut.

Sementara itu, dia mengaku memiliki lebih dari lima ton bongkahan batu Spiritus Baturaja ini di rumahnya. Maklum saja, barang tersebut banjir pesanan, sementara itu, pria yang mengawali karier sebagai pembuat bronjong batu dari Sumatera Selatan ini sempat menjadi satu-satunya 'pemain' sebelum batu ini menjadi tenar.

Dari bisnis ini, Zoem mengaku bukan hanya keuntungan materi yang didapatnya. Keuntungan sosial pun didapatnya. Sejak dia memberdayakan warga kecamatan Lengkiti untuk mencari batu jenis tersebut, kini perekonomian para warga ikut terbantu.


Sumber berita KOMPAS.com