Showing posts with label PDIP. Show all posts
Showing posts with label PDIP. Show all posts

Friday, May 16, 2014

Anggota DPR RI Periode 2014/2019 dariPartai PDI Perjuangan

Anggota DPR RI Periode 2014/2019 dari  Partai PDI Perjuangan

Berdasarkan penghitungan perolehan kursi yang ditetapkan oleh KPU, sebanyak 560 caleg DPR RI yang terpilih dalam Pemilu 2014. Partai PDI Perjuangan memperoleh 109 kursi.
Penghitungan itu berdasarkan pada perolehan suara parpol yang tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 411/Kpts/KPU/Tahun 2014 tentang Penetapan Hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten-Kota dalam rangka Pemilu 2014.
Berikut ini khusus Daftar Anggota DPR Periode 2014/2019 dari Partai PDI Perjuangan:mm
1. Tagore Abubakar (Aceh II)
2. Irmadi Lubis (Sumut I)
3. Sofyan Tan (Sumut I)
4. Trimedya Panjaitan (Sumut II)
5. Junimart Girsang (Sumut III)
6. Alex Indra Lukman (Sumbar I)
7. Agus Susanto (Sumbar II)
8. Efendy Sianipar (Riau I)
9. Marsiaman Saragih (Riau II)
10. M.R. Ihsan Yunus (Jambi)
11. Nazarudin Kiemas (Sumsel I)
12. Erwin M. Singajuru (Sumsel II)
13. Yulian Gunhar (Sumsel II)
14. Elva Hartati (Bengkulu)
15. Isma Yatun (Lampung I)
16. Sudin (Lampung I)
17. Henry Yosodiningrat (Lampung II)
18. Itet Tridjajati Sumarijanto (Lampung II)
19. Rudianto Tjen (Babel)
20. Dwi Ria Latifa (Kepri)
21. Wiryanti Sukamani (DKI I)
22. Eriko Sotarduga (DKI II)
23. Masinton Pasaribu (DKI II)
24. Effendi MS Simbolon (DKI III)
25. Darmadi Durianto (DKI III)
26. Charles Honoris (DKI III)
27. Ketut Sustiawan (Jabar I)
28. Junico BP Siahaan (Jabar I)
29. Jalaludin Rahmat (Jabar II)
30. Yadi Srimulyadi (Jabar II)
31. Diah Pitaloka (Jabar III)
32. Ribka Tjiptaning (Jabar IV)
33. Adian Yunus Yusak Napitupulu (Jabar V)
34. Indra P. Simatupang (Jabar V)
35. Sukur Nababan (Jabar VI)
36. Riska Mariska (Jabar VI)
37. Rieke Diah Pitaloka (Jabar VII)
38. Tono Bahtiar (Jabar VII)
39. Yoseph Umarhadi (Jabar VIII)
40. Ono Surono (Jabar VIII)
41. Maruarar Sirait (Jabar IX)
42. TB Hasanudin (Jabar IX)
43. Puti Guntur Soekarnoputri (Jabar X)
44. Dony Maryadi Oekon (Jabar XI)
45. Juliar P. Batubara (Jateng I)
46. Tjahjo Kumolo (Jateng I)
47. Daryatmo Mardiyanto (Jateng II)
48. Evita Nursanty (Jateng III)
49. Imam Suroso (Jateng III)
50. Bambang Wuryanto (Jateng IV)
51. Agustina Wilujeng Pramestuti (Jateng IV)
52. Puan Maharani (Jateng V)
53. Aria Bima (Jateng V)
54. Rahmad Handoyo (Jateng V)
55. Nursyiwan Soedjono (Jateng VI)
56. Sudjadi (Jateng VI)
57. Utut Udianto (Jateng VII)
58. Adisatrya Suliston (Jateng VIII)
59. Budiman Sudjatmiko (Jateng VIII)
60. Muhammad Prakosa (Jateng IX)
61. Damayanti Wisnu Putranti (Jateng IX)
62. Hendrawan Supratino (Jateng X)
63. Mohammad Idham Samawai (DIY)
64. Esti Wijayanti (DIY)
65. Guruh Irianto Soekarno Putra (Jatim I)
66. Indah Kurnia (Jatim I)
67. Henky Kurniadi (Jatim I)
68. Hamka Haq (Jatim II)
69. Nursuhud (Jatim III)
70. Arif Wibowo (Jatim IV)
71. Ahmad Basarah (Jatim V)
72. Andreas Eddy Susetyo (Jatim V)
73. Pramono Anung Wibowo (Jatim VI)
74. Djarot Saiful Hidayat (Jatim VI)
75. Budi Yuwono (Jatim VI)
76. Sirmadji (Jatim VII)
77. Mindo Sianipar (Jatim VIII)
78. Sadarestuwati (Jatim VIII)
79. Abidin Fikri (Jatim IX)
80. Nasyirul Falab Amru (Jatim X)
81. Said Abdullah (Jatim XI)
82. Karolin Margret Natasa (Kalbar)
83. Lasarus (Kalbar)
84. Mi;chael Jeno (Kalbar)
85. Asdy Narang (Kalteng)
86. Willy M Yoseph (Kalteng)
87. Adriyansyah (Kalsel II)
88. Marten Apuy (Kaltim)
89. Olly Dondokambe (Sulut)
90. Vanda Sarundajang (Sulut)
91. Rendy M Affandy Lamadjido (Sultra)
92. Andi Ridwan Wittiri (Sulsel I)
93. Samsul Niang (Sulsel II)
94. Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya (Banten I)
95. Ichsan Soelistyo (Banten II)
96. Herdian Koosnadi (Banten III)
97. Marinus Gea (Banten III)
98. I Made Urip (Bali)
99. Wayan Koster (Bali)
100. I Gusti Agung Rai Wirajaya (Bali)
101. Nyoman Dhamantra (Bali)
102. Rachmat Hidayat (NTB)
103. Honing Sanny (NTT I)
104. Herman Hery (NTT II)
105. Mercy Chriesty Barends (Maluku)
106. Irine Yusiana Roba Putri (Malut)
107. Komarudin Watubun (Papua)
108. Tony Wardoyo (Papua)
109. Jimmy Demianus Ijie (Papua Barat)

sumber : aktualpost.com

Saturday, May 10, 2014

PKB Resmi Merapat ke PDIP Dukung Pencapresan Jokowi

 PKB Resmi Merapat ke PDIP Dukung Pencapresan  Jokowi
jokowidodo.org

PKB telah resmi memutuskan bergabung dengan PDIP. Keputusaan ini merupakan hasil rapat pleno jajaraan Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro DPP PKB.

"Setelah melakukan rapat pleno bersama antara jajaran dewan tanfidz dan dewan syuro DPP PKB di Jombang, yang dihadiri semua pimpinan PKB, menyepakati bahwa PKB akan berkoalisi dengan PDIP dalam mengusung capres Jokowi (Joko Widodo)," kata Sekjen PKB Imam Nachrowi dalam keterangaan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (10/9/2014).

Rapat gabungan yang memutuskan arah koalisi ini digelar di Ponpes Tarbiyatunnasyiin, Pacung Gowang, Jombang, Jatim, hari ini. PKB mendukung pencapresan Jokowi karena para pengurus dan kader PKB menginginkan demikian.

"Pilihan PKB ini didasarkan oleh masukan dari para kiai, pengurus DPP, dan konstituen PKB yang kami mintai pandangan. Keputusan PKB ini murni didasari oleh keinginan menciptakan pemerintahan yg kuat, efektif dan efisien," tutur Imam.

Jokowi diyakini PKB akan mampu mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan pemerintahan yang kuat. Namun PKB menyatakan tak akan mencampuri urusan penentuan cawapres Jokowi yang sampai saat ini masih misterius.

"PKB tidak mensyaratkan apapun dalam pilihan koalisi ini, dan kami menyerahkan sepenuhnya soal siapa cawapres Jokowi kepada partner koalisi. Semoga pilihan PKB ini mendapat dukungan rakyat dan calon yang didukung PKB menang dengan mudah dan mendapat ridlo Allah," tutur Imam.

Sumber berita DetikNews

Thursday, February 20, 2014

Politisi PDIP Arif Wibowo menyebutkan jenis alat yang ditemukan sudah kuno

Politisi PDIP Arif Wibowo Menyebutkan Jenis  Alat yang Ditemukan Sudah Kuno

Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengungkapkan penemuan alat sadap di kediaman Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Politisi PDIP Arif Wibowo menyebutkan jenis alat yang ditemukan sudah kuno.


"Sudah kuno itu alat sadapnya. Mungkin kalian juga punya. Itu banyak itu dijual di Glodok (pusat perbelanjaan elektronik di Jakarta). Jadi bukan alat yang canggih begitu," kata Arif di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2014).



Menurut Arif alat sadap itu ada yang berbentuk menyerupai alat tulis dan dipasang di ruangan dalam rumah Jokowi. Tetapi Arif belum mengetahui mengenai detail penyadapan tersebut.



"Kalau untuk detailnya saya tidak bisa sebutkan karena saya memang kurang tahu. Takutnya nanti malah asbun (asal bunyi) terus interpretasinya jadi yang aneh-aneh," tutur Arif.



Penyadapan ilegal merupakan tindakan yang seharusnya bisa dipolisikan. Apakah PDIP akan ke tahap itu?



"Ini saya belum tahu, lebih baik saya tidak komentar," jawab Arif.



Alat sadap itu ditemukan pada Desember 2013 di tiga tempat yaitu ruang makan untuk meeting, ruang tamu pribadi dan kamar pribadi. Jokowi tidak ingin membesar-besarkan temuan itu sehingga tidak melaporkan ke polisi.

Penyadapan di Rumah Gubernur

Penyadapan di Rumah Gubernur

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku baru tahu bahwa rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, disadap. Rumah yang disadap itu terletak di Jalan Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, disadap oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Terkait dengan penyadapan rumah dinas Jokowi yang diketahui sejak Desember 2013 yang lalu, Ahok mengaku tidak pernah khawatir kalau rumahnya disadap. Karena menurutnya penyadapan itu adalah hal yang sering terjadi baik bagi pejabat, pengusaha maupun masyarakat biasa.

"Kalau disadap juga yang paling disadap suara saja. Kan tiap hari juga saya biasa ngoceh," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tjahjo Kumolo menyebutkan,  rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di kawasan Taman Surapati sempat disadap.

Menurutnya Tjahjo, penyadapan ini sebagai teror dan upaya untuk menjatuhkan PDIP dan Jokowi.

Teror yang dialami PDIP berupa penyusupan hingga penyadapan oleh pihak yang tidak diketahui. Penyusupan juga dilakukan ke rumah pribadi Megawati Soekarnoputri.

Tjahjo menambahkan bahkan pihak keamanan rumah Megawati pernah menangkap orang yang mencoba menyusup beberapa waktu lalu. Sejak itu kecurigaan akan upaya pengintaian dan teror dirasakan semakin kuat.

Menurutnya, atas kejadian itu kemudian muncul inisiatif untuk melakukan penyisiran di kantor PDIP hingga rumah para petinggi dan pejabat dari PDIP. Salah satunya kediaman Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Lalu untuk perawatan ada pembersihan di rumah dinas Jokowi pun dilakukan lebih rutin supaya apabila ada penyadapan bisa cepat diketahui.

JOKOWI :Mendapati Ada 3 Alat Sadap di Rumah Dinasnya

JOKOWI DISADAP : Mendapati Ada 3 Alat Sadap di Rumah Dinasnya


Gubernur DKI Jokowi mendapati ada 3 alat sadap di rumah dinasnya di Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Kini pengamanan rumah dinas Jokowi pun semakin diperketat.


"Iya...yang pegang kunci-kunci juga sudah di-briefing," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).



Jokowi sendiri tak melaporkan hal itu ke aparat. Jokowi malah melaporkan ke PDIP, kini dia menganggap persoalan itu selesai.



"Ya mau apa? Lagian yang mau disadap apa? Yang denger paling juga ngamuk-ngamuk, omongannya ini-ini saja," katanya.



Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya pada Desember 2013 lalu. Jokowi langsung melapor ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.



"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).