Showing posts with label Nilai Tukar. Show all posts
Showing posts with label Nilai Tukar. Show all posts

Thursday, March 13, 2014

Pemilu Akan Menjadi Barometer Nilai Tukar Rupiah


Pemilu Akan Menjadi Barometer Nilai Tukar Rupiah 
www.pemilu.com

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sudah menguat sejak pertengahan Februari 2014. Penguatan tersebut terjadi karena derasnya uang asing yang masuk atau capital inflow sejak awal tahun.


Capital inflow yang sifatnya uang panas itu masuk Rp 39 triliun dari Januari hingga pekan pertama Maret 2014. Ini harus jadi kewaspadaan. Apalagi jelang agenda pemilihan umum (pemilu) yang akan akan dimulai April mendatang.


Kepala Ekonom Bank Mandiri Destri Damayanti mengatakan, pemilu akan menjadi tantangan yang terbesar dalam waktu dekat. Sebab investor akan melihat dinamisme pesta rakyat tersebut.


Bila saja ada sedikit keributan atau chaos, maka investor akan khawatir dan takut. Sehingga uang panas yang tadinya masuk dan menguatkan nilai tukar rupiah akan ditarik kembali. Efeknya pun dolar dalam sekejap bisa kembali ke level Rp 12.000.


"Pemilu itu sangat menentukan. Karena investor sekarang tengah memantau dan menyimpan kekhawatiran. Kalau nantinya chaos atau sedikit ada keributan saja itu akan membuat ketakutan bagi investor. Hitungan kita doalr bisa balik lagi ke Rp 12.000," ujar Destri, seperti dikutip dari detikFinance, Jumat (14/3/2014)


Kekhawatiran dari pemilu akan diperkirakan sampai Juni mendatang. Baik pemerintah maupun BI harus dapat memberikan sinyal agar pemilu dapat berjalan tenang dan tanpa gangguan yang berlebihan.


"Jadi pemilu itu akan dipantau, masanya tidak hanya bulan April tapi sampai bulan Juni. Ada sekitar 2 bulan kedepannya," kata Destri.


Di kesempatan berbeda Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, pihak BI mewaspadai adanya penarikan tiba-tiba uang panas dari sektor keuangan dalam negeri, bila kondisi ekonomi dan politik tidak stabil, terutama di masa pemilu. 


"Kalau kondisinya nggak stabil, tiba-tiba ada gejolak bisa saja," sebut Tirta.

Wednesday, February 19, 2014

NILAI TUKAR RUPIAH KEMBALI MENGUAT


NILAI TUKAR RUPIAH KEMBALI  MENGUAT

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menguat. Perlahan dolar meninggalkan level Rp 12.000 dalam waktu yang cukup lama.


Mengutip data Reuters, Kamis (20/2/2014), dolar AS diperdagangkan di level Rp 11.770 pagi ini. Namun dolar sempat berada di Rp 11.690 satu jam sebelumnya. 


Bank Indonesia (BI) mematok kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) hari ini di level Rp 11.772 per dolar AS.


JISDOR Jadi Acuan di Singapura


ABS Benchmarks Administration Co Pte. Ltd. (ABS Co) dan The Singapore Foreign Exchange Markets Committee (SFEMC) mengumumkan akan menghentikan penerbitan benchmark tingkat harga spot USD/IDR, yang saat ini dikenal dengan "IDRVWAP".


Selanjutnya SFEMC merekomendasikan pada peserta pasar agar dapat menggunakan IDR JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate), yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) dan dipublikasikan melalui website Bank Indonesia, sebagai referensi sejak 28 Maret 2014. 


SFEMC juga merekomendasikan peserta pasar yang memiliki kontrak dengan referensi IDR VWAP sebelum 28 Maret 2014 dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret 2014 atau sesudahnya agar mengalihkan kontraknya dengan mengacu pada IDR JISDOR. Dalam media release, The Association of Banks in Singapore (ABS) dan SFEMC menyatakan akan senantiasa bekerjasama untuk meningkatkan robustness, transparansi dan efisiensi benchmark pasar keuangan di Singapura.


JISDOR merupakan harga spot USD/IDR, yang disusun berdasarkan kurs transaksi valuta asing terhadap rupiah antar bank di pasar valas domestik. JISDOR dimaksudkan untuk memberikan referensi harga pasar yang representatif untuk transaksi spot USD/IDR pasar domestik. 


BI sendiri menyambut baik penggunaan JISDOR sebagai referensi harga USD/IDR di pasar keuangan Singapura. Hal ini menunjukkan pengakuan terhadap kredibilitas JISDOR sebagai referensi harga yang terbentuk dari transaksi USD/IDR di pasar valas domestik. 


"Dengan demikian, transaksi di pasar keuangan internasional yang terkait dengan USD/IDR dapat sejalan dengan perkembangan harga USD/IDR di pasar valas dometik. Selain itu, penggunaan JISDOR sebagai referensi juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar keuangan internasional guna mendorong proses pendalaman pasar keuangan domestik," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara.