Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts

Thursday, November 13, 2014

Black Forest, Hutan Seram di Jerman

Black Forest, Hutan Seram di Jerman
thenewsekai.blogspot.com
Di balik keindahan bangunannya, Jerman punya hutan yang berselimut keindahan sekaligus misteri bernama Black Forest. Pesona mistis hutan ini menjadi inspirasi Grimm Bersaudara membuat dongeng Putri Salju.
Dari situs resminya yang ditengok detikTravel, Kamis (12/11/2014), Black Forest atau Schwarzwald merupakan taman alam terbesar di Jerman. Black Forest terletak di Baden-Wurttemberg, bagian barat daya Jerman.
Hutan ini memiliki pemandangan danau, air terjun dan lembah yang menawan. Anda bisa hiking dan jika Anda datang saat musim dingin ada arena olahraga di hutan ini seperti main ski dan snowboarding. Namun, di balik semua keindahan itu Black Forest menyimpan misteri.
Hutan ini dipenuhi pohon cemara dan pinus yang tumbuh lebat dan padat sehingga menghalangi masuknya sinar matahari. Hal ini menyebabkan hutan menjadi gelap dan menimbulkan rasa seram bagi orang yang sedang melintas di dalam hutan.
Matahari pun hanya menyinari Black Forest hanya sampai pukul 14.00. Setelah itu, hutan ini benar-benar diselimuti kegelapan hingga pagi tiba.
Dongeng karangan Grimm Bersaudara membuat Black Forest dikenal penuh misteri. Grimm Bersaudara sering mendongengkan hutan gelap sebagai tempat tinggal penyihir, manusia serigala, hingga kurcaci. Kisah Putri Salju yang menerabas hutan gelap sebelum diselamatkan kurcaci, adalah gambaran betapa seramnya hutan ini.
Jika mau ke sana, Black Forest lebih mudah dan cepat dicapai menggunakan mobil. Anda bisa rental mobil dari Frankfurt dan mengendarainya hingga ke tujuan. Saat berkunjung ke hutan ini, sebaiknya Anda menghafal jalan pulang agar tidak tersesat.
Sumber berita DetikTravel

Tuesday, September 2, 2014

Beberapa Tips Untuk Wisata ke Kuningan, Cirebon

Beberapa Tips Untuk Wisata ke Kuningan, Cirebon
jabrig21.blogspot.com
 Sudah punya rencana berakhir pekan? Bagaimana kalau menyempatkan waktu bersama teman atau keluarga untuk sejenak kabur dari Ibu Kota. Salah satu tempat yang menyenangkan karena jauh dari keramaian tetapi mudah dijangkau adalah Kuningan, Jawa Barat. Selain waktu tempuh yang tak terlalu lama karena masih berada di wilayah Jawa Barat, selain itu Kuningan banyak menawarkan objek-objek wisata alam yang menarik.
Sayangnya, transportasi umum masih sulit ditemui di Kuningan, untuk itu ini lah langkah-langkah empat langkah agar Anda dapat menikmati waktu wisata ke Kuningan.
Pilih Transportasi 
Kebanyakan wisatawan, memilih akses dari Cirebon untuk sampai ke Kuningan. Hal ini dinilai efektif karena jarak antara Cirebon dan Kuningan sudah tak terlalau jauh. Angkutan umum menuju Kuningan juga tersedia di Cirebon. Transportasi umum yang tersedia di sini adalah mobil jenis elf yang dihargai Rp 25.000 dengan jarak kurang lebih 35 km dan ditempuh selama 40 menit hingga satu jam.
Pilih Perjalanan Pagi Hari
Bila Anda berencana melewati akses Cirebon, ada baiknya melakukan perjalanan pada pagi hari dari Cirebon, hal ini sebagai antisipasi karena keterbatasan transportasi umum yang disediakan menuju Kuningan. Bila Anda bukan tipe yang suka melakukan perjalanan di pagi hari, paling tidak cobalah siang hari. Hal ini juga menjadi pertimbangan waktu untuk sampai ke Kuningan, transportasi yang terbatas di sana akan menyulitkan kita untuk pergi mencari penginapan atau mencari tempat makan saat sampai di Kuningan.
Sampai di Kuningan, Sewa Kendaraan
Di Kuningan, transportasi umum belum menjadi prioritas. Warga sekitar biasanya memiliki kendaraan sendiri untuk pergi kemana-mana. Dan untuk beberapa obyek wisata, belum dilalui oleh transportasi umum. Untuk itu, bila tak ingin repot sewa kendaraan saja. Di jalan rayanya cukup banyak info mengenai penyedia jasa sewa kendaraan.
Pilih Penginapan Dekat Obyek Wisata
Saat ini, penginapan di daerah Kuningan masih terpusat di kawasan Cilimus. Tetapi ini memudahkan Anda untuk memilih tempat penginapan yang cocok. Kawasan Cilimus dekat dengan beberapa objek wisata. Diantaranya, Taman Nasional Gunung Ciremai, Desa Wisata Cibulan yang meliputi tempat terapi ikan, sentra oleh-oleh tapai ketan dan juga Sanggar Angklung. Di Cilimus, tersedia sekitar 20 tempat penginapan. Tinggal disesuaikan dengan budget saja.
Cari Oleh-oleh di Tempat Pembuatannya
Hal yang satu ini juga menjadi daya tarik saat berwisata di Kuningan. Oleh-oleh khas dari Kuningan adalah Tapai Ketan, Jeruk Nipis Peras (Jeniper) hingga Keripik Buah yang bisa ditemui di Desa Wisata Cibulan dan Cibuntu. Selain dapat mendapatkan harga miring, Anda juga berkesempatan langsung berbincang-bincang dengan para pembuatnya.
Sumber .berita Kompas



Thursday, August 28, 2014

Kiat Menghemat Uang Untuk Penggunaan Ponsel Saat di Luar Negeri


Kiat Menghemat Uang Untuk Penggunaan Ponsel Saat di Luar Negeri
mamaenadine.blogspot.com

Ponsel pintar telah mengubah cara kita berwisata. Untuk tetap terhubung dengan keluarga di rumah sampai segala macam aplikasi traveling, ponsel memainkan peran penting di wisata abad ke-21. Hanya saja segala kemudahan ini juga bisa sangat mahal.

Tetapi Anda bisa mengakalinya. Berikut kiat menghemat uang Anda saat menggunakan ponsel pintar di luar negeri. Beberapa kiat berikut dikutip dari Huffingtonpost.com.

1. Provider international roaming. Sebelum berangkat, ketahui dahulu apakah provider dari SIM card yang Anda gunakan bisa international roaming. Jika iya, maka perlu diketahui negara yang Anda tuju apakah termasuk di dalamnya. Kontak customer service untuk informasi lengkap, juga tanyakan mengenai tarif telepon dan SMS saat di negara yang Anda tuju.

2. Gunakan SIM card lokal. Cara terhemat memang dengan membeli SIM card lokal. Tetapi ketahui terlebih dahulu tata cara pembelian dan penggunaan SIM card di negara yang Anda tuju. Beberapa negara mengharuskan Anda membeli SIM card harus dengan kelengkapan identitas resmi yaitu paspor. Di beberapa negara, Anda bisa membelinya langsung di bandara. Juga penting apakah SIM card negara tersebut bisa digunakan di perangkat ponsel Anda, terutama jika ponsel Anda menggunakan micro SIM card.

3. Gunakan WiFi sebanyak mungkin. Sebelumnya unduh aplikasi seperti Free Wi-Fi Finder. Dengan aplikasi ini, melalui GPS ponsel Anda akan mencari WiFi di area sekitar Anda.

4. Unduh peta offline. Saat pelesiran, seringkali kita membutuhkan peta. Untuk menghemat data dan tagihan, unduh aplikasi offline seperti City Maps 2Go dan OsmAnd, atau simpan peta offline Anda di Google Maps. Menyimpan peta sangat mudah, cukup zoom di area yang ingin disimpan, tulis “OK Maps” ke bar pencarian, dan tekan ikon “Search”.

5. Matikan data roaming atau gunakan fitur airplane. Mematikan data Anda dapat memastikan aplikasi tidak menghabiskan data Anda ketika tidak sedang menggunakan WiFi. Anda masih dapat menerima dan membuat panggilan dan pesan singkat sementara data roaming Anda mati. Membuat ponsel Anda dalam modus airplane juga dapat menghemat baterai anda. Menonaktifkan ”push notifications” dan secara manual memeriksa email Anda dapat menghemat data juga.

6. Lakukan percakapan melalui aplikasi yang menggunakan WiFI. Hemat tagihan pulsa Anda dengan menghindari percapakan telepon maupun pesan singkat. Gunakan aplikasi percakapan seperti Google Voice, Whatsapp, Skype, FaceTime, dan Facebook Messenger dengan bantuan WiFi.

7. Simpan informasi secara offline. Simpan semua informasi perjalanan Anda di dalam note (atau ambil screenshot). Jadi ketika sewaktu-waktu perlu untuk memeriksa jam penerbangan atau alamat hotel Anda dapat melakukannya tanpa membuka email atau browsing yang akhirnya menghabiskan data. Aplikasi seperti TripIt juga membantu mengorganisir semua informasi Anda ke satu tempat yang rapi.

8. Perhatikan penggunaan data Anda. Batasi penggunaan data. Biasanya ponsel pintar memiliki fitur untuk membuat batasan penggunaan data. Hal ini agar jika data kuota yang Anda miliki habis, tidak menghabiskan pulsa Anda.

9. Unduh semua aplikasi sebelum berangkat. Anda tidak akan ingin untuk bergantung pada WiFi di luar negeri untuk mengunduh aplikasi yang Anda butuhkan selama berwisata. Ada begitu banyak aplikasi untuk wisata, tetapi beberapa yang pokok seperti Google Translate, Evernote, Yelp, aplikasi peta lokal, dan TripIt.

Sumber berita Kompas.com

Tuesday, August 26, 2014

INFO : Berburu Hotel Cantik dan Murah Di Kuta,Bali

 INFO : Berburu Hotel Cantik dan Murah Di Kuta,Bali
tourists360.com
Salah satu kawasan paling favorit di Bali adalah Kuta. Tak heran banyak hotel dan penginapan di sana. Jangan kuatir, berikut daftar hotel cantik di Kuta yang harganya Rp 500 ribuan saja.

Belum ke Bali jika belum menginjakkan kaki di Kuta. Jadi, menginap di sana pun jadi favorit banyak traveler. Namun, harga kamar yang bersaing membuat sulit menemukan hotel cantik namun terjangkau. detikTravel, Selasa (26/8/2014) pun menyusun daftar hotel cantik di Kuta dengan harga sekitar Rp 500 ribuan.
 
1. The Alit
Sedikit jauh dari Pantai Kuta, ada The Alit di Jl Puri Gerenceng, Tuban, yang memiliki konsep kamar cantik nan romantis. Dengan tempat tidur berkelambu, disempurnakan oleh furnitur dan lantai yang berwarna senada. Suasana romantis otomatis terbangun di sini.

Ke luar kamar, ada kolam renang dengan pendopo nyaman. Pagi atau malam, duduk di sana selalu menyenangkan. Untuk harga kamarnya pun bergantung fluktuasi dari Dollar AS.

"Kamar standarnya USD 34,30 (Rp 400 ribu) untuk berdua," ujar Darkana dari The Alit kepada detikTravel.
 
2. Grandmas Kuta Hotel
Selanjutnya ada Grandmas Kuta Hotel yang terletak di Jl Raya Kuta No 88D. Hotel ini memiliki nuansa lembut dengan warna hijau sebagai highlightnya. Modern dan nyaman, itu yang jadi kesan tersendiri dari hotel ini.

Hotel ini bisa dicapai dengan 15 menit perjalanan dari Pantai Kuta. Ada dua pilihan harga yang bisa dipilih yaitu dengan sarapan atau tanpa sarapan.

"Rp 330 ribu tanpa sarapan, Rp 390 ribu dengan sarapan untuk dua orang," ujar Anggie dari Grandmas Kuta Hotel kepada detikTravel.


3. Hawaii Bali
Ingin merasakan suasana Hawaii di Bali? Menginap saja di Hotel Hawaii Bali. Hotel yang berada di Jl Bypass Ngurah Rai, Kuta ini menawarkan nuansa pantai dengan campuran modern.

Jangan heran jika melihat pohon kelapa palsu di pojok kamar. Karena suasana Hawaii ingin dibangun di sini. Untuk kamar, ada dua jenis yaitu Superior dan Deluxe.

"Superior Rp 400 ribu dan Deluxe Rp 450 ribu," tutur Hera dari Hawaii Bali kepada detikTravel.

 4. Rhadana Hotel
Terakhir, ada Rhadana Hotel yang berjarak 10 menit perjalanan dengan mobil dari Pantai Kuta di Jl Raya Kuta No 88. Hotel ini memiliki suasana romantis saat malam hari, terutama di bagian kolam renangnya. Serta, suasanya nyaman dan hangat di kamar.

Mengusung konsep sederhana, kamar di sini bernuansa putih dengan cokelat yang diambil dari furnitur kayu. Untuk harga kamar saja tanpa sarapan, bisa didapat dengan harga sekitar Rp 400 ribu.

5. deKuta
Ada deKuta yang bisa dijangkau dengan 5 menit berjalan kaki dari Pantai Kuta. Jendela yang besar membuat kamar terlihat lebih lebar dari sebenarnya. Ruang terbuka yang beragam, serta rooftop yang nyaman pun melengkapi kenyamana liburan Anda.

Ada dua pemandangan kamar yang bisa dipilih yaitu pool view atau tanpa pool view. Untuk yang pool view harganya Rp 550 ribu.

"Yang tidak pool view Rp 450 ribu," kata Rini dari deKuta kepada detikTravel.
 
6. Anika Melati Hotel & Spa
Bukan tidak mungkin menemukan hotel murah yang cantik di Kuta. Adalah Anika Melati Hotel & Spa di Komplek Burung, Jalan Nuri, Tuban. Hotel kecil dengan konsep bangunan yang kental dengan budaya Bali ini menawarkan kamar dengan harga Rp 300 ribu.

"Untuk kamar yang tanpa breakfast bisa Rp 300 ribu, dengan breakfast Rp 350 ribu," kata Kadek dari Anika Melati Hotel & Spa kepada detikTravel.

Hotel ini memiliki kolam renang yang bersih, dan layanan spa yang menenangkan. Selain itu, ada juga penyewaan mobil, lengkap dengan supirnya.

"Dapat diskon spa 60% kalau menginap di sini. Jadi Rp 230 ribu untuk spa 2 jam," lanjut Kadek.


7. Solaris Hotel Kuta
Di Jl Jenggala Kuta, ada Solaris Hotel Kuta dengan kamar yang nyaman dan area terbuka seperti kolam renang yang bersih dan menarik. Pool bar dan suite bathroom menjadi andalan dari hotel ini.

Banyaknya sofa yang empuk juga menjadikan para tamu betah bersantai di hotel. Untuk harga, hotel yang tergolong dekat dengan Pantai Kuta ini mulai Rp 450 ribu.

"Harga tersebut untuk kamar superior," tutur Tina dari Solaris Hotel Kuta.

8. Si Doi Kuta
Hanya 50 meter dari Legian, Kuta, ada hotel Si Doi Kuta yang menawarkan fasilitas cantik dengan harga masuk akal. Mulai Rp 330 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan kamar standar. Jika ingin yang superior, bisa membayar Rp 375 ribu.

"Standar Rp 326.400, superior Rp 375.200 dan deluxe Rp 454.400" ujar Made dari Si Doi Kuta kepada detikTravel.

Hotel ini memiliki banyak sofa dan kursi malas yang nyaman. Serta, restoran yang menyajikan makanan lezat. Salah satu area tercantik yang bisa dinikmati adalah area kolam renangnya.

Sumber berita DetikTravel




Sunday, August 24, 2014

Kisah Bagaimana Mengurus Visa Korea Selatan

Kisah Bagaimana Mengurus Visa Korea Selatan
korea.panduanwisata.com
Korea Selatan tak hanya soal K-Pop. Negara ini punya alam yang cantik dan kuliner yang kaya. Sebelum berkunjung ke Korea, turis Indonesia harus membuat visa. Ini pengalaman deg-degan membuat visa Korea Selatan.

Alhamdulillah, akhirnya plong juga rasanya. Seperti menunggu pengumuman lulus Ujian SMA atau Ujian Masuk Perguruan Tinggi, begitulah rasanya mengurus sendiri visa Korea Selatan ini. Proses menunggu yang lumayan lama, sekitar 2 minggu, membuat saya hampir saja putus asa. Tapi, akhirnya pada tanggal 26 Mei 2014, visa pun diterima.

Persyaratan pengajuan visa Korea Selatan bisa dibagi menjadi dokumen penting dan dokumen pendukung. Persyaratan dokumen penting lebih lengkapnya bisa dilihat di laman Web Resmi Kedubes Korsel. Untuk dokumen pendukung, sebenarnya merupakan hal yang tidak wajib, tapi bisa membantu proses dalam pengajuan visa.

Dokumen pendukung yaitu pertama, tiket PP dari kota Anda ke Korsel. Ini merupakan indikasi Anda benar mengapply visa liburan, bukan untuk mencari pekerjaan. Dokumen selanjutnya yakni bukti pemesanan hotel, saya biasanya memesan di salah satu situs booking hotel.

Dokumen pendukung selanjutnya adalah jadwal, serta lokasi dan budget yang akan dikeluarkan selama di Korea Selatan. Ini adalah hal yang bisa membantu konsulat untuk menyetujui visa Anda, jadi jangan ragu untuk meluangkan waktu sebentar untuk membuat itenerary sederhana.

Dokumen keempat yaitu tagihan Kartu Kredit. Kenapa saya mencantumkan bukti keuangan lain sebagai dokumen pendukung, karena tagihan kartu kredit bisa dijadikan sebagai penguat bukti keuangan. Namun, jika anda sudah memiliki rekening koran atau surat refernsi dari bank, maka tidak wajib mencantukan dokumen yang satu ini.

Untuk biaya visa Korea Selatan sendiri ada tiga macam, tergantung lama hari kita akan tinggal di sana. Single Visa (Kunjungan di bawah 90 hari): Rp 480.000. Single Visa (Kunjungan di atas 90 hari): Rp 720.000. Multiple Visa (sampai dengan 3 tahun): Rp 1.080.000. Double Visa (2 Kali kunjungan, berlaku 6 bulan): Rp 840.000.

Biaya visa dibayar pada saat pengajuan aplikasi visa, dan apabila ditolak tidak dikembalikan. Jadwal Pengajuan dan Pengambilan Visa dilakukan pada hari kerja. Pengajuan visa dari pukul 09.00-11.30 WIB. Sementara pengambilan dari pukul 13.30-16.30 WIB. Proses pembuatan visa kurang lebih 5 hari kerja. Bisa juga lebih, tergantung Konsulat.

Ceritanya memang sangat berliku, awalnya saya berkeyakinan bahwa dengan berbekal Visa Jepang, saya akan dengan mudahnya diterima. Namun, setelah saya tunggu seminggu, belom juga ada kabar. Sementara tiga partner traveling saya sudah mengantongi visa Korea Selatan.

Dengan penuh harapan saya telepon Kedutaan setiap hari, dan berharap menemukan jawabannya. Namun, sampai tiga hari, saya belom mendapatkan jawaban. Mereka hanya bisa menjawab dengan kalimat, "Maaf belum jadi, Anda bisa menanyakan kembali besok." Jawaban-jawaban itulah yang saya terima. 

Saya sempat ditelefon oleh kedutaan. Salah satu petugas Kedutaan Korea yang menanyakan SPT Pribadi saya. Padahal, semua persyaratan telah saya lengkapi. Ternyata setelah diperiksa memang ada.

Akhirnya saya memutuskan untuk terus terang kepada Ayah. Sebetulnya mau merahasiakan agenda backpacking kali ini, karena Ayah berulangkali menasehati agar saya menabung dan jangan boros jalan-jalan.

Setelah beres meminta restu orang tua (kata teman saya, restu orang tua adalah segalanya), beberapa hari kemudian saya menelpon lagi ke kedutaan. Saya meminta petugas untuk mengecek visa saya. Dan akhirnya Visa Korea Selatan diterima. 

Sumber berita DetikTravel

Saturday, August 23, 2014

Banyuwangi Ternyata Mempunyai Pantai Bawah Laut Nan Indah

 Banyuwangi Ternyata Mempunyai Pantai Bawah Laut Nan Indah

rizalchristian.blogspot.com
Siapa yang menyangka jika Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur yang berjuluk "The Sunrise of Java" memiliki dunia bawah laut yang cukup indah. Anda cukup datang ke Pantai Bangsring yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Banyuwangi dan nikmati terumbu karaing bersama Bangsring Under Water yang dikelola oleh kelompok nelayan tradisional setempat.

Ada beberapa spot yang bisa memuaskan petualangan di bawah laut yang dipenuhi dengan keindahan terumbu karang dan tebing yang curam secara alami. Keunikan apartemen ikan, soft coral di terumbu karang buatan akan semakin membuat anda lupa waktu untuk snorkeling dan diving.

"Terumbu karang buatan merupakan transplantasi dari para donasi. Termasuk juga apartemen ikan yang sengaja diletakkan di perairan Bangsring untuk tempat tinggal ikan, baik ikan hias maupun ikan konsumsi," jelas Ikhwan Arief, pengelola Bangsring Under Water kepada Kompas.com beberapa waktu yang lalu.

Ikhwan mengatakan selain menikmati pemandangan bawah laut, pengunjung bisa melakukan aktivitas konservasi seperti penanaman mangrove dan tranplantasi terumbu karang. "Banyak yang datang ke sini, selain snorkeling dan diving mereka kita ajak untuk melakukan tranplantasi. Satu bulan bisa seribu orang yang berkunjung. Jadi bukan hanya berwisata tapi juga ikut melestarikan lingkungan bawah laut," jelas Ikhwan Arief.

Sumber berita Kompas.com

Thursday, August 21, 2014

Keindahan Bukit Painnemo, Salah Satu Wisata Andalan di Raja Ampat

Keindahan Bukit Painnemo,  Salah Satu Wisata Andalan di Raja Ampat 
.rumahtravel.co.id
Wisatawan yang datang ke Raja Ampat tentu akan rugi jika tidak berkunjung ke puncak bukit Pianemo. Dari puncak bukit tersebut kita bisa melihat sebuah bentangan geopark yang menakjubkan.

Gugusan puluhan kepulauan nampak terlihat seperti barisan piramida. Sulitnya medan yang harus dilalui saat menuju puncak terbayar ketika berhasil 'menaklukkan' bukit setinggi kurang lebih 200 meter itu. Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono sempat menjajal tangga tersebut. Curamnya tangga membuat Agung sempat 'ngos-ngosan'. Keringat membasahi baju yang dia kenakan.

Menurut Agung pembangunan tangga tersebut untuk memudahkan medan menuju puncak. Selain itu agar pengunjung tidak merusak, menebang tanaman maupun batuan di Bukit Pianemo.

"Tangga ini dibangun salah satu tujuannya agar masyarakat yang datang tidak merusak (lingkungan)," kata Agung di Puncak Bukit Pianemo, Rabu (20/8/2014).

Bukit Pianemo menjadi salah satu tempat wisata andalan di Raja Ampat. Jumat (22/8/2014) besok rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berkunjung ke bukit tersebut. Kedatangan Presiden SBY itu dalam rangka membuka acara Sail Raja Ampat 2014. Agung Laksono optimistis Raja Ampat akan menjadi salah satu destinasi wisata dunia.

Saat ini menurut Agung, Raja Ampat menjadi salah satu dari tujuh kawasan yang diusulkan sebagai global geopark United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Enam lainnya adalah Merangin, Kerinci, Sorolangun di Jambi, Pegunungan Sewu, Danau Toba, Pangandaran, Bandung Utara, Parahyangan, dan Maros, Sulawesi Selatan. "Saat ini kami terus mengurus (pengajuannya)," kata Agung.

Sumber berita DetikNews

Wednesday, August 20, 2014

INFO: Ingin Santai Sejenak dari Ruitinitas, Cobalah ke Hotel Dengan Panorama Gunung Salak

INFO: Ingin Santai Sejenak dari Ruitinitas, Cobalah ke Hotel Dengan Panorama Gunung Salak

tripadvisor.com
Sebuah hotel mewah di Bogor membuka pintunya untuk tamu. Hotel dari Suryamas Group tersebut bernama R Hotel Rancamaya. Hotel mewah dan asri tersebut berada di Jalan Rancamaya Utama, Bogor. Hotel ini menjadi hotel pertama yang dibangun dalam portofolio Suryamas Group.

“R Hotel Rancamaya adalah jalan keluar yang sempurna dari peliknya kehidupan Jakarta sebagai pusat bisnis yang hanya berjarak 65 kilometer, di lain sisi hotel ini menawarkan akomodasi bergaya penuh dengan fasilitas lengkap," ungkap General Manager R Hotel Rancamaya, Ulrich Hahn seperti termuat dalam keterangan tertulis, Senin (18/8/2014).

R Hotel Rancamaya terletak dalam kawasan Rancamaya Golf Estate seluas 700 hektar dengan pemandangan Gunung Salak dan lapangan golf yang sudah memenangkan banyak penghargaan internasional. Hotel ini menawarkan retreat untuk liburan akhir pekan dengan keluarga maupun aktivitas MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) perusahaan.

Saat tiba di hotel, tamu disambut dengan pepohonan hijau dan banyak ruang terbuka yang bersinggungan dengan panorama Gunung Salak. Kamar yang ditawarkan beragam jenisnya, mulai dari tipe superior, deluxe, super deluxe, lagoon superior, lagoon deluxe, family suite dan grand suite. Fasilitas lainnya adalah kolam renang dengan panjang 90 meter.

Tamu juga dapat menikmati fasilitas golf termasuk golf driving yang diberikan secara gratis untuk 100 bola pertama. Ada pula taman rusa (deer park), restoran, dan lounge. Pada periode pre-opening ini, harga yang ditawarkan mulai dari Rp 788.000 (++) untuk kamar superior per malam.

Sumber Berita Kompas.com

Wednesday, August 13, 2014

Bebas Visa ke Jepang Mulai Januari 2015 Bagi WNI

Bebas Visa ke Jepang Mulai Januari 2015 Bagi WNI 
bisniskeuangan.kompas.com
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengumumkan kabar gembira yang dibawa rekan sejawatnya, Menlu Jepang Fumio Kishida, saat keduanya bertemu di kantor Kemlu, di Pejambon, Jakarta, Selasa (12/8/2014).

”Kabar gembiranya, Pemerintah Jepang telah memutuskan memberi fasilitas bebas visa bagi warga negara Indonesia yang akan berkunjung ke sana. Kebijakan ini tentunya akan diikuti pula oleh Indonesia pada waktunya, yang akan memberikan fasilitas sama bagi warga negara Jepang,” ujar Marty.

Seusai pertemuan, Marty menyebut, fasilitas bebas visa itu mulai diberlakukan oleh pihak Jepang per Januari tahun 2015. Hingga saat ini, kata Marty, Indonesia baru menerapkan kebijakan bebas visa kepada setidaknya 13 negara, sembilan di antaranya adalah sesama negara anggota ASEAN.

Dengan kebijakan pembebasan visa dari pihak Jepang itu, lanjut Marty, tentunya pihak Indonesia juga akan menyiapkan kebijakan sama bagi warga negara Jepang.

Seperti diketahui, selama ini ada empat macam rezim kebijakan pemberian visa yang berlaku.

Pertama adalah pemberian visa dengan terlebih dahulu membutuhkan visa panggilan (calling visa). Kedua, pemberian visa melalui proses permohonan biasa. Ketiga, pemberian visa saat kedatangan (visa on arrival). Keempat, pembebasan visa.

Sumber berita Kompas.com

Tuesday, August 12, 2014

Hasil Survei Dilakukan IAP, Inilah 7 Kota di Indonesia Ternyaman Untuk Ditinggali

Hasil Survei Dilakukan IAP, Inilah 7 Kota di Indonesia Ternyaman Untuk Ditinggali 
merdeka.com
Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) meliris daftar kota di Indonesia yang dianggap nyaman untuk ditinggali atau Indonesian Most Livable City Index 2014 oleh masyarakat.

Dari survei yang dilakukan IAP tersebut, ada tujuh kota yang memiliki nilai di atas rata-rata dan dianggap nyaman ditinggali. "Kota Balikpapan secara signifikan berada di atas rata-rata nasional untuk aspek tata kota dan pengelolaan lingkungan dibandingkan dengan kota lain," ujar Ketua Umum IAP Indonesia Bernardus Djonoputro, di Jakarta, Senin (11/8/2014).

Bernard menjelaskan bahwa survei ini murni persepsi masyarakat. Menurut dia, penentuan kota nyaman ini berdasarkan 27 indikator yang ditentukan sebelumnya. Sementara itu, jumlah responden dalam survei ini adalah 1.000 orang, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Survei ini memiliki margin of error sebesar 2 persen dan dilaksanakan pada tahun 2014 ini. Keberadaan indeks tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan pemeringkatan kota yang lebih baik, tetapi untuk mengukur kualitas kehidupan warga kota dan dimaksudkan untuk melakukan identifikasi awal faktor-faktor kritis pembangunan pada tiap-tiap kota berdasarkan persepsi warga.

Berikut adalah tujuh kota di Indonesia yang dianggap paling nyaman untuk ditinggali:
1. Balikpapan
2. Solo
3. Malang
4. Yogyakarta
5. Makassar
6. Palembang

7. Bandung

Sumber berita Kompas.com

Monday, August 11, 2014

Museum di Taiwan Ternyata Menyimpan Koleksi Wayang-Wayang Tua dari Indonesia

 Museum di Taiwan Ternyata Menyimpan Koleksi Wayang-Wayang Tua dari Indonesia
tokohwayangpurwa.wordpress.com
Sebuah museum swasta di Kota Taipei, Taiwan, menyimpan koleksi wayang kulit dan wayang golek asal Indonesia yang diperkirakan digunakan pada abad 19-20 Masehi.

Namun wayang yang sudah berusia seabad lebih itu, kata Direktur Museum Teater Wayang Lin Liu-Hsin Taiwan, Robin Ruizendaal kepada Antara di Taipei, Minggu (10/8/2014), tidak selalu dipamerkan, karena usianya yang sudah lama dan mulai rapuh sehingga hanya dipamerkan untuk acara-acara tertentu.

Ia mengatakan, wayang kulit, wayang golek dan boneka sigale-gale yang dimilikinya merupakan hasil pencarian pihak museum, di antaranya didapatkan di Perancis dan Belanda. "Mungkin di Indonesia jarang memilikinya. Tapi orang Eropa yang nenek moyangnya pernah di Indonesia, mereka masih menyimpannya. Karena itu beberapa wayang di antaranya ada yang dibeli atau memang diserahkan pewarisnya untuk disimpan di museum," katanya sambil menunjukkan bentuk wayang buto cakil yang diperkirakan dari abad 19.

Museum yang berada di tengah kota itu juga memiliki simpanan koleksi wayang-wayang tua, baik yang terbuat dari kulit hewan maupun bentuk boneka (golek) itu didapatkan dari berbagai negara, di antaranya Tiongkok, Indonesia, Vietnam, Thailand, Kamboja, Nigeria, Turki, dan Taiwan sendiri.

"Jumlah keseluruhan koleksi museum ini lebih dari 10 ribu buah," kata Robin yang berasal dari Den Haag, Belanda, dan sudah hampir 20 tahun menetap di Taipei.

Selain memamerkan wayang-wayang, museum ini juga menyediakan ruang panggung teater pertunjukan wayang, untuk wayang golek tradisional asal Taiwan di lantai empat gedung museum. Menurut Robin, yang sering datang ke teater tidak hanya para turis, tetapi anak-anak sekolah dasar juga sering mendatanginya.

"Dinas Pendidikan Kota Taipei mewajibkan murid-murid SD untuk menonton wayang tradisional di sini. Setahun bisa dua kali, dan tiketnya dibayarkan Dinas Pendidikan. Hal ini menyenangkan kita, tidak hanya dari segi bisnis tetapi pertunjukan tradisional dihargai pemerintah dan warganya, sehingga dikenal para murid. Bahkan dinas pernah melakukan survei, ternyata pertunjukan wayang di sini menempati posisi tertinggi yang disukai murid-murid dibanding lainnya," jelas Robin.

Robin yang merupakan doktor sinologi itu sering memberi ceramah dan melakukan pertunjukan tidak hanya di Taiwan, tetapi juga sering diundang berbagai negara, termasuk Tiongkok, Vietnam dan Indonesia.

Sumber berita Kompas.com

Monday, August 4, 2014

Indahnya Pantai Sarwana Kabupaten Lebak, Banten

Indahnya Pantai Sarwana Kabupaten Lebak, Banten
anekatempatwisata.com
Ribuan wisatawan memadati obyek wisata Pantai Sawarna Kabupaten Lebak, Banten, untuk mengisi libur Lebaran 2014. Dari pantauan, menunjukan, Minggu (3/8/2014), ribuan pengunjung dari wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat memadati Pantai Sawarna sejak pagi.

Para pengunjung datang menggunakan angkutan pribadi, mobil bak terbuka dan truk. Bahkan, mereka berdatangan ke lokasi wisata tersebut umumnya dua tiga hari setelah Lebaran.

Mereka menempati homestay dan vila, sebab di kawasan Pantai Sawarna tidak terdapat hotel. Para pengunjung menginap di rumah singgah, seperti Pantai Pulo Manuk, Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Legon Pari, dan Gua Lalay.

"Kami memperkirakan obyek wisata kawasan Pantai Sawarna pada Lebaran tahun ini dikunjungi 85.000 wisatawan," kata pembina lifeguard atau petugas penyelamat Pantai Sawarna, Erwin di Lebak.

Ia mengatakan, pengunjung kebanyakan para wisatawan lokal umumnya dari Banten, DKI, Bogor, dan Bandung. Bahkan, beberapa pengunjung dari luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera.
"Pengunjung ke sini kebanyakan bermain selancar dan menikmati indahnya panorama pantai," ujarnya.

Menurut Erwin, saat ini lokasi kawasan Pantai Sawarna memiliki daya tarik tersendiri karena alamnya masih alami. Selain itu juga sarana infrastruktur menuju lokasi cukup nyaman dan keamanan pun terjamin dengan adanya polisi pariwisata, dan tim lifeguard.

"Kami memberikan jaminan keamanan bagi wisata yang berkunjung ke sini agar tidak terjadi kecelakaan laut maupun korban kejahatan," kata Erwin.

Wawan Gunawan, warga Bandung mengatakan dirinya bersama keluarga mengunjungi Pantai Sawarna, Banten karena pantai yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi ini alamnya masih murni juga ombaknya cukup tinggi disertai tiupan angin kencang. "Kami setiap hari raya datang ke sini sambil mengisi libur Lebaran dengan main selancar," katanya.

Sumber berita Kompas.com

Sunday, August 3, 2014

Ternyata Ada yang Bisa Ngalahin Green Canyon, Cobalah Kunjungi Gua Sinjang Lawang


Ternyata Ada yang Bisa Ngalahin Green Canyon, Cobalah Kunjungi Gua Sinjang Lawang
tribunnews.com

Tidak  banyak yang tahu lokasi Gua Sinjang Lawang di Dusun Parinengan, Desa Jadimulya, Kecamatan Langkap Lancar, Kabupaten Pangandaran. Gua ini memiliki panjang 500 meter dengan dilewati oleh aliran Sungai Cijulang. Gua ini memiliki lebar sekitar 65 meter dengan tinggi 60 meter.

Menyusuri gua ini bisa dilakukan dengan cara berenang menggunakan pelampung, helm, head lamp, dan ban karet yang disediakan pemandu wisata dari Cukang Taneuh atau Green Canyon yang ditunjuk oleh warga dusun tersebut untuk menemani pengunjung. Itu dilakukan karena warga di dusun tersebut belum ada yang ahli dan berpengalaman memandu penyusuran gua. Warga di dusun itu pun baru sadar gua tersebut bisa jadi obyek wisata andalan mengalahkan Green Canyon.

Obyek wisata ini bisa diakses dari kawasan Pantai Pangandaran dengan mengambil rute ke arah obyek wisata Citumang yang berada satu jalur menuju kawasan Pantai Batu Karas atau Greend Canyon. Dari obyek wisata Citumang, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit menuju Dusun Parinengan.

Setibanya di Dusun Parinengan, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak menuju mulut gua dengan jarak 1 km. Atau, pengunjung bisa menuju mulut gua menggunakan ban karet dengan menyusuri aliran sungai.

Kedalaman aliran sungai di dalam gua sendiri bervariasi. Ada yang dangkal dan ada pula yang cukup dalam, yakni 1,5 meter hingga 3 meter. Namun, pengunjung bisa melaluinya dengan bantuan pelampung atau ban karet.

Sepanjang 500 meter di dalam gua, pengunjung akan menikmati fenomena alam di dinding dan langit- langit gua berupa stalaktit. Di tengah-tengah gua, saat siang hari, pengunjung bisa melihat sinar matahari menembus gua melalui langit-langit gua yang terbuka lebar. Pemandangan sinar matahari menembus gua itu menjadi pemandangan menarik karena berkelindan dengan stalaktit, serta ukiran batu hasil proses alam.

Tidak hanya itu, sinar matahari yang menembus gua dari atap gua lalu mengenai air di aliran sungai ini juga memantulkan warna hijau toska, hijau, dan merah ke dinding-dinding gua. Perpaduan warna yang bisa dilihat di dinding gua ini bisa membuat pengunjung takjub. Di ujung gua, pengunjung akan melihat fenomena alam di langit-langit gua, berupa ukiran batu membentuk hati.

Setelah menikmati pemandangan batu-batu kapur dalam bentuknya yang unik, pengunjung pun akan mengakhiri perjalanan di ujung gua yang dikelilingi hutan kecil milik warga.

Karena belum ada akses menuju titik pertama dari ujung gua, untuk kembali pulang pengunjung harus kembali menyusuri gua. Bisa kembali dengan berenang atau berjalan di batuan kapur di atas aliran sungai di dalam gua. Hanya saja, jika memilih pulang dari gua dengan berjalan di batuan kapur, harus dilakukan ekstrahati-hati karena jalan licin. Itu sebabnya, lebih baik melawan arus air yang tenang untuk kembali ke titik pertama penelusuran gua.

Warga dusun tersebut menamakan gua ini Sinjang Lawang. Disebut Sinjang Lawang karena di dinding di mulut gua ini terdapat ukiran batu mirip batik yang tercipta karena proses alam. Ukiran batu karena proses alam ini membentuk motif batik khas Sunda dalam kain sinjang atau dalam bahasa Indonesia disebut sarung.

Gua yang dialiri sungai bawah tanah Cijulang ini terbilang kawasan wisata baru di Kabupaten Pangandaran meski keberadaannya sudah sejak lama. Sejak dua bulan lalu, gua ini diperkenalkan pada dunia luar. Itu sebabnya warga di sana sangat antusias membangun prasarana wisata dengan keyakinan bahwa mereka  bisa berdaya secara ekonomi dengan memanfaatkan gua tersebut sebagai objek wisata alam.

Saat Tribun mengunjungi objek wisata itu, akhir pekan lalu, puluhan warga tengah bergotong royong membuka akses jalan melalui mulut gua dengan jalan setapak melewat hutan kecil dan melewati pinggiran sungai.

Kepala Dusun setempat, Ujang Solihin (48), mengatakan semua warga di dusun itu sudah mengetahui keberadaan gua tersebut. Hanya saja, mereka tidak sadar bahwa gua tersebut bisa jadi modal wisata yang bisa mereka kembangkan.

"Kami sudah tahu tempat ini sejak lama. Tapi memang kami baru ingin mengembangkan gua ini sebagai obyek wisata terbaru di Pangandaran yang tidak kalah dengan Green Canyon. Bahkan, kami yakin obyek wisata gua ini lebih bagus dari Green Canyon," katanya.

Jauh sebelumnya, kata Ujang, banyak warga yang sering mengunjungi lokasi tersebut untuk sekadar memancing di dalam gua. Hanya saja, tidak banyak warga yang bisa menembus gua tersebut hingga ke ujung.

"Enggak pernah ada yang berenang atau sekadar menyusuri gua karena mungkin masih takut," ujarnya.

Adalah Didin (34), budayawan Sunda dari Kecamatan Cijulang, yang mulai mengajak warga untuk memberdayakan diri dengan mengembangkan Gua Sinjang Lawang sebagai tujuan wisata. Ia sadar betul bahwa keberadaan Gua Sinjang Lawang ini modal utama warga di dusun tersebut untuk mengembangkan ekonomi mereka.

"Asalnya saya diminta datang untuk acara adat di dusun ini. Kemudian Kepala Dusun memberi tahu saya tentang gua ini. Saya cek dan ternyata gua ini memang fantastis, ini akan jadi ikon wisata paling baru di Pangandaran," ujar Didin.

Didin bersama warga dusun tersebut tengah merencanakan program jangka panjang untuk mengembangkan obyek wisata gua Sinjang Lawang ini.

"Sejauh ini belum banyak wisatawan yang datang ke sini karena belum terpublikasikan. Pemandu pun sengaja didatangkan mereka yang berpengalaman memandu wisatawan di Green Canyon atau Cukang Taneuh di Kecamatan Cijulang. Tapi kami yakin, perlahan tapi pasti, obyek wisata Gua Sinjang Lawang ini akan populer," ujarnya.

Pemandu wisata dari Jenggala Adventure, Yanto (28), mengatakan Gua Sinjang Lawang ini sangat berpotensi untuk dijadikan obyek wisata di Pangandaran. Bahkan, ia mengatakan keeksotisan Green Canyon kalah oleh Sinjang Lawang.

"Sinjang Lawang ini lebih aman dibanding Green Canyon yang tidak memiliki akses evakuasi karena tidak ada jalan di atas aliran sungai. Kami rasa Gua Sinjang Lawang ini akan jadi wisata favorit baru di Pangandaran," ujarnya.

Sumber berita Kompas.com

Tuesday, June 17, 2014

Pemerintah Jepang Mengumumkan Kebijakan Bebas Visa Bagi WNI

Pemerintah Jepang Mengumumkan Kebijakan Bebas Visa Bagi WNI
news.kitook.co.id
Pemerintah Jepang secara resmi mengumumkan kebijakan bebas visa bagi kalangan umum WNI pemegang paspor Republik Indonesia. Pengumuman bebas visa untuk kunjungan maksimum selama 15 hari ini disampaikan pemerintah Jepang di Tokyo. Pemberlakukannya paling cepat akhir 2014.

Secara resmi pengumuman ini disampaikan pada Selasa (17/6/2014). Dalam siaran pers KBRI Tokyo, disebutkan, kebijakan di atas hanya berlaku untuk WNI pemegang e-paspor (paspor yang memiliki IC/chip) sehingga dapat dibaca oleh sistem komputer keimigrasian Jepang untuk otentifikasi identitas pengguna.
Paspor itu juga sebelumnya harus didaftarkan ke Kedubes Jepang atau Konjen Jepang yang ada di Indonesia.

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, menyambut baik kebijakan pemerintah Jepang soal bebas visa itu. "Dalam pertemuan resmi dengan PM Abe sekitar dua bulan yang lalu, saya memang meyampaikan permohonan bebas visa itu. Hal yang sama juga disampaikan ke Sekjen Liga Parlemen Jepang-Indonesia," ujar Dubes Yusron.

Hingga akhirnya, lanjut Yusron, pemerintah Jepang telah mengambil langkah kongkrit tentang hal itu. Apalagi, mereka mengeluarkan kebijakan itu tanpa tuntutan timbal-balik (reciprocal) kepada pemerintah Indonesia. Walapun, mungkin ideal jika kita melakukan hal yang sama terhadap WN Jepang.

Tanggal resmi pemberlakukan bebas visa di atas memang masih ditunggu. Tapi dengan adanya pengumuman resmi tadi, hal ini mengisyaratkan bahwa pemberlakuan bebas visa itu sudah semakin dekat. Sumber pemerintah Jepang sendiri menyebutkan, kebijakan ini diharapkan mulai berlaku sebelum tahun 2014 berakhir.

"Dalam penjelasannya, pemerintah Jepang menyebutkan bahwa untuk WNI yang masih menggunakan paspor tanpa IC/chip, mereka tetap harus memiliki visa untuk berkunjung ke Jepang. Hanya saja, dalam hal ini pemerintah Jepang akan mempermudah persyaratan aplikasi visanya, terutama untuk perjalanan secara berkelompok seperti halnya grup tur yang dikelola oleh biro perjalanan," terang KBRI Tokyo.

Menarik dicatat bahwa kebijakan bebas visa untuk kalangan umum WNI di atas akan diberlakukan pemerintah Jepang mendahului pemberlakukan untuk WNI pemegang paspor dinas atau paspor diplomatik. Untuk paspor dinas atau diplomatik, pembahasannya sedang berlangsung dan diharapkan akan segera dapat diberlakukan juga.

Sumber Berita DetikNews

Thursday, June 5, 2014

Menakjubkan Pemandangan Pohon Besar Didalam Gua Rancang Kencono, Gunung Kidul

Menakjubkan Pemandangan Pohon Besar Didalam Gua Rancang Kencono, Gunung Kidul
arif-febriyanto.com
Ada pemandangan tak biasa saat Anda datang ke Gua Rancang Kencono di Desa Wisata Bleberan, Gunungkidul. Gua ini punya rongga yang di dalamnya ada pohon besar menjulang tinggi belasan meter. Aneh tapi nyata!

Suatu gua identik dengan kegelapan dan suasana lembab. Beda cerita kalau Anda datang ke Gua Rancang Kencono. Gua ini tipenya adalah gua horizontal tapi ada pohon besar di tengah aulanya yang menjulang tinggi melewati atap gua.

"Menurut penelitian, pohon di Gua Rancang Kencono itu berumur 300 tahun. Pohon tersebut bernama pohon klumpit atau bahsa latinnya Terminalia edulis. Itulah yang jadi keunikannya," ujar salah satu pengelola Desa Wisata Bleberan dari desawisatableberan.com, Tri Harjono, Kamis (5/6/2014).

Tri menambahkan, tidak ada yang tahu asal usul mengapa pohon tersebut bisa tumbuh menjulang tinggi dari dalam gua. Rongga Gua Rancang Kencono yang ada pohon besarnya itu ada hanya berjarak sekitar 5 meter saja dari pintu gua.

"Luas aulanya dua kali luas lapangan bulu tangkis," ucap Tri.

Sedikit mengulik sejarah, Gua Rancang Kencono berasal dari kata rancang yang berarti merancang dan kencono yang berarti emas. Dua kata itu menggambarkan fungsi gua yang pada zaman dulu digunakan sebagai markas prajurit Mataram untuk mengusir penjajah Belanda.

"Sejarahnya, Gua Rancang Kencono digunakan sebagai markas pengaturan strategi prajurit Mataram di tahun 1720-an untuk melawan penjajah, makanya dinamakan seperti itu. Kalau kata emas, mungkin kiasan dari strategi yang mereka jalankan," kata Tri.

 Selain itu, menurut Tri, Gua Rancang Kencono pernah dijadikan tempat pertapaan. Para petapa biasanya menghabiskan diri di ruang zona gelap abadi yang tanpa cahaya.

"Tapi praktek pertapaan sudah tidak ada sejak 10 tahun belakangan ini. Gua Rancang Kencono kini adalah tempat wisata yang ramai dikunjungi orang. Sehari saat hari Senin-Jumat rata-rata bisa dikunjungi sampai 200 orang," ujar Tri.

Tri pun menawarkan paket wisata untuk mengunjungi Gua Rancang Kencono. Harga paket tur untuk masuk ke gua dan sekaligus mengunjungi air terjun Sri Gethuk yang letaknya tak jauh hanya sebesar Rp 17 ribu saja.

"Kami juga punya paket outing outbound dan meeting di aula Gua Rancang Kencono. Untuk outing 30 orang, rata-rata per orangnya Rp 150 ribu dan sudah termasuk makan," papar Tri.

Gua Rancang Kencono berjarak sekitar 40 km atau satu setengah jam dari pusat kota Yogya. Gua Rancang Kencono dibuka setiap hari untuk dikunjungi wisatawan dari pukul 08.00-16.00 WIB.

"Untuk Gua Rancang Kencono, wisatawan hanya bisa sampai aulanya saja. Setelah dari aula ada ruang zona gelap abadi dan tidak ada jalan lagi," tutup Tri.


Sumber berita DetikTravel

Tuesday, June 3, 2014

INFO : Dongdaemun Tempat Belanja Favorite di Korea Selatan

INFO : Dongdaemun Tempat Belanja Favorite di Korea Selatan
smithsonianmag.com
Nama Korea Selatan, terutama Seoul sedang melejit di kalangan traveler tak terkecuali seleb Indonesia. Saat berkunjung ke ibukota Korsel itu, para seleb ini tak ketinggalan belanja di kawasan Dongdaemun.

Kawasan belanja Dongdaemun menyajikan banyak keunikan. Daerah yang terkenal sebagai pusat belanja itu buka hingga pagi hari. Tak heran Dongdaemun menjadi tempat pariwisata terkenal di Seoul.

Bahkan saking terkenalnya lokasi Dongdaemun, artis lokal berbondong-bondong mengunjungi lokasi itu. Salah satunya mal Doota.

Mal megah 5 lantai di Dongdaemun itu menjadi tujuan para artis lokal. Pantauan detikTravel lewat beberapa foto, artis seperti Dewi Sandra, Fauzi Baadila, Dede Yusuf, Primus, Eza Gionino pernah mengunjungi Doota.

Foto-foto mereka terpampang jelas pada salah satu toko yakni Chung Sil di mal Doota. Pekerja toko itu cukup bangga dengan kehadiran para artis Indonesia di toko mereka.

Ada kelebihan dari toko yang menjual oleh-oleh khas Korea Selatan itu. Salah seorang karyawan cukup fasih berbahasa Indonesia. Tidak begitu sulit berkomunikasi dengan karyawan toko itu. Bahkan pedagang itu mencoba memperlihatkan foto-foto artis Indonesia kepada detikTravel.

"Ini artis Indonesia, mereka pernah ke sini. Orang Indonesia cukup terkenal di sini," ucapnya.

Melihat reaksi karyawan itu, menyimpulkan jika begitu besar daya tarik lokasi Dongdaemun bagi orang Indonesia. Pasar ini juga menjadi tempat untuk wisata malam hari bagi turis asal Indonesia.

Kenyamanan yang ditawarkan pengelola mal bisa jadi faktor utama gemarnya turis asal Indonesia datang ke sini. Tak hanya sebagai tempat mencari oleh-oleh, tapi juga lokasi hiburan malam di Kota Seoul.

Sumber berita DetikTravel


Wednesday, May 14, 2014

INFO: 25 Hotel Dengan Pelayanan Terbaik di Indonesia Versi TripAdvisor

INFO: 25 Hotel Dengan Pelayanan Terbaik di Indonesia Versi TripAdvisor
oucherhotel.com

Tak cuma fasilitas yang lengkap dan ruangan yang nyaman, keramahan dan pelayanan yang baik dari hotel jadi pertimbang turis untuk menginap. Di Indonesia, ada 25 hotel dengan pelayanan terbaik versi TripAdvisor.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, TripAdvisor mengadakan survei mengenai tempat-tempat wisata di dunia. Tahun ini, situs perjalanan terkemuka tersebut kembali mengadakan survei bertajuk Travellers' Choice.

Survei ini dilakukan terhadap 986 wisatawan dari Asia Tenggara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Survei mulai dilakukan pada 7 Mei-12 Mei 2014.

Beberapa kategori diajukan ke responden yang merupakan pengguna situs TripAdvisor. Salah satunya adalah Hotels with Exceptional Service atau Hotel dengan Pelayanan Terbaik.

Pemenang penghargaan Travellers' Choice Exceptional Service ditentukan berdasarkan jutaan review dan opini dari wisatawan TripAdvisor di seluruh dunia. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas review dan penilaian pelayanan.

"Wisatawan memiliki jutaan hotel untuk dipilih, dan pelayanan adalah salah satu cara untuk memikat pelanggan ditengah-tengah persaingan ketat perhotelan. Hal ini sudah terlihat jelas dalam review hotel kami bahwa ketika Anda memiliki pelanggan yang senang, mereka akan menyebarkan berita baik tersebut," kata chief marketing officer TripAdvisor, Barbara Messing dalam rilis kepada detikTravel, Rabu (14/5/2014).

Villa Semana di Ubud, Bali berada di peringkat pertama sebagai hotel dengan pelayanan terbaik di Indonesia. Berdasarkan review yang ditulis traveler di situs TripAdvisor, hampir seluruhnya mengatakan puas dengan pelayanan Villa Semana

 Hotel yang benar-benar bagus, sangat bagus di semua pelayanan dan salah satu spa terbagus yang pernah saya kunjungi," tutur seorang traveler bernama Maodk.

Setelah Villa Semana, ada Hotel Tugu Lombok di NTB. Salah seorang traveler asal Inggris mengaku sangat senang menginap di sana.

"6 Malam dengan staf, makanan, akomodasi dan taman-taman yang menakjubkan," tulis Janelister dalam review TripAdvisor.

Selengkapnya, inilah 25 Hotel dengan Pelayanan Terbaik di Indonesia versi TripAdvisor:

1. Villa Semana, Ubud, Bali
2. Hotel Tugu Lombok, Lombok, Nusa Tenggara Barat
3. Komaneka at Rasa Sayang, Ubud, Bali
4. Komaneka at Tanggayuda, Ubud, Bali
5. Komaneka at Monkey Forest, Ubud, Bali
6. Uma by COMO, Ubud, Indonesia
7. Damai, Pantai Lovina, Indonesia
8. The Samaya Bali, Ubud, Bali
9. The Legian Bali - A GHM Hotel, Seminyak, Bali
10. The Lombok Lodge, Lombok, Nusa Tenggara Barat
11. MAHAMAYA Boutique Resort, Gili Meno, Nusa Tenggara Barat
12. The Magani Hotel and Spa, Legian, Bali
13. The Purist Villas and Spa, Ubud, Bali
14. The Chedi Club Tanah Gajah a GHM Hotel, Ubud, Bali
15. The Kunja Hotel, Seminyak, Bali
16. DesaSeni, A Village Resort, Kuta, Bali
17. Lembeh Resort, Bitung, Sulawesi
18. Komaneka at Bisma, Ubud, Bali
19. Dusun Villas Bali, Seminyak, Bali
20. The Ulin Villas & Spa, Seminyak, Bali
21. The Samaya Bali, Seminyak, Bali
22. PondokAyu, Sanur, Bali
23. Maca Villas & Spa, Seminyak, Bali
24. CiliEmas Oceanside Resort, Tejakula, Bali
25. AlamJiwa, Ubud, Bali

Sumber berita DetikTravel

Saturday, May 10, 2014

Kerjasama Indonesia-Myanmar, Sepakat Bebas Visa Paspor Biasa

Kerjasama Indonesia-Myanmar, Sepakat Bebas Visa Paspor Biasa 

the5thestate.asia

 Hubungan kerjasama antara Indonesia dan Myanmar terus meningkat. Salah satunya ditandai dengan penandatanganan kerjasama bebas visa bagi pemegang paspor biasa atau paspor hijau.

"Saya kira (perjanjian ini) sangat penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan hubungan antara masyarakat kedua negara, dan bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarsesama negara ASEAN," ujar Menlu Marty Natalegawa.

Hal itu dikatakan Marty disela-sela acara KTT Asean ke-24 di Myanmar International Convention Centre (MICC), Nay Pyi Taw, Myanmar, Sabtu (10/5/2014).

Selama ini, lanjut Marty, sudah ada pengaturan bebas visa bagi pemegang Paspor Dinas dan Paspor Diplomatik. Marty mengatakan, perjanjian bebas visa ini penting untuk meningkatkan hubungan antarwarga dan merupakan bagian dari konektivitas ASEAN.

Persetujuan bebas visa ini disusun sejalan dengan semangat ASEAN Common Visa dan pembentukan Masyarakat ASEAN 2015 yang tertuang dalam ASEAN Framework Agreement on Visa Exemption. ASEAN Common Visa ditandatangani di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25 Juli 2006.

Persetujuan ini juga memperteguh pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2011 mengenai Perubahan Ketiga atas Keputusan Presiden No. 18 Tahun 2003 tentang Bebas Visa Kunjungan Singkat yang telah memberikan pembebasan visa pemegang paspor biasa dari negara-negara ASEAN, Hongkong, Makau, Cile, Maroko, Peru, dan Ekuador.

sumber, detiknews.com


Thursday, April 24, 2014

Hotel - Hotel Terindah dan Terunik Di Dunia

16 Hotels That You Absolutely Must Visit in Your Lifetime
Whether you're planning your next vacation, or simply dreaming about escaping from the daily grind, these gorgeous hotels are sure to inspire you to book your flight and start packing your suitcases. There's sure to be something for everyone, from gorgeous beach villas, breathtaking mountain views, and even igloo retreats.
Here are 16 hotels that you absolutely must visit in your lifetime:

Aescher Hotel in Appenzellerland, Switzerland
via My Science Academy
This hotel is an absolute must-see, with its gorgeous hilly landscape and alpine scenery.

Shangri-La in Paris, France
via imgur
              This elegant hotel is at the heart of Paris, France. If you're lucky, you can see straight out to the Eiffel Tower from your hotel window.

The Manta Resort in Zanzibar
 
via the Worldwider
The Manta Resort is one of those rare gems that people don't usually get to see. With a wide variety of rooms, including a three-level underwater room, there's plenty to do and see here.

Kakslauttanen Arctic Resort in Saariselka, Finland
 
via DesignApplause
This romantic igloo retreat is definitely a must-see. From right inside the igloos, you can admire the northern lights and the twinkling of the starry sky above.

Conrad Maldives on Rangali Island, Maldives

via Luxury Design
This five-star hotel is home to whale sharks, manta rays, dolphins, and turtles, and is one of the best 100 hotels in the world according to Conde Nast Traveler's 2013 Gold List.

Juvet Landscape Hotel in Valldal, Norway
 
via Backpacking with Chad
With massive panoramic windows, you'll always feel in touch with nature at this gorgeous hotel.

The Caves Hotel in Negril, Jamaica
 
via Huffington Post
Sitting atop the limestone cliffs of Negril, Jamaica, this gorgeous oceanfront hotel is the ultimate in romance and natural beauty.

Panchoran Retreat in Bali, Indonesia
 
via Panchoran Retreat
Located in the forest, this breathtaking retreat was created using only recycled or sustainable materials. It's truly a vacation spot that will bring you back to nature.

Attrap Reves Hotel in Allauch, France
 
via imgur
This unusual hotel lets you experience a night of sleeping under the stars, all in the comfort of a bubble.

Le Sirenuse in Positano, Italy
 
via Ron Phillips Travel
Bask in Italian culture in this beautiful hotel that overlooks the spectacular Amalfi Coast.

The Cambrian Hotel in Adelboden, Switzerland
 
via myfancyhouse
Located in the Swiss Alps, this hotel features stunning mountain views that will make your jaw drop.

Giraffe Manor in Nairobi, Kenya
 
via Rare Delights
This iconic historical building has a special treat for all its guests: a herd of giraffes who visit every morning and afternoon before they head out to their sanctuary.

Montana Magica Lodge in Huilo-Huilo, Chile
 
via The Daily Beast
This extraordinary hotel is tucked away at the center of a 300,000 acre private nature reserve. Shaped like a volcano, this hotel "erupts" every day with a burst of water that trickles down to quench the lush grass that surrounds it.

Four Seasons Resort Bora Bora in Bora Bora, French Polynesia

via Four Seasons
With over 100 over-water bungalows and 15 private villas over-top majestic turquoise waters, these luxurious hideaways make the perfect vacation spots.

Whare Key Lodge in Wanaka, New Zealand
 
via Whare Key Lodge
Only accessible via helicopter, this gorgeous lodge in New Zealand is the adventurer's dream resort destination.

The Atomium in Brussels, Belgium
 
via Shed Expedition
Originally built for the 1958 World Fair of Brussels, visitors can now stay in this architectural masterpiece overnight.
sumber, diply.com