Showing posts with label Timnas U-23. Show all posts
Showing posts with label Timnas U-23. Show all posts

Sunday, March 29, 2015

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U-23 Brunei Darussalam , 2-0, Kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H 2015

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U-23 Brunei Darussalam , 2-0, Kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H 2015
 youtube.com
Timnas Indonesia sukses menundukkan Brunei Darussalam dengan skor 2-0 pada pertandingan kedua kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.

Gol kemenangan Timnas Garuda Muda itu dicetak oleh Ahmad Nufiandani pada menit 70 dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh pada menit 88. Dengan hasil ini untuk sementara Indonesia berada di puncak klasemen Grup H dengan enam poin dari dua pertandingan.

Upaya Timnas Garuda Muda untuk meraih kemenangan kedua dimulai sejak awal babak pertama. Bahkan, anak asuh Aji Santoso itu mampu mendapatkan empat kali tendangan sudut. Hanya saja, tekanan diawal babak pertama belum membuahkan hasil.

Keasyikan menyerang ternyata Ilham Udin dan kawan-kawan lengah dalam bertahan. Serangan cepat Brunai langsung menusuk kepertahanan sehingga Hasamu Yama harus bermain dengan keras. Hasilnya wasit Aziz Asimov menunjukk titik putih setelah terjadi pelanggaran dikotak pinalti.

Beruntung M. Natshir bermain cemerlang. Tendangan pinalti pemain Brunai Darussalaum, Mohammad Aimmil pada menit tujuh mampu dibaca dengan baik sehingga membuat gawang timnas aman.

Mendapatkan kejutan diawal ternyata membuat motivasi Paulo Sitanggang dan kawan-kawan meningkat. Terbukti tekanan demi tekanan terus dilakukan. Tendangan Ilham Udin, Hendra Bayauw banyak mengarah ke gawang. Namun, semuanya belum membuahkan hasil.

Tidak ketinggalan pemain belakang yang sudah mendapatkan kartu kuning yaitu Hansamu Yama. Pemain jangkung itu juga membantu menyerang. Satu peluang pun didapat, namun masih melenceng di sisi kiri gawang Ahsanuddin.

Absennya Evan Dimas benar-benar berpengaruh. Lini tengah yang digawangi Paulo Sitanggang maupun Adam Alis masih belum maksimal. Apalagi pemain sayap seperti Ilham Udin dan Hendra Bayauw selalu mendapatkan pengawalan lawan.

Meski mampu menguasai jalanannya pertandingan, Timnas Garuda Muda sukses dibuat frustasi oleh lawan. Meski peluang banyak didapat, namun hasilnya hingga babak pertama usai kedudukan masih sama kuat 0-0.

Memasuki babak kedua Timnas Indonesia kembali berinisiatif menekan. Dimotori Paulo Sitanggan, serangan dibangun dengan rapi dari sayap. Ilham Udin langsung mendapatkan peluang. Hanya saja, tendangan kerasnya mampu diblok penjaga gawang lawan.

Demi menambah daya gedor, Aji Santoso memasukkan Muchlis Hadi Ning untuk menggantikan Hendra Bayauw. Sedangkan Wawan Febriyanto menggantikan Ilham Udin. Masuknya tenaga baru ini langsung membuat pola serangan lebih tajam.

Bolapun bahkan hanya bertahan disetengah lapangan. Brunai Darussalam benar-benar dikurung. Akhirnya kebuntuan itu pecah pada menit 70. Adalah Ahmad Nufiandani yang mampu membawa timnas unggul setelah tendangannya gagal dihalau kiper lawan.

Mampu unggul 1-0 membuat dukungan dari pinggir lapangan bertambah. Ribuan suporter tak henti-hentinya memberikan dukungan. Dampaknya perolehan gol nyaris bertambah jika tendangan keras Wawan Febriyanto tidak membentur mistar gawang Brunei.

Begitu juga dengan Muchlis Hadi Ning. Mantan striker Timnas Indonesia U-19 juga beberapa kali mendapatkan peluang. Hasilnya, pada menit 88 ia mampu mencatatkan namanya di papan skor setelah mampu meneruskan umpan terukur dari Antoni Putro Nugroho.

Kembali mencetak gol membuat semangat pemain timnas kembali menyala meski lawan juga terus berusaha memberikan perlawanan. Hanya saja hingga pertandingan usai tidak ada lagi gol yang tercipta.

Berikut susunan pemain:

Indonesia : M. Natshir (pg), Andik Rendika Rama, Hendra Adi Bayauw/Muchlis Hadi, Antoni Putro Nugroho/Safri, Manahati Lestusen, Putu Gede, Hansamu Yama (kk), Paulo Sitanggang, Adam Alis, Ilham Udin/Wawan Febriyanto dan Ahmad Nufiandani.

Brunai Darussalam : Ahsanuddin (pg), Mohd Nur Azees Bin Awg Ali, Mohd Aswani Syazni, Md Khairil Shahme B Suhaimi, Suhaimi Anak Salau, Abdul Khair, Muhammad Faiz, Ak Yura Indera/M. Nur Ikhmal, MD Nur Syazwan, Abang Hazim dan Mohammad Aimmil.

sumber:antaranews.com

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U-23 Timor Leste, 5-0, Kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H 2015

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U-23 Timor Leste, 5-0, Kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H
youtube.com
Timnas Indonesia lolos ujian pertama setelah mampu mengalahkan Timor Leste lima gol tanpa balas pada pertandingan kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

"Pertandingan pertama biasanya sulit, tapi anak-anak mampu bermain dengan baik meski diawal babak pertama sempat kesulitan melakukan serangan," kata pelatih Timnas Indonesia, Aji Santoso usai pertandingan.

Pelatih asal Malang, Jawa Timur itu mengaku, Timor Leste dalam 20 menit pertama menerapkan pola bertahan. Kondisi ini membuat anak asuhnya mengalami kesulitan untuk menekan. Bahkan, serangan sering dimentahkan lawan.

Setelah melakukan perubahan dengan menginstruksikan serangan dari sayap, kata dia, peluang untuk mencetak gol langsung didapat. Kebuntuan itu langsung terbayat setelah Adam Alis mampu mencetak gol pertama.

"Setelah gol tercipta anak-anak mulai mampu bermain dengan tenang. Adaptasi permainan mampu berjalan dengan baik," katanya menambahkan.

Mampu membuka keunggulan, gol-gol berikutnya langsung tercipta baik melalui Manahati Lestusen dan Evan Dimas. Namun, Indonesia juga harus kehilangan satu orang pemain setelah Zulfiandi mendapatkan dua kali kartu kuning.

Keluarnya mantan pemain Timnas U-19, membuat Aji Santoso memutar otak dengan melakukan pergantian pemain. Ilham Udin digantikan dengan Paulo Sitanggang. Masuknya tenaga baru ternyata mampu membuat tekanan lebih keras.

"Meski main dengan 10 orang, anak-anak berani keluar menyerang. Pola serangan yang dibangun juga mampu merepotkan lawan," kata mantan pelatih Persebaya Surabaya.

Kemenangan Timnas Indonesia atas Timor Leste diwarnai cederanya beberapa pemain seperti Adam Alis, Abduh Lestaluhu maupun Evan Dimas. Hanya saja, Aji Santoso belum menjelaskan dengan detail kondisi pemain yang bermain cemerlang pada pertandingan pertama ini.

"Kami bersama dokter tim akan melihat perkembangan mereka," kata mantan pemain timnas itu.

Sementara itu, pelatih Timor Leste, Fabio Joaquim Marciel mengkui jika kemampuan Timnas Indonesia lebih unggul dibandingkan dengan anak asuhnya. Hanya saja, pihaknya sangat mengapresiasi perjuangan Jose Carlos Da Fonseca dan kawan-kawan.

"Selamat kepada Indonesia. Indonesia bermain lebih baik. Yang jelas kami tidak mempermasalahkan kondisi lapangan," katanya usai pertandingan.

Setelah menghadapi Timor Leste, Timnas Indonesia pada pertandingan kedua akan menghadapi Brunei Darussalam, Minggu (29/3), sedangkan Timor Leste akan menghadapi Korea Selatan pada hari yang sama.

sumber: antaranews.com

Friday, September 26, 2014

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U-23 Korut, 1-4, Laga Asian Games 2014

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U-23 Korut, 1-4, Laga Asian Games 2014 
beritabulukumba.com
Timnas Indonesia U-23 akhirnya tersingkir di babak 16 Besar Asian Games 2014 usai kalah telak 1-4 dari Korea Utara di Stadion Ansan Wa, Korea Selatan Jumat (26/9).

Sejak awal, Korea Utara memperlihatkan dominasinya. Peluang Korea Utara di menit ke-13, menerobos dari sisi kanan pertahanan Indonesia, Jong Ingwan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang masih menerpa jaring samping kanan gawang Andritany.

Dua menit kemudian, Korut kembali mengancam gawang Indonesia. Beruntung Andritany berada di posisi tepat untuk memblok sepakan mendatar So Kyungjin dan menghasilkan sepak pojok bagi Korut.

Usaha Korut membongkar pertahanan Indonesia akhirnya berbuah di menit ke-19. Skema umpan silang menjadi senjata pamungkas Korut. Sim Hyonjin yang beroperasi dari sayap kanan melepaskan umpan silang yang mampu ditanduk oleh Pak Lwangryong untuk membobol gawang Andritany, 1-0 Korut memimpin.

Tertinggal satu gol, Indonesia belum juga bisa menemukan ritme permainan. Bola-bola panjang yang ditujukan kepada Bayu Gatra masih dengan mudah diantisipasi bek Korut yang unggul postur badan.

Hingga memasuki menit ke-30, Korut masih leluasa melakukan tekanan ke pertahanan Indonesia. Lagi-lagi permainan dari sisi lebar lapangan menjadi pola andalan skuad besutan Yun Jongsu.

Kwangryong menguji ketangguhan Andritany di menit ke-31. Mendapat ruang tembak di sisi kiri kotak penalti Indonesia, tembakannya masih bisa dimentahkan kiper Persija itu.

Begitu juga dengan umpan silang Jong Ingwan yang belum bisa dijangkau Kyongjin.

Korea Utara cukup cerdas untuk menarik dua bek sayap Indonesia, Alfin Tuasalamony dan Dani Saputra, naik jauh lalu kemudian melakukan serangan balik cepat ke area pertahanan Indonesia.

Indonesia memperoleh kesempatan menekan di menit ke-37. Ramdhani Lestaluhu melakukan tusukan dari sayap kanan, ia kemudian menyodorkan bola ke tengah kotak penalti, Ferdinand Sinaga yang mendapat bola gagal menguasai si kulit bundar dengan baik, bola pun terlepas.

Menit ke-40, melalui skema yang sama dari gol pertama, Korut menambah keunggulan lewat sundulan pemain pengganti Jo Kwang memanfaatkan umpan silang Ri Yongjik.

Satu menit berselang gawang Andritany kemasukan untuk yang ketiga kali. Tendangan Jong Ingwan di dalam kotak penalti sempat membentur kaki Igbonefo dan bola berubah arah masuk ke gawang Indonesia. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, tim asuhan Aji Santoso itu memiliki harapan bangkit mengejar ketinggalan. Striker Persebaya Surabaya, Fandi Eko Utomo mengoyak jala Korea Utara. Dia menanduk bola liar hasil tendangan Ahmad Jufriyanto yang gagal diantisipasi kiper Korut, Ri Myong-guk.

Namun di pertengahan babak kedua, Korut kembali memperlebar kedudukan. Jong II-wan memanfaatkan kemelut di depan gawang Indonesia. Andritany Ardhiyasa tidak mampu mengamankan laju bola karena telah mati langkah.

Skor 4-1 tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal mengulang sukses mencapai semi final Asian Games 1986. Kegagalan ini sangat disayangkan, mengingat Indonesia tampil meyakinkan mengalahkan Timor Leste dan Maladewa di babak penyisihan grup.

Bagi Korut, untuk ke-4 kali mereka sukses menembus babak perempat final Asian Games.
Untuk Informasi Sepakbola bola Asian Games Klik ini.
sumber;pssi.org

Monday, September 22, 2014

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U-23 Thailand, 0-6, Laga Asian Games 2014

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U-23 Thailand, 0-6, Laga Asian Games 2014 
youtube.com; rcti.tv
Timnas Indonesia U-23 harus menuai kekalahn di laga terakhir penyisihan Grup E Asian Games 2014. Ya, Garuda Muda kalah 0-6 dari Thailand di Stadion Incheon, Korea Selatan, Senin (22/9).
Meski kalah telak, Timnas U-23 tetap lolos ke 16 besar sebagai runner-up Grup E. Victor Igbonefo dkk meraih enam angka dari 3 kali bertanding. Di babak 16 Besar, Indonesia akan bertemu Juara Grup F, Korea Utara tanggal 26 September mendatang.
Di awal laga, Garuda Muda yang merotasi pemain tampil tanpa gereget.  Menit ke 7, Chananan Pombubpha membuat Indonesia tertinggal 0-1.
Pada menit 12, Timnas U-23 mencoba memberikan ancaman, namun bola sepakan Syakir Sulaiman dari jarak jauh masih di atas mistar. Menit 17, Thailand kembali mencetak gol lewat Adisak Kraisorn. Gol tercipta lewat pergerakan sayap Thailand di sisi kiri pertahanan Indonesia. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk Indonesia.
Unggul dua gol membuat Thailand terus menggempur. Timnas U-23 pun hanya pasrah. Menit 25, tendangan kera Chappuis masih bisa diamankan kiper Garuda Muda, Teguh Amirudin. Hingga babak pertama berakhir skor tetap 0-2 untuk Thailand.
Di babak kedua, Thailand kembali tampil menekan seperti di babak pertama. Pada menit ke-54, Thailand memperoleh kans melalui sepakan Chanathip Songkrasin, namun bola masih bisa ditepis Teguh Amiruddin.
Menit 54, Thailand malah menambah keunggulan mereka lewat tendangan keras Chanathip Songkrasin, memanfaatkan bola rebound dari tepisan Teguh.
Gol tersebut membuat Thailand memimpin 3-0 atas anak-anak asuhan Aji Santoso. Permainan Timnas U-23 tak berkembang, sementara tekanan yang dilakukan Thailand juga belum berhenti. Peluang lagi-lagi diapat Thailand pada menit ke-66, beruntung bola bisa ditangkap Teguh.
Thailand benar-benar membombardir gawang Teguh Amiruddin dalam laga ini. Gol keempat mereka ke gawang Timnas U-23 lahir pada menit ke-75 lewat Kroekrit Thawikan memanfaatkan crossing lambung dari Chanathip Songkrasin.
Hanya berselang tiga menit, Thailand kembali memproleh kesempatan melalui sontekan Pinyo Inpinit, tapi masih melenceng. Pada menit ke-81, Thailand membuat kedudukan menjadi 5-0 lewat gol yang dicetak Pinyo Inpinit.
Serangan Thailand terus menerjang pertahanan Timnas U-23, tendangan dari luar kotak penalti Kroekrit Thawikan masih mengenai mistar gawang Teguh. Tim asuhan Kiatisuk Senamuang menambah penderitaan Timnas U-23 dengan memasukkan gol keenam mereka.
Gol Adisak Kraison terjadi pada masa injury time sekaligus membuat kedudukan menjadi 6-0. Hingga pertandingan usai, Timnas U-23 gagal mencetak gol dan Thailand menang dengan skor 6-0. 
Hasil ini membuat Thailand menjadi juara Grup F setelah mengoleksi sembilan poin dari tiga laga. Skuad Gajah Putih bakal bertemu dengan runner-up Grup F yakni China.
Untuk Informasi Sepakbola bola Asian Games Klik ini.

sumber;pssi.org

Thursday, September 18, 2014

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U23 Maladewa, 4-0, Laga Asian Games 2014

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U23 Maladewa, 4-0, Laga Asian Games 2014 
youtube.com;rcti
Tim nasional Indonesia menang 4-0 atas Maladewa pada pertandingan lanjutan penyisihan Grup E cabang sepak bola Asian Games 2014, di Incheon Football Stadium, Kamis (18/9/2014). 
Dengan kemenangan ini, Indonesia otomatis lolos ke babak 16 besar setelah menjadi juara grup E untuk sementara dengan mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Selanjutnya, Indonesia akan melawan Thailand pada pertandingan penyisihan grup E, Senin (22/9/2014). Laga nanti ialah untuk menentukan juara dan runner-up grup. 
Kemenangan Indonesia tidak lepas dari penampilan apik Ferdinand Sinaga yang mencetak dua gol dan satu assist. Ia juga sebelumnya tampil gemilang dengan mencetak empat gol saat mengalahkan Timor Leste 7-0. Ferdinand yang tepat berulang tahun ke-26 pada hari ini pun untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan enam gol.  
Gol pertama Indonesia diciptakan Ramdani Lestaluhu pada menit ke-13. Gol berawal dari kejelian Fandi Eko Utomo yang mengirimkan bola kepada Ramdani yang lolos dari jebakanoffside. Begitu menguasai bola, Ramdani melepas tembakan yang tak mampu dibendung kiper Mohamed Jazlaan.
Ramdani memiliki peluang menciptakan gol kedua pada menit ke-26. Alfin berhasil melakukan tusukan dari sisi kiri pertahanan Maladewa. Pemain Persebaya Surabaya tersebut kemudian memberikan umpan tarik kepada Ramdani.
Sayang, pemain Persija tersebut terlalu terburu-buru melepaskan tembakan sehingga bola melambung di atas mistar lawan.
Setelah itu, tim besutan Aji Santoso ini kesulitan menciptakan peluang. Maladewa terlihat kokoh membangun lini pertahanannya. Tak hanya itu, Maladewa juga terlihat percaya diri menguasai bola. 
Bahkan, Maladewa nyaris mencetak gol balasan melalui tandukan Hamza Mohamed pada menit ke-40. Beruntung, kiper Andritany masih sigap menepis bola. Penyelamatan Andritany sekaligus mengunci keunggulan Garuda Muda dengan skor 1-0 pada babak pertama. 
Selepas turun minum, Indonesia kembali mencetak gol cepat melalui aksi Ferdinand Sinaga pada menit ke-49. Gol berawal dari umpan silang Ramdani di sisi kiri pertahanan lawan. Ferdinand yang dikawal pemain lawan berhasil mengontrol bola. Tanpa pikir panjang, bomber Persib Bandung tersebut melepaskan tembakan keras yang berujung gol. 
Ferdinand layak menjadi bintang lapangan pada pertandingan ini. Ia "membidani" gol Bayu Gatra pada menit ke-57. Indonesia untuk sementara unggul 3-0.  
Namun, Indonesia harus kehilangan Andritany pada menit ke-62. Kiper Persija Jakarta tersebut harus ditandu keluar lapangan seusai berbenturan dengan Mohamed Muslih. Aji Santoso memilih memasukkan Teguh Amiruddin untuk menggantikan posisi Andritany. 
Indonesia mendapatkan hadiah penalti setelah Alfin dilanggar Samdhooh Mohamed pada menit ke-80. Ferdinand yang maju sebagai algojo berhasil menaklukkan kiper Mohamed Jazlaan. Gol Ferdinand sekaligus memastikan kemenangan Indonesia.  
Untuk Informasi Sepakbola bola Asian Games Klik ini.

Susunan Pemain
Maladewa: 1-Mohamed Jazlaan; 2-Ahmed Numaan, 3-Samdhooh Mohamed, 4-Amdhan Ali, 13-Shafiu Ahmed; 6-Mohamed Arif, 12-Hassan Shifaz, 14-Hamza Mohamed, 15-Moosa Yaamin, 16-Mohamed Irufaan; 10-Asadhulla Abdulla
Pelatih: Dargo Mamic

Indonesia: 12-Andritany Ardhiyasa; 3-Dany Saputra, 4-Victor Igbonefo, 12-Manahati Lestusen, 26-Alfin Tuasalamony; 23-Bayu Gatra, 15-Achmad Jufriyanto, 7-Ramdani Lestaluhu, 11-Dedi Kusnandar; 8-Fandi Eko Utomo; 17-Ferdinand Sinaga
Pelatih: Aji Santoso
Wasit: Al Qaysi Ali Sabah Adday
sumber; bola.kompas.com

Monday, September 15, 2014

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U23 Timor Leste, 7-0, Laga Asian Games 2014

TimNas U-23 Indonesia vs TimNas U23 Timor Leste, 7-0, Laga Asian Games 2014 
youtube.com
Timnas Indonesia U-23 sukses menang besar di laga perdana Grup E Asian Games 2014. Ya, Garuda Muda menang 7-0 atas Timor Leste di Stadion Goyang, Korea Selatan, Senin (15/9). Kemenangan ini, membuat Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup E dengan 3 poin. Selain Indonesia dan Timor Leste, Grup E dihuni Maladewa dan Thailand.

Di awal laga, mengandalkan Ferdinand Sinaga dan Bayu Gatra, Indonesia langsung tampil menyerang. Beberapa kali serangan di menit awal berhasil dihalau oleh Timnas Timor Leste.

Puncaknya pada menit kelima gawang Timor Leste jebol. Pemain Persib Bandung itu berhasil menyontek bola dari hasil kerja sama apik yang dibangun oleh Bayu Gatra dan Ramdhani Lestaluhu di depan kotak penalti. 1-0 untuk Indonesia.

Unggul donasi gol tidak membuat Bayu Gatra CS mengendorkan serangan. Kembali Juliao Monteiro, kiper Timnas Timor Leste dipaksa memungut bola setelah gawangnya dijebol untuk kali kedua oleh kaki Ferdinand Sinaga pada menit 30.

Mantan pemain Persiwa Wamena itu kembali memanfaatkan bola umpan dari Bayu Gatra yang menusuk pada sisi kanan pertahanan Timor Leste. Kedudukan sementara 2-0 untuk keunggulan Timnas Indonesia.

Keunggulan tiga gol membuat Indonesia tampil lebih nyaman dan tenang. Dan kejutan terjadi di 12 menit terakhir laga. Indonesia mampu mencetak 4 gol tambahan melalui 4 pemain berbeda.

Berawal di menit 78, Indonesia menambah gol melalui penalti Alfin Tuasalamony. Indonesia mendapat hadiah penalti setelah pemain Timor Leste melakukan handsball di area terlarang.

Tiga menit berselang, pemain pengganti, Novri Setiawan menambah pundi gol Indonesia di menit 81. Dua menit berikutnya, tepatnya di menit 83, Ferdinand Sinaga menambah keunggulan Indonesia menjadi 6-0.

Penderitaan Timor Leste belum berakhir. Menit 85, untuk ketujuh kalinya, kiper Timor Leste memungut bola dari gawang. Gol penutup Indonesia dicetak Fandi Eko Utomo memaksimalkan bola muntah. Skor 7-0 pun menjadi penutup laga ini.
Untuk Informasi Sepakbola bola Asian Games Klik ini.
sumber: pssi.org

Thursday, April 3, 2014

Singapura vs Timnas Indonesia U-23 Skor 1-2, Laga Uji Coba

Timnas Indonesia U-23 kalahkan  Singapura U-23, Skor 2-1, Laga Uji Coba
ligaindonesia.co.id

Timnas Indonesia U-23 sukses menaklukkan tuan rumah Singapura dalam laga uji coba di Stadion Hougang, Singapura, Rabu (2/4). Skuad asuhan pelatih Aji Santoso ini menang dengan skor tipis 2-1.
Skuad Garuda Muda tertinggal terlebih dahulu dari tuan rumah. Adalah Shafiq Ghani yang membawa Timnas Singapura unggul 1-0 pada menit 36. Tertinggal 0-1 membuat Syakir Sulaiman dan kawan-kawan terus berusaha menyamakan kedudukan. Beberapa serangan yang dibangun dari sayap langsung menuju pertahanan bahkan langsung mengancam gawang Singapura.
Singapura juga tidak tinggal diam. Mengandalkan pola serangan yang rapi tim tuan rumah berusaha menambah perbendaharaan golnya. Namun hingga pertandingan babak pertama usai kedudukan tetap 1-0 untuk Singapura.
Memasuki babak kedua, Aji Santoso terlihat menginstruksikan pemainnya untuk lebih menyerang. Hasilnya beberapa peluang tercipta yang salah satunya melalui Syakir Sulaiman maupun lewat Fandi Eko Utomo.
Upaya untuk menyamakan kedudukan akhirnya tercipta pada menit 56. Pemain pengganti, Ramdani Lestaluhu mampu memecahkan kebuntuan setelah mampu menyelesaikan dengan baik umpan terukur Syakir Sulaiman. Tendangan kerasnya tidak mampu dijangkau kiper Singapura.
Kedudukan sama kuat, membuat kedua tim sama-sama meningkatkan tempo serangan. Tim tuan rumah bahkan melakukan beberapa pergantian pemain. Namun upaya yang dilakukan Singapura belum membuahkan hasil.
Justru Timnas Garuda Muda yang lebih beruntung. Melalui pola serangan yang terskenario dengan baik akhirnya Dedi Kusnandar mampu membawa Timnas Indonesia berbalik unggul pada menit 78.
Dalam kondisi unggul, Alfin Tuasalamony dan kawan-kawan bermain lebih tenang meski pemain Singapura terus menekan. Hasilnya, hingga pertandingan usai tidak ada gol lagi yang tercipta. Timnas tetap unggul 2-1 atas Singapura.
Kemenangan Timnas Indonesia saat ujicoba melawan Singapura merupakan kemenangan yang kedua selama pemusatan latihan. Sebelumnya tim yang dipersiapkan untuk Asian Games 2014 menang telak 5-0 atas Srilanka di Stadion Manahan, Solo, Minggu (30/3).
Usai pertandingan, Aji Santoso mengaku kurang puas dengan performa anak asuhnya di babak pertama. Pasalnya, Alfin Tuasalamony dkk bermain terlalu lambat. "Permainan pada babak pertama tidak berkembang karena pemain tidak menampilkan ciri khas dan bermain terlalu lamban," kata Aji Santoso usai laga.
"Saya menekankan kepada semua pemain untuk tampil dengan ciri khas, yaitu operan satu-dua, operan bola-bola pendek, dan bermain agresif serta dinamis," imbuhnya.
Keputusan memasukkan Ramdani Lestaluhu pun dinilai Aji sebagai keputusan yang tepat. Masuknya gelandang Persija Jakarta ini membuat permainan Timnas U-23 menjadi lebih hidup.

ligaindonesia.co.id

Sunday, March 30, 2014

Indonesia U-23 VS Sri Lanka U-23 5-0, Laga Uji Coba

Indonesia U-23 VS Sri Lanka U-23 5-0, Laga Uji Coba
goal.com
Timnas Indonesia U-23 berhasil menuai kemenangan atas Sri Lanka U-23, skor 5-0, dalam laga uji coba di Stadion Manahan, Solo, Minggu (30/3) malam. Ini merupakan kemenangan kedua dari tiga uji coba yang sudah dilakoni timnas U-23 selama persiapan menuju Asian Games 2014.
Pada uji coba pertama, timnas U-23 berhasil menaklukkan Malaysia U-21, 3-0. Sedangkan di uji coba kedua mereka hanya bermain imbang 2-2 dengan Persis Solo.
Sementara itu, tiga gol timnas U-23 diborong oleh Aldair Makatindu pada menit keenam, 25, dan 30. Sementara dua gol tambahan dilesakkan Fandi Eko Utomo (13), dan Ramdani Lesaluhu (45+1).

Babak pertama 
Jalannya pertandingan memang langsung dikuasai skuat yang dilatih Aji Santoso ini sejak menit awal laga. Lini tengah timnas yang dimotori Rasyid Bakri, Dedi Kusnandar, Ramdani Lestaluhu, serta Novri Setiawan, tampil leluasa dalam memainkan bola di pertahanan lawan.
Skema penyerangan bola dari kaki ke kaki yang diperagakan dari sisi sayap maupun tengah membuat barisan pertahanan Sri Lanka U-23 kewalahan. Hasilnya, pertandingan baru berjalan enam menit, timnas U-23 langsung unggul 1-0 melalui sepakan dari luar kotak penalti Aldair Makatindu.
Meski telah unggul, Alfin Tuasalamony dan kawan-kawan tetap memberikan tekanan bertubi-tubi ke gawang Sri Lanka. Hingga akhirnya, kerja sama satu-dua yang diperagakan Ramdani dan Fandi Eko pada menit ke-13 berhasil diakhiri menjadi sebuah gol oleh Fandi.
Keunggulan timnas U-23 bertambah. Itu setelah, akselerasi Novri Setiawan dari sisi kanan pertahanan Sri Lanka, yang kemudian melepaskan umpan tarik berhasil dimanfaatkan oleh Aldair pada menit ke-25. Lima menit kemudian, Aldair kembali mencetak gol untuk mengubah kedudukan menjadi 4-0.
Satu menit sebelum turun minum, Ramdani kembali membobol gawang Sri Lanka untuk kelima kalinya pada babak ini. Skor 5-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua
Memasuki babak kedua, timnas U-23 masih menguasai jalannya pertandingan. Beberapa pergantian pemain juga dilakukan Aji dengan memasukkan Syakir Sulaiman, Loudry Setiawan, Syaiful Indra Cahya, hingga Ridho Nur Cahyo.
Namun meski tetap mengendalikan permainan, para pemain timnas U-23 kali ini kesulitan menembus gawang Sri Lanka. Itu juga tak lepas dari disiplinnya para pemain Sri Lanka di babak kedua.
Beberapa peluang memang dihasilkan timnas U-23. Salah satunya, Novri Setiawan yang sudah berhadapan dengan kiper Sri Lanka masih gagal mencetak gol pada menit ke-75. Begitu pula tendangan Syakir pada menit ke-84 juga masih menyamping di sisi kiri gawang Sri Lanka.
Skor 5-0 bertahan hingga wasit Handri Kristanto meniup peluit akhir tanda pertandingan usai.

goal.com