Showing posts with label MH370. Show all posts
Showing posts with label MH370. Show all posts

Thursday, June 12, 2014

Kompensasi Asuransi Untuk Keluarga Penumpang MH370 Sebesar US$ 50.000

Kompensasi Asuransi Untuk Keluarga Penumpang MH370 Sebesar US$ 50.000
wikimedia commons
Keluarga korban penumpang pesawat MH370 mendapat kompensasi asuransi masing-masing sebesar US$ 50.000 (Rp 500 juta) dari Malaysia Airlines (MAS). Sudah tiga bulan sejak pesawat itu menghilang sampai sekarang belum ditemukan.

Sampai saat ini sudah enam keluarga Malaysia dan satu keluarga asal Tiongkok yang menerima pembayaran asuransi tahap pertama tersebut. Asuransi akan dibayarkan ke seluruh keluarga penumpang dan kru kapal yang totalnya mencapai 239 keluarga.

Saat ini, MAS bersama pemerintah Malaysia masih melakukan pembicaraan dengan lebih dari 40 keluarga penumpang yang berasal dari Tiongkok. Keluarga korban bisa meminta pembayaran tiga kali lipat lebih besar jika memungkinkan.

"Jika kita berbicara mengenai pembayaran penuh, itu harus menanti sampai kami menyatakan tragedi pesawat MH370 sudah selesai... apakah pesawat tersebut sudah ditemukan, ataukah jatuh," kata Deputi Kementerian Luar Negeri Malaysia Hamzah Zainudin seperti dikutip AFP, Kamis (12/6/2014).

Sesuai dengan peraturan International Civil Aviation Organization, keluarga korban berhak meminta pembayaran asuransi hingga US$ 175.000 (Rp 1,75 miliar) jika terjadi kesalahan yang menyebabkan pesawat jatuh.

Pemberi asuransi Malaysia Airlines adalah konsorsium yang dipimpin perusahaan asal Jerman, Allianz. Pembayaran asuransi juga akan dilakukan oleh Allianz.

Pesawat Boeing 777 itu tiba-tiba menghilang saatberita terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Sampai saat ini tidak ada tanda-tanda puing-puing pesawat meski sudah dilakukan pencarian intensif di perairan sebelah barat Australia.

Namun sampai saat ini Pemerintah Malaysia belum berani menyatakan pesawat tersebut sudah jatuh, tapi statusnya masih hilang.
Untuk informasi Tragedi Malaysia Airlines lainnya Klik Ini. 


Sumber berita DetikNews

Friday, May 2, 2014

Tragedi MH370: Laporan Resmi MH370 Justru Memicu Kebingungan

Tragedi MH370: Laporan Resmi MH370 Justru Memicu Kebingungan
wikimedia commons
Laporan awal resmi yang dirilis oleh otoritas Malaysia soal tragedi pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 justru memicu kebingungan dan banyak pertanyaan baru. Salah satunya terhadap koordinasi lalu lintas udara antar negara yang terlihat kurang cekatan jika melihat pada fakta-fakta dalam laporan resmi tersebut.

Terungkap bahwa upaya pencarian pada 90 menit awal terbuang sia-sia ketika petugas Air Traffic Control (ATC) mencari keberadaan pesawat tersebut di negara yang salah. Demikian seperti dilansirReuters, Jumat (2/5/2014).

Ketika pesawat MH370 pertama dinyatakan hilang kontak, maka petugas ATC segera melakukan pencarian real-time, dengan memfokuskan perhatian pada celah antara apa yang diperkirakan dan apa yang benar-benar dilihat oleh petugas ATC di lapangan. Hal yang sama juga pernah memicu kebingungan pada pencarian awal pesawat Air France 447 yang jatuh di Samudera Atlantik pada tahun 2009 lalu.

Sekitar 25 menit setelah pesawat MH370 dinyatakan hilang di sekitar Teluk Thailand pada 8 Maret lalu, pihak maskapai mengatakan kepada petugas ATC bahwa pesawat tersebut telah mengudara ke wilayah udara Kamboja. Kemudian ditambahkan bahwa pesawat tersebut sudah mampu bertukar sinyal.

Namun sekitar setengah jam kemudian, pihak maskapai meyakinkan petugas ATC bahwa pesawat MH370 terbang dalam kondisi normal berdasarkan sinyal yang tertangkap di area timur, dekat wilayah Vietnam.

Tapi faktanya, ternyata pesawat tersebut belok ke arah barat dan putar balik melewati daratan Malaysia dan kemudian mengudara di jalur baru ke arah selatan, mendekati ujung Pulau Sumatera, Indonesia dan terus menuju ke Samudera Hindia, yang diyakini menjadi persemayaman terakhir pesawat yang membawa 239 orang tersebut.

Jika melihat pada peta dan kronologi kejadian yang dirilis pemerintah Malaysia pada Kamis (1/5), jalur palsu yang sempat diduga menjadi petunjuk keberadaan MH370 tampaknya telah membuang waktu para petugas ATC pada menit-menit awal.

Pesawat MH370 bisa mengudara tanpa terdeteksi ATC sipil karena transpondernya dimatikan dan tidak menjadi ancaman bagi radar militer di sejumlah negara. Pesawat tersebut bahkan terbang putar balik di Malaysia dan melewati Selat Malaka selama 1 jam ketika pihak maskapai meyakini bahwa pesawat tersebut masih ada di wilayah udara Kamboja dan kemudian masuk ke wilayah Vietnam.

Masih menurut laporan resmi pemerintah Malaysia, belakangan pihak maskapai mengatakan kepada pihak ATC bahwa informasi yang disampaikannya hanya didasarkan pada 'proyeksi' dan tidak bisa diandalkan. Atas hal ini, pihak MAS sendiri belum bisa dimintai komentar secara langsung.

Kebingungan semacam ini juga terjadi ketika pesawat Air France 447 menghilang di atas Samudera Atlantik pada 5 tahun lalu. Saat itu, menurut laporan resmi, pihak ATC setempat salah mengira jalur penerbangan virtual sebagai jalur pesawat yang sebenarnya. Hal ini tentu sempat menunda operasi pencarian.

Dalam kedua kasus tersebut, orang-orang yang ada di lapangan sebenarnya hanya melihat pada proyeksi ketika mereka berpikir bahwa mereka melihat pada data sebenarnya. Penjelasan awamnya, pihak ATC dan maskapai terkadang harus mengisi titik-titik kosong untuk mengantisipasi ke mana arah pesawat tersebut terbang.

Hal tersebut, menurut sejumlah pengamat, merupakan dampak dari semakin ramainya lalu lintas udara, termasuk di area-area terpencil. "Ini merupakan konsekuensi wajar dari cara industri tradisional lama, yang terbatas pada kemampuan komunikasi," ucap pengamat kendali lalu lintas udara, Hans Weber yang juga Presiden TECOP International.

"Petugas pada ATC mengantisipasi di mana panggilan pesawat selanjutnya datang: itu yang mereka lakukan karena itu memang menjadi tugas mereka," imbuhnya.
Untuk informasi Tragedi Malaysia Airlines lainnya Klik Ini. 


Sumber berita DrtikNews