Showing posts with label Kudeta. Show all posts
Showing posts with label Kudeta. Show all posts

Thursday, May 22, 2014

KBRI Bangkok Peringatkan Traveler di Thailand Agar Memperhatikan Pemberlakuan Jam Malam

KBRI Bangkok Peringatkan Traveler di Thailand Agar Memperhatikan Pemberlakuan Jam Malam

wisnuwidiarta.wordpress.com
Kudeta di Thailand membawa implikasi langsung terhadap pariwisata di sana. Pihak militer memberlakukan jam malam yang artinya mobilitas wisatawan ikut terhambat di malam hari.

Hal itu dijelaskan Badan Pariwisata Thailand (TAT) dalam rilis mereka, Jumat (23/5/2014). Menurut mereka pihak militer memberlakukan jam malam menyusul pengumuman kudeta militer yang mereka umumkan pukul 17.00 waktu Bangkok, Kamis 22 Mei 2014.

"Jam malam di seluruh negeri, telah diumumkan dari pukul 22.00 sampai pukul 05.00," kata TAT.

Jam malam mulai diberlakukan pada Kamis malam. Status darurat militer tetap diberlakukan sampai ada pengumuman lebih lanjut, demikian jelas TAT.

"Bisnis dan layanan publik menyesuaikan jam operasi mereka dengan aturan jam malam," jelas TAT.

Dengan adanya jam malam, tentu akan berdampak langsung terhadap wisatawan. Layanan publik dihentikan pukul 22.00 artinya akan ada keterbatasan akses transportasi publik dan juga kegiatan malam.

Padahal, kegiatan malam wisatawan di Bangkok cukup beragam. Dalam kondisi normal, wisatawan pergi belanja ke night market, berwisata kuliner atau menikmati gemerlap kehidupan malam di Bangkok.

Senada dengan hal itu, pihak KBRI Bangkok juga meminta traveler WNI yang ada di Thailand untuk lebih memperhatikan waktu di malam hari. Mereka diminta tetap berada di hotel kecuali untuk urusan penting.

"Tidak meninggalkan tempat tinggal/penginapan jika tidak ada keperluan mendesak, terutama pada malam hari. Terus membawa kartu identitas diri di mana pun berada," demikian imbauan KBRI Bangkok.

Sumber berita DetikNew

Pengumuman Kudeta, Mileter Thailand Ambil Alih Kekuasaan

Pengumuman Kudeta,  Mileter Thailand  Ambil Alih Kekuasaan
poskotanews.com

Saat mengumumkan kudeta, Panglima Militer Thailand Jenderal Prayuth Chan-O-Cha juga meminta para demonstran untuk membubarkan diri. Namun massa pendukung pemerintah menyatakan akan tetap beraksi.

Pemimpin massa pendukung pemerintah atau yang biasa disebut massa 'Kaos Merah', Jatuporn Prompan, menyatakan pihaknya akan melanjutkan aksinya di wilayah pinggiran Bangkok seperti sebelumnya.

"Akankah kalian melawan atau tidak?" Kita tidak akan pergi ke mana-mana. Jangan panik karena kita sudah memperkirakan ini," ujar Jatuporn Prompan kepada para pendukungnya, seperti dilansir Reuters, Kamis (22/5/2014).

"Apapun yang akan terjadi, ya terjadilah," imbuhnya.

Massa pendukung pemerintah, yang juga pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra, sebelumnya mengancam akan bertahan jika militer mengambil alih pemerintahan. Namun militer Thailand menyatakan akan mengirimkan pasukan ke lokasi unjuk rasa demonstran pro maupun antipemerintah untuk membubarkan mereka.

Sore ini, Jenderal Prayuth mengumumkan bahwa militer mengambil alih kekuasaan negara di tengah berlangsungnya krisis politik berkepanjangan di negeri itu. Kudeta militer ini diumumkan secara langsung oleh sang jenderal dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi hari ini.

"Agar negara bisa kembali normal dengan cepat, Komite Penjaga Perdamaian Nasional yang terdiri dari tentara, Angkatan Darat Thai, Angkatan Udara Kerajaan dan kepolisian perlu merebut kekuasaan terhitung sejak 22 Mei pukul 16.30," ujar Prayuth seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (22/5).

Sebelum mengumumkan kudeta, Jenderal Prayuth menetapkan hukum darurat militer di seluruh wilayah Thailand, pada Selasa (20/5) dini hari. Pada saat itu, Jenderal Prayuth menyatakan bahwa darurat militer ini bukan kudeta, melainkan dimaksudkan untuk mengembalikan ketertiban di dalam masyarakat.

Sumber berita DetikNews