Showing posts with label Agung Kriswanto. Show all posts
Showing posts with label Agung Kriswanto. Show all posts

Wednesday, March 11, 2015

Epub Udayana Edisi Teks dan TerjemahanOnline

Epub Udayana Edisi Teks dan Terjemahan Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=Udayana+Edisi+Teks+dan+Terjemahan&pType=Title&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Buku ini merupakan hasil penyalinan ulang naskah koleksi Perpustakaan Nasional berjudul  Udayana Edisi Teks dan Terjemahan Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/, atau http://calibre-ebook.com/.
 
BUKU berjudul „Udayana: Edisi Teks dan Terjemahan‟ ini adalah edisi revisi atas buku yang pernah terbit pada tahun 2008 dengan judul yang sama. Perbedaan dengan edisi sebelumnya yaitu adanya teks tambahan berdasarkan dua naskah lain yang berada di Bali. Edisi ini merupakan edisi rekonstruksi teks dengan memasukkan tambahan 15 pupuh yang tidak terdapat pada naskah koleksi Perpustakaan Nasional RI. Buku terbitan tahun 2008 hanya mencantumkan 26 pupuh, sedangkan dalam edisi ini terdapat 41 pupuh.

Selain perbaikan di atas, perbaikan ejaan juga dilakukan atas terbitan sebelumnya, misalnya:

    Menuliskan kembali /é/ yang tidak tertulis dalam teks, misalnya  knen → kénén (I.1b), awtu → awétu (I.1d). Kecuali, yang harus dibaca sebagai satu suku kata tetap ditulis seperti dalam teks, misalnya ahnin (V.2c) denga  demikian maka catatan untuk kekurangan dan jumlah suku kata hilang dengan sendirinya.
    Menyambungkan penulisan bacaan akibat persandian yang memunculkan semivokal /w/ dan /y/, misalnya mungwin (XII.4d) SryUdãyana (XII.27c), hepwãmbék (XIX.12b), dan lain-lain.
    Menyambungkan penulisan kata ganti orang ketiga (-nira) atau (-ira) dan kata ganti sufik (-nin) kata sebelumnya, misalnya tusnin (I.2d), yatikebunira (I.2d), dan lain-lain.
    Mengganti bacaan yang dianggap kurang tepat, berdasarkan bacaan pada teks lain, misalnya, hyunkwamamna→hyunkwãmamna (I.2b), yati dãlunira→yatikenbunira (I.2d) dan lain-lain.

Edisi revisi ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab saya terhadap edisi sebelumnya. Buku ini dibagi menjadi tiga bab antara lain; Bab pertama menguraikan teks dan naskah Kakawin Udayana yang meliputi ikhtisar, teks sumber. perbedaan dengan teks sumber, masalah penulisan teks, deskripsi naskah dan kekerabatan naskah. untuk menentukan naskah-naskah yang digunakan dalam edisi teks.

Bab kedua berisi pertanggungjawaban edisi dan terjemahan meliputi ejaan yang distandarkan, emendasi berlandaskan teks dari naskah lain dan terjemahan. Bab ketiga menyajikan edisi kritik dan terjemahan serta catatan atas edisi kritik dan terjemahan. Pedoman alih aksara teks disajikan dalam lampiran.
Sumber; perpusnas.go.id;  Udayana: Edisi Teks dan Terjemahan.

Friday, March 6, 2015

Epub Serat Salokadarma Suntingan Teks Online

Epub Serat Salokadarma Suntingan Teks  Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=Serat+Salokadarma+Suntingan+Teks&pType=Title&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Buku ini merupakan hasil penyalinan ulang naskah koleksi Perpustakaan Nasional berjudul  Serat Salokadarma Suntingan Teks Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/, atau http://calibre-ebook.com/.
Untuk SMARTPHONE dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader), 

“Serat Salokadarma atau disebut juga Serat Kancil Salokadarma adalah karya sastra Jawa yang berisi ajaran-ajaran hidup yang mengambil tokoh binatang. Serat kancil dalam karya sastra Jawa banyak versinya, Serat Salokadarma adalah salah satu versi dari serat kancil tersebut. Serat Salokadarma ditulis oleh Pangeran Aryo Sasraningrat pada tahun 1891 di Pakualaman, Yogyakarta.”
“Serat Salokadarma banyak menyimpan nilai-nilai budi pekerti yang baik, dan ajaran kesempurnaan hidup yang masih sangat relevan jika diimplementasikan dalam kehidupan bermasyakat di tengah masyarakat modern yang cenderung pragmatis dan materialistis ini.”
“Cerita tentang binatang dapat dikategorikan sebagai dongeng. Dongeng adalah prosa rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. Dongeng diceritakan untuk tujuan hiburan yang didalamnya terdapat ajaran tentang moral dan bahkan sindiran (Dananjaya, 1984: 86). ”
“Serat Salokadarma (Serat Kañcil). Berdasarkan keterangan di dalam katalog disebutkan bahwa naskah merupakan saduran baru cerita Serat Kañcil yang ditulis oleh Pangeran Aryo Sasraningrat pada tahun 1891 di Pakualaman, Yogyakarta. Naskah diperoleh Bataviaasch Genootschap pada tahun 1892 dari Sasraningrat sendiri.

        Keterangan di halaman depan naskah sebelum teks menyebutkan bahwa tujuan menyadur kembali dongeng kañcil yaitu: 1). sebagai ajaran 2). menjabarkan tentang ilmu kejawen 3). Menggandengkan bahasa Jawa dengan bahasa Arab di dalam tembang macapat.

       Teks Serat Salokadarma ditulis menggunakan aksara dan bahasa Jawa yang terdiri dari 519 halaman, ukuran naskah 20 x 16 cm. dengan 15 baris per halaman. Halaman teks menggunakan angka Arab, halaman terputus sampai halaman 326 dua halaman selanjutnya kosong. Kemudian halaman dimulai lagi dengan halaman 1, tetapi di dalam suntingan teks, halaman dilanjutkan berdasarkan halaman sebelumnya. Naskah ini dalam kondisi yang kurang bagus, terutama untuk jilidan karena banyak lembaran naskah yang terlepas.” 

Sumber:Perpustakaan Nasional RI. “Serat Salokadarma Suntingan Teks.”



Friday, November 14, 2014

Epub Gita Sinangsaya; Edisi Teks dan Terjemahan Online

Epub Gita Sinangsaya; Edisi Teks dan Terjemahan Online
http://opac.pnri.go.id/DetaliListOpac.aspx?pDataItem=0010-0814001125&pType=Bibid&pLembarkerja=-1
perpusnas.go.id
Gita Sinangsaya; Edisi Teks dan Terjemahan Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).


"Gunung Damalung atau sekarang dikenal dengan nama gunung Merbabu, pada masanya mempakan tempat berlangsungnya tradisi penulisan naskah-naskah yang sekarang dikenal dengan koleksi naskah Merapi Merbabu (selanjutnya disingkat MM). Bahkan ada sebuah hipotesa yang menyebutkan, bahwa kegiatan penyalinan naskah di daerah ini mungkin sudah dimulai sewaktu Mataram Kuna--dibuktikan dengan adanya teks Ramayana dan alasan keunikan paleografi--selanjumya kegiatan ini menginspirasi produksi sastra keraton Kartasura, Surakarta dan Yogyakarta (Van der Molen dan Wiryamartana, 2001: 55).

Koleksi naskah MM ditemukan sekitar tahun 1820 di lereng barat gunung Merbabu, lalu pada sekitar tahun 1852 dibeli oleh Bataviaasch Genootschap dan sekarang menjadi koleksi Perpustakaan Nasional RI (Van der Molen, 2011: 135). Khasanah naskah MM dahulu mempakan milik Ki Ajar Windusana, seorang pendeta Hindu yang tinggal di lereng gunung Merbabu, Karesidenan Kedu, dan diperkirakan meninggal sebelum tahun 1759 M (ibid. hal. 139). Naskah-naskah milik Ki Ajar Windusana ditulis di wilayah pegunungan di Jawa Tengah sekitar Merapi dan Merbabu, termasuk gunung Tilamaya, Ungaran dan Sumbing.

Pada tahun 1852 Friederich melaporkan bahwa naskah MM di Bataviaasch Genootschap berjumlah 357 naskah, 27 naskah ditulis dalam tulisan Jawa, 330 lainnya ditulis dalam tulisan kuno (Bleeker, 1852:6). Menurut Katalog Naskah Merapi-Merbabu (Setyawati dkk., 2002), jumlah koleksi naskah MM di Perpustakaan Nasional R1 saat ini berjumlah sekitar 390 buah. Sebagian besar aksara dalam naskah MM yang menurut Friederich adalah tulisan kuno disebut aksara Buda atau aksara Gunung (Pigeaud, 1970: 53-54). Menurut Ranggawarsita dalam naskah KBG 208 halaman 8 aksara tersebut digunakan oleh para ajar di gunung-gunung.

Bentuk teks naskah MM beragam: parwa, kakawin, kidung, dan lain-lain. Beberapa teks yang pemah diterbitkan menggunakan koleksi MM antara lain: Nitisastra oleh Poerbatjaraka (1933), Arjunawijaya oleh Soepomo (1977), Kunjarakama oleh Willem van der Molen (1983) diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia tahun 2011 dan Arjunawiwaha oleh I. Kuntara Wiryamartana (1990). Teks-teks yang diterbitkan tersebut baru yang berbentuk kakawin dan parwa, sedangkan kidung dari koleksi MM belum mendapat perhatian. Sepengetahuan saya baru satu teks kidung yang sedang dikerjakan tetapi belum terbit edisinya yaitu Kidung Surajaya oleh Kartika Setyawati.

Buku ini bertujuan untuk menerbitkan kidung berjudul Gita Sinangsaya dari tradisi MM sebagai bentuk perhatian saya terhadap naskah MM karena keunikan kelangkaannya, khususnya kidung. Bab pertama berisi pengertian kidung dan tujuan penulisan. Bab kedua, mendeskripsikan tiga naskah Gita Sinangsaya, menggali informasi di dalam teks dan naskah tentang penulis dan penyalin, tempat penulisan dan penyalinan serta waktu penulisan dan penyalinannya.

Selanjutnya dilakukan perbandingan tiga teks dengan mengikuti pendekatan yang dilakukan Van der Molen (2011), berdasarkan kesalahan dan campur tangan penyalin. Dalam perbandingan ini ditambahkan tentang ejaan yang khas dan sedikit tentang tembang. Perbandingan ini bertujuan untuk mengetahui sifat penurunan teks dan mendapatkan teks yang menjadi landasan dalam edisi kritik dan terjemahan. Tidak ketinggalan disajikan ikhtisar teks dalam bab ini dan metode yang digunakan dalam penyajian.

Bab tiga adalah terbitan edisi diplomatik dari ketiga teks Gita Sinangsaya. Bab empat menyajikan edisi kritik dan terjemahan Gita Sinangsaya serta catatan atas edisi kritik dan terjemahan. Pedoman alih aksara disajikan dalam lampiran." sumber;perpunas.go.id (
Gita Sinangsaya; Edisi Teks dan Terjemahan)

Thursday, September 25, 2014

Epub Babad Majapahit Jilid 2 (Suntingan & Terjemahan) Online

Epub Babad Majapahit Jilid 2 (Suntingan & Terjemahan) Online
perpusnas.go.id
Epub  Babad Majapahit Jilid 2 (Suntingan & Terjemahan) Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook.
Buku Babad Majapahit Jilid 2 (Suntingan & Terjemahan)   Online    adalah terjemahan dari manuskrip aslinya NB 76, Sumber: perpusnas.go.id.
Untuk PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).

Epub Babad Majapahit Jilid 1 (Suntingan & Terjemahan) Online

Epub Babad Majapahit Jilid 1 (Suntingan & Terjemahan) Online
perpusnas.go.id
Epub  Babad Majapahit Jilid 1 (Suntingan & Terjemahan) Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook.
Buku Babad Majapahit Jilid 1 (Suntingan & Terjemahan)   Online    adalah terjemahan dari manuskrip aslinya NB 76 Sumber: perpusnas.go.id.
Untuk PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/
Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).