Showing posts with label BBM. Show all posts
Showing posts with label BBM. Show all posts

Friday, July 18, 2014

Jatah BBM Subsidi Dikurangi, Mulai Agustus Bersiap Untuk Memakai BBM Non Subsidi

Jatah BBM Subsidi Dikurangi, Mulai Agustus Bersiap Untuk Memakai BBM Non Subsidi

Jatah atau kuota BBM subsidi pada tahun ini di kurangi, dari 48 juta kiloliter (KL) menjadi 46 juta KL. Bila tidak ada pengetatan konsumsi, maka 19 Desember 2014, jatah ini akan habis.

Karena itu, PT Pertamina (Persero) akan mengurangi jatah penjualan bensin subsidi, baik premium ataupun solar subsidi ke seluruh SPBU. Tujuannya, agar jatah BBM subsidi cukup sampai akhir tahun. Jadi bila bensin subsidi di SPBU habis, masyarakat bisa mengisi bensin non subsidi.

"Biar cukup sampai akhir tahun, kita sudah melakukan penjatahan tiap SPBU berapa per harinya, kita juga sudah lakukan kitir atau pengendalian pasokan. Memang saat mendekati mudik lebaran ini pengitiran dihentikan dulu, tapi setelah selesai agenda mudik-balik lebaran kitir dilanjutkan," ungkap Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya, di Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Hanung mengatakan, setelah lebaran, Pertamina akan memotong jatah BBM subsidi untuk bensin premium sebanyak 20%, dan 10% untuk solar secara nasional.

"Kita potong juga jatah BBM subsidinya, ini supaya cukup kita potongnya mulai Agustus," katanya.

Hanung menambahkan, tentunya akan ada kelangkaan BBM subsidi di tiap SPBU jika jatah di SPBU dipotong.

"Tidak langka, BBM subsidinya saja yang habis, tapi BBM non subsidinya ada, kita siapkan dengan cukup, mau solar non subsidinya, pertamax dex, pertamax seriesnya, jadi kalau ke SPBU premium atau solarnya habis masyarakat silahkan pakai pertamax atau pertamax dex," tutupnya.

Sumber berita DetikFinance

Saturday, May 3, 2014

Masyarakat Transportasi Indonesia:Tips Untuk Presiden Baru, Menaikkan Harga BBM

Masyarakat Transportasi Indonesia:Tips Untuk Presiden Baru, Menaikkan Harga BBM
visimuslim.com

Presiden baru yang akan memimpin pemerintah Indonesia pada 2014-2019 nanti didorong untuk berani menghapuskan subsidi BBM yang tidak tepat sasaran, dan membuat beban berat bagi anggaran negara.

Salah satu pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, ada cara yang bisa dilakukan presiden nanti agar penghapusan subsidi BBM diterima masyarakat.

Salah satunya adalah menaikkan harga BBM subsidi secara bertahap, dan besaran kenaikannya terjangkau. "Misalnya naik setiap 4 bulan. Naiknya juga jangan tinggi-tinggi, misalnya Rp 500/liter saja. Itu (kenaikan) kan rendah. Jadi masyarakat tidak terasa," kata Djoko saat dihubungi detikFinance, Sabtu (3/5/2014).

Langkah berikutnya adalah melakukan penataan tranportasi umum. "Bila transportasi umum sudah ditata dan telah berbadan hukum akan lebih mudah memberikan subisidi dan insentif, sehingga ketika pemerintah menaikkan harga BBM, masyarakat tidak merasa panik," ujarnya.

Selanjutnya, adalah dengan menyediakan sarana penunjang untuk transportasi tanpa mesin, seperti jalur sepeda dan trotar. Artinya, masyarakat nantinya juga akan memiliki alternatif pilihan untuk transpostasi jarak dekat yang aman dan ramah lingkungan.

"Menyiapkan jalur sepeda dan trotoar sebagai penopang transportasi umum. Transportasi berkelanjutan dan ramah lingkungan sudah saatnya menjadi isu para calon presiden 2014-2019. Kapan lagi kalau bukan sekarang. Siapa lagi kalau bukan kita sebagai bangsa mandiri yang akan melakukannya," tutup dia.

Sebenarnya, beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan salah satu calon presiden mengatakan, dirinya punya ide untuk menghapuskan subsidi BBM di Indonesia dalam 4 tahun. Dia akan perlahan menaikkan harga BBM subsidi selama 4 tahun hingga harganya menyentuh keekonomian dan tidak disubsidi lagi.

Sumber berita DetikFinance