Jika Ingin Terhindar dari Kegemukan, Hindari 5 Hal Penyebab Obesitas
 |
| diptadipta123.blogspot.com |
Dunia sedang menghadapi epidemi obesitas. Namun, jika Anda menganggap
karena masih muda dan fit maka Anda akan terhindar dari kegemukan, pikir
lagi. Pola makan tinggi lemak, stres, dan kurang bergerak membuat
banyak orang menderita obesitas.
Secara ilmiah, kegemukan terjadi
jika asupan kalori lebih banyak dari yang bisa dibakar tubuh. Namun,
lebih dari itu, para ahli menyebutkan ada beberapa faktor utama penyebab
obesitas.
1. Ketidakseimbangan kalori
Menurut
Dr George Bray, pakar ternama bidang obesitas, tak ada alasan
tersembunyi dari obesitas. Banyak orang makan secara berlebihan karena
rasanya lezat.
Bray merupakan pakar yang memperkenalkan teori
"kalori masuk, kalori keluar". Kondisi tersebut tentu akan membuat berat
badan bertambah. Selain dari makanan, menurut dia, kalori dari minuman
lebih berbahaya karena mengandung fruktosa atau gula buah karena tubuh
dengan mudah mengubahnya menjadi lemak.
Kalori cair juga
berdampak lebih buruk dibanding makanan padat karena masuk dengan
gampang ke dalam perut. Akumulasi kalori yang tidak terbakar ini akan
menjadi lemak sehingga Anda dengan mudah menjadi gemuk meski sudah
pantang berbagai makanan.
2. Gula
Ada yang
kurang dari teori "kalori masuk dan kalori keluar", demikian menurut
Gary Taubes, seorang jurnalis sains. Menurut dia, obesitas terjadi
karena pola makan kita lebih banyak karbohidrat.
Mengonsumsi
terlalu banyak gula akan memicu hormon insulin yang akan memicu rasa
lapar dan kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak.
3. Produksi makanan berlebihan
Dibandingkan
dengan era tahun 1970-an, saat ini kita dengan mudah mendapatkan
makanan. Dalam penelitian yang dilakukan di AS diketahui, saat ini
makanan yang diproduksi untuk setiap orang mengandung 750 kalori lebih
banyak. Mereka yang kegemukan adalah yang mengonsumsi kalori berlebih
ini.
4. Makanan sebabkan kecanduan
Menurut
teori Dr David Kessler, dokter dan mantan komisioner FDA, ada alasan
mengapa orang makan terlalu banyak. Salah satu risetnya adalah
mengumpulkan bungkus makanan yang dibuang di sebuah lapangan parkir
Cile.
"Kita sedang mengumpulkan lemak, gula, dan garam,
menyusunnya, lalu memasukkannya di makanan kita. Makanan seperti ini ada
di mana-mana, dapat dimakan siapa pun, dan diiklankan. Kita tinggal di
sebuah karnival makanan," ujar Kessler.
Ia meyakini bahwa
industri makanan menciptakan makanan yang sangat kaya rasa sehingga
"membajak" bagian otak kita yang mengatakan makanan itu enak. Kemudian
membuat kita mau lagi dan lagi sehingga akhirnya kita makan terlalu
banyak.
5. Racun
Bruce Blumberg, pakar biologi
sedang meneliti obesogen. Zat ini hadir dalam makanan, bungkus makanan
dan minuman, perlengkapan mandi, furnitur, cat, dan ratusan perabot
rumah tangga yang memengaruhi hormon tubuh kita dan meningkatkan berat
badan.
Blumberg sendiri belum tahu seberapa besar pengaruh
obesogen terhadap obesitas. Namun, studi terdahulunya menunjukkan bahwa
toksin juga berperan dalam menyebabkan obesitas. Blumberg mendapati
bahwa tikus yang diberikan tributilin (TBT) menggemuk setelah makan
makanan tanpa TBT atau zat yang terdapat dalam
vinyl, cat, popok, serta bulir kayu.
Memang
belum ada penelitian manusia terhadap TBT, tetapi ada dua obat diabetes
yang bersifat sama seperti TBT. Kedua obat ini mengandung gen untuk
menyimpan lemak dan menyebabkan kenaikan berat badan.
Bukan hanya TBT, zat kimia dalam parfum, pelembab, beberapa peralatan mandi, teflon,
popcorn instan, dan yang paling jahat bisfenol-A (BPA) juga ambil bagian
Sumber berita Kompas.com