Showing posts with label umroh. Show all posts
Showing posts with label umroh. Show all posts

Friday, July 25, 2014

Warga Arab Saudi Dihimbau Untuk Umroh Sekali Selama Ramadan

Warga Arab Saudi Dihimbau Untuk Umroh Sekali Selama Ramadan

Kementerian Haji Arab Saudi mengimbau warganya untuk melakukan umrah hanya sekali selama bulan Ramadan. Hal tersebut untuk memberikan kesempatan kepada umat muslim lainnya melakukan ibadah umrah. Kementerian Haji dan Pertahanan Sipil juga telah mengirimkan pesan mendesak agar warga Saudi tidak melakukan umrah lebih dari sekali. 

Hussein Al-Sharif, Wakil Kementerian Haji Arab Saudi mengatakan kebijakan pembatasan dengan mengurangi jumlah peziarah ini hanya sementara sampai proyek perluasan Masjidil Haram rampung. 

"Kami mencoba untuk menempatkan membatasi jumlah peziarah untuk kenyamanan dan keselamatan mereka sendiri karena adanya upaya perluasan bangunan, terutama bagi peziarah yang sudah tua dan anak-anak," ujar Hussein, dikutip dari arabnews.com, Minggu (13/7/2014).

Grand Mufti Abdulaziz Al-Asheikh, Ketua Dewan Ulama Senior, secara terbuka mendukung keputusan untuk mengurangi jumlah pengunjung dan peziarah selama puncak Ramadan dan musim haji. 

Sejumlah spesialis Syariah juga telah mendukung keputusan tersebut, dan mengatakan itu bermanfaat bagi pengunjung di Makkah dan pengunjung makam Nabi.

Langkah pemerintah berusaha untuk mencakup semua aspek pembangunan untuk memenuhi kebutuhan jamaah dan pengunjung Madinah untuk menyediakan mereka dengan layanan terbaik dari hari mereka tiba hingga mereka keluar. Setelah selesai dirampungkan, area Masjidil Haram tersebut akan menampung 130.000 jamaah yang sebelumnya hanya 30.000 jamaah.

Sumber berita DetikRamadan

Friday, May 2, 2014

Mewabahnya MERS-Cov Memakan Korban Satu Orang WNI yang Tinggal di Jeddah

Mewabahnya MERS-Cov Memakan Korban Satu Orang WNI yang Tinggal di Jeddah
news.viva.co.id

Jakarta, Mewabahnya virus MERS-Cov atau yang lebih dikenal dengan virus korona di Arab Saudi memakan korban satu orang WNI yang tinggal di Jeddah. Meski begitu, Kementerian Kesehatan belum akan mengeluarkan travel restriction atau larangan berkunjung ke negara pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud tersebut.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang ditemui usai acara pelantikan dua pejabat eselon I Kemenkes mengatakan bahwa travel restriction biasanya dikeluarkan oleh WHO dan negara yang bersangkutan. Pada kasus virus korona sekarang ini, pemerintah Arab Saudi masih menjamin masih sanggup menghadapi virus tersebut.

"Pemerintah Arab Saudi masih menjamin sanggup melawan virus itu. WHO juga belum mengeluarkan travel restriction untuk bepergian ke sana," jawab Menkes ketika ditanya wartawan di Gedung Kemenkes, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2014).

Meski belum ada travel restriction, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan travel warning bagi rakyat Indonesia yang ingin melakukan perjalan ke sana. Menkes mengatakan bahwa masyakarat yang memang sebenarnya tidak perlu melakukan perjalanan ke Arab dan sekitarnya untuk menunda perjalanan tersebut.

"Jadi kalau memang tidak perlu ke luar negeri (Arab Saudi dan negara terjangkit lainnya) ya jangan dulu," sambung Menkes lagi.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes DR dr Fidiansyah SpKJ, MPH mengatakan bahwa sebaiknya memang masyarakat yang ingin melaksanakan umroh berpikir kembali sebelum pergi, terutama mereka yang sudah sering dan mempunyai risiko kesehatan tinggi.

"Umroh itu kan wajibnya sekali. Kalau sudah umroh dua tiga kali sebaiknya jangan lagi. Apalagi yang sudah punya darah tinggi, kencing manis, atau risiko lain semenjak di Tanah Air," ujar Fidiansyah ketika ditemui di tempat yang sama.

Sumber berita DetikHealth

Thursday, April 17, 2014

Jamaah Umroh Diminta Waspada Penyakit MERS CoV

Jamaah Umroh Diminta Waspada Penyakit MERS CoV
okezone.com

Jamaah umroh diminta waspada akan penyakit MERS CoV yang menyerang pernafasan. Kemenkes meminta agar jamaah yang merasa ada keluhan demam dan gangguan pernafasan segera berobat.

"Baik ketika masih di Saudi Arabia maupun dalam kurun waktu 2 minggu sesudah kembali ke tanah air," terang DirJen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Jumat (18/4/2014).

Tjandra juga menyampaikan, pihaknya mengeluarkan edaran kewaspadaan ke seluruh kantor kesehatan di pelabuhan dan bandara di seluruh Indonesia. Surat edaran kewaspadaan ini ditujukan kepada Kadinkes Provinsi, RS rujukan, dan pengurus asosiasi perjalanan umroh.

"Juga berkoordinasi dengan pihak Dirjen Haji dan Umroh Kementerian Agama. Dan terus berkoordinasi dengan WHO untuk mengetahui perkembangan situasi epidemiologis dari hari ke hari," tutup Yoga.

Baru-baru ini seorang warga Malaysia DM (54) meninggal dunia karena MERS CoV. Yang bersangkutan meninggal setelah berada di Saudi selama kurang lebih dua minggu. Selama di Saudi almarhum disebut Tjandra melakukan kontak langsung dengan onta dan meminum susu onta. Namun hingga kini belum diketahui persis dari mana sumber penyakit ini.

detik.com

Tuesday, April 15, 2014

Himbauan Pemerintah: Jemaah Umroh Indonesia Waspadai Virus MERS Di Arab Saudi

Himbauan Pemerintah: Jemaah Umroh Indonesia Waspadai Virus MERS Di Arab Saudi
international.sindonews.com
Pemerintah mengimbau para jamaah Umroh asal Indonesia yang hendak menjalankan ibadah ke Arab Saudi supaya waspada terhadap virus menular Corona atau yang dikenal dengan istilah Middle East Respiratory Syndrome (Mers).

Dalam siaran pers KJRI Jeddah kepada detikcom, Rabu (16/4/2014), pemerintah Arab Saudi memang sudah gencar-gencarnya mengingatkan bahayanya virus tersebut. Pemerintah Arab pada hari ini juga sudah mengumumkan sebanyak 8 orang termasuk di antaranya 5 petugas kesehatan di Jeddah positif terjangkit MERS.

Secara keseluruhan, virus yang belum ditemukan penangkalnya ini telah menelan 69 korban meninggal dan menjangkiti 194 orang.

Gejala umum penyakit yang ditimbulkan virus ini adalah seperti flu pada umumnya: demam, batuk yang juga disertai dengan kesulitan bernafas. Meskipun sudah menyebabkan banyak korban tewas dan penelitian terus dilakukan terhadap fenomena penyakit ini, namun belum diketahui pasti bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini. Diduga, penyebarannya sama dengan corona virus lainnya, yaitu:

1. Penularan langsung lewat cairan penderita yang batuk/bersin. 
2. Penularan tidak langsung melalui sentuhan benda-benda yang terkontiminasi virus. 
3. Kontak langsung dengan penderita.

Dengan semakin merebaknya virus Corona MERS di Arab Saudi saat ini, dan berdasarkan himbauan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi, KJRI Jeddah turut menghimbau kepada para WNI di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi maupun yang akan bepergian ke Arab Saudi baik dalam rangka umroh maupun tujuan kunjungan lainnya untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Menjaga kesehatan dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun antiseptic (anti-bacterial), dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala demam, batuk, dan kesulitan bernafas (sesak nafas, atau nafas pendek).

b. Melindungi diri dan orang lain dari penyebaran kuman-kuman dan penyakit yang menyerupai influenza, dengan cara sebagai berikut:

1. Jika timbul sakit dengan gejala penyakit seperti influenza, maka bila memungkinkan tunda bepergian. 

2. Praktekkan etika batuk dan bersin yang baik. Tutup mulut dan hidung dengan tangan untuk mengurangi penyebaran kuman. Jika menggunakan tissue, buanglah sesegera mungkin dan cuci tangan setelahnya, upayakan untuk menghindari kontak dengan orang sakit

3. Kenali gejala-gejala infeksi virus corona, seperti batuk, demam, hidung dan tenggorokan terasa mampat, sesak nafas, dan dalam beberapa kasus, disertai diare. Dalam kasus-kasus yang lebih serius, penderita bisa mengalami komplikasi serius seperti gejala gangguan pernapasan (pneumonia) hebat yang berujung kematian.

4. Gunakanlah selalu masker saat berada tempat-tempat umum dan keramaian, terutama saat melaksanakan ibadah umrah.

5. Bagi calon jamaah umroh yang telah berusia lanjut dan atau memiliki catatan penyakit kronis, serta wanita hamil dan anak-anak yang akan menjalankan ibadah umroh dalam waktu dekat, disarankan untuk menunda pelaksanaan ibadah umrohnya.

detiknews.com

Tuesday, March 4, 2014

Nur Jannah : Gunting Kiswah Kabah Untuk Obati Cucu yang Sakit


Nur Jannah : Gunting Kiswah Kabah Untuk Obati Cucu yang Sakit

www.rimanews.com -
Mungkin Nur Jannah Amin Sadjo tidak pernah menyangka jika perjalanan umrahnya di Tanah Suci Makkah harus mencicipi Penjara Umum Wanita Tan'im. Polisi Masjid Al Haram menangkap perempuan asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ini karena menggunting 2 cm kain penutup Kabah (kiswah).


27 Februari malam lalu, Nur Jannah tengah melakukan salat sunnah di Hijir Ismail. Diam-diam dia menggunting kiswah selebar koin. Tujuannya untuk dibawa ke Indonesia demi kesembuhan sang cucu tercinta yang sudah berusia 4 tahun namun belum juga bisa bicara.


Tak disangka, aksi Nur Jannah diketahui polisi. Dia dibawa ke Kantor Kepolisian Sektor Masjid Al Haram Mekkah. Penyidikan kasus ini dipimpin oleh Kapten Abdul Hakim Al Syarif.


Keesokan harinya, kasus ini sudah dilimpahkan ke Kantor Badan Investigasi dan Penuntut Umum Makkah dengan surat nomor 181382/20/4/7. Kasus tercatat di Kantor Badan lnvestigasi dan Penuntut Umum dengan nomor perkara: 15278.


"Tim KJRI telah menemui penyidik yang menangani kasus tersebut, Nasir AI Utaibi di Kantor Badan lnvestigasi dan Penuntut Umum Makkah dan diperoleh informasi bahwa Nur Jannah telah di BAP satu kali dan BAP kedua dilakukan pada Selasa, (4/3/2014)," tulis Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah, Syarif Shahabudin dalam keterangannya yang disampaikan ke redaksi, Selasa (4/3/2014).


Beruntung kepolisian tidak memperpanjang proses hukum bagi Nur Jannah. Berkat upaya dari KJRI Jeddah juga, Nur Jannah akhirnya bisa keluar dari Penjara Umum Wanita Tan'im Makkah.


"Pada akhirnya pihak penyidik memberikan nasihat kepada Nur Jannah untuk tidak melakukan dan mengulangi perbuatannya karena hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam dan sunnah Rasulullah dan untuk selanjutnya membebaskan Nur Jannah," tegasnya.


Saat ini Nur Jannah sedang berada di KJRI Jeddah. Pihak KJRI tengah mengurus administrasi untuk mengatur kepulangan perempuan kelahiran 21 Januari 1958 ini ke Indonesia, dikutip dari DetikNews.