Sunday, February 23, 2014

Perjalanan Hidup Pendiri WhatsApp Bagian 2

Perjalanan Hidup Pendiri WhatsApp Bagian 2

Ditolak Facebook

Setelah ibunya meninggal di tahun 2000, Koum menjadi yatim piatu. Koum pun merasa kesepian. Beruntung, ia terus didukung oleh Acton. Mereka sudah menjadi sahabat karib.


"Dia sering mengundangku ke rumahnya," kata Koum. Mereka sering melakukan aktivitas bersama-sama.



Bersama sama pula Koum dan Acton menyaksikan jatuh bangun Yahoo, tempat mereka bekerja. Acton sempat pula berinvestasi di perusahaan internet pada tahun 2000-an, namun menuai kegagalan dan rugi besar.



Semasa bekerja di Yahoo, Koum sempat bekerja di proyek iklan dan ia membencinya. "Menangani iklan itu bikin depresi. Anda tidak membuat hidup seseorang menjadi lebih baik dengan iklan," katanya. Mungkin inilah alasan WhatsApp bebas iklan.



September 2007 dengan berbagai pertimbangan, Koum dan Acton sepakat meninggalkan Yahoo. Selama setahun, mereka bersenang senang dan berwisata ke Amerika Selatan.



Kemudian keduanya melamar kerja di Facebook. Sayang sekali, keduanya menerima penolakan. Padahal suatu hari nanti, produk mereka begitu diminati Facebook dan dibeli triliunan rupiah.



Merintis WhatsApp



Pada Januari 2009, Koum membeli iPhone. Ia kemudian menyadari toko aplikasi App Store akan menjadi bisnis yang besar. Mendadak ia punya ide menarik.



Suatu hari, dia ikut berkumpul di kediaman pria bernama Alex Fishman, di mana tiap minggu, komunitas orang Rusia berkumpul di sana. Koum mengobrol soal ide mentahnya mengenai cikal bakal WhatsApp.



"Jan menunjukkan padaku buku alamat kontaknya di telepon. Dia pikir akan keren jika bisa memiliki status di samping nama individu," kata Fishman. Status itu akan menunjukkan apakah individu itu sedang sibuk, baterainya hampir habis atau sedang berada dalam gim. 



Koum kemudian menemukan nama program tersebut, yaitu WhatsApp yang terdengar familiar seperti kalimat whats up.Seminggu kemudian pada 24 Februari 2009, Koum mendirikan perusahaan WhatsApp Inc di California. Aplikasi itu sejatinya belum dibuat, namun dia nekat jalan terus.



Koum menghabiskan waktunya melakukan kode untuk sync aplikasi dengan nomor ponsel di seluruh 

dunia. WhatsApp versi awal pun jadi. Namun demikian, aplikasi itu belum sempurna dan sering crash. Saat peluncurannya, hanya ratusan jumlah download, kebanyakan teman teman Fishman dan Koum sendiri.



Hampir Menyerah

Koum hampir saja berhenti di tengah jalan dan berniat mencari pekerjaan saja. Namun Acton mencegahnya, ia melihat potensi besar WhatsApp. "Kamu idiot jika berhenti sekarang. Berikan waktu beberapa bulan lagi," kata Acton ketika itu.



Koum pun jalan terus meski ragu-ragu. Pertolongan kemudian datang dari Apple yang meluncurkan push notifications di Junia 2009. Fitur ini memodifikasi Koumupdate WhatsApp sehingga setiap kali pengguna mengubah status, otomatis mengabarkan pada setiap orang di jaringan.



"WhatsApp kemudian menjadi instant messaging," kata Fishman. Jan menyadari ia telah menciptakan WhatsApp sebagaiinstant messaging baru dari sebelumnya hanya ditujukan sebagai aplikasi untuk update status di kontak



Saat itu, layanan messaging populer yang menjadi pesaing hanya BlackBerry Messenger (BBM), namun kelemahannya terbatas hanya bisa digunakan di BlackBerry. Koum kemudian merilis WhatsApp 2.0 dengan fitur messaging dan jumlah penggunanya naik menjadi 250 ribu.



Potensi WhatsApp membuat Acton semakin tertarik. Ia berhasil menarik pendanaan dari lima orang mantan karyawan Yahoo senilai USD 250 ribu. Acton pun bergabung secara resmi dan bersama Koum, mereka memiliki saham WhatsApp sampai 60%.



WhatsApp pun kemudian dibuat untuk bermacam platform populer termasuk iPhone, Android dan BlackBerry. Mereka memilih metode aplikasi berbayar dan akhirnya mampu menuai pendapatan USD 5000 per bulan di awal tahun 2010.



Pada Desember 2009, WhatsApp untuk iPhone bisa dipakai untuk mengirim foto. Kemudian semenjak itu, pertumbuhan user WhatsApp tak terbendung. Awal tahun 2011, WhatsApp sudah masuk top 20 aplikasi di App Store Amerika Serikat.



Koum sendiri masih terkesan malu malu dan tak mau mempublikasikan WhatsApp secara berlebihan. "Marketing dan media membuat Anda malah tidak fokus pada produk," kata Koum.



Dibeli Facebook



Kesuksesan luar biasa WhatsApp membuat investor berdatangan ingin berinvestasi. Akhirnya Koum dan Acton memutuskan untuk menerima pendanaan senilai USD 8 juta dari Sequoia. 



Pada bulan Februari 2013, jumlah pengguna WhatsApp sudah tembus 200 juta dan terus tumbuh. Sequia kembali menanam dana USD 50 juta dan membuat WhatsApp bernilai USD 1,5 miliar.



Potensi WhatsApp yang luar bisa membuat Facebook dan Google berebut meminangnya. Akhirnya, para pendiri WhatsApp setuju dibeli Facebook senilai USD 19 miliar. 



Koum pun bisa tertawa lebar. Kerja keras dan hidupnya yang penuh perjuangan sudah berujung kesuksesan berkat WhatsApp. Kekayaan Koum yang memiliki 45% saham WhatsApp diperkirakan melonjak jadi USD 6,8 miliar. 



Kendati sudah dibeli Facebook, Koum berjanji WhatsApp tidak akan banyak berubah. Dan tidak akan dimasuki iklan. "Tiada yang lebih personal dari komunikasi yang Anda lakukan dengan teman dan keluarga, dan menginterupsi hal itu dengan iklan bukan solusi yang tepat," tutur Koum. "Lagipula, aku tumbuh di sebuah dunia yang tak kenal iklan. Tak ada iklan di Uni Soviet yang komunis," imbuhnya. 



Dikutip dari Detik.com





0 komentar:

Post a Comment