Wednesday, February 19, 2014

Berbagai Penyakit Yang Menyerang Anus


INFO : Berbagai Penyakit Yang Menyerang Anus

Meski letaknya di bagian belakang, tak terlihat dan hanya digunakan untuk mengeluarkan limbah dari dalam tubuh manusia, nyatanya anus bukanlah organ yang bisa disepelekan. Justru bila terjadi gangguan pada anus, kondisi kesehatan seseorang bisa terancam.


Agar dapat diantisipasi, setiap orang harus tahu berbagai jenis penyakit yang seringkali kedapatan menyerang anus. Apa sajakah itu?



"Selain wasir atau ambeien, penyakit lain yang dapat menyerang anus antara lain infeksi di sekitar lubang anus, abses, ada nanah nanti di anusnya. Kemudian lama-lama bakteri bikin lobang yang digerogotin dari lubang samping anus sampai lubang anus dan jadilah fistula," ungkap konsultan bedah digestif dan laparoskopi dari RSUP Persahabatan Jakarta dan RS Premier Bintaro, dr Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, M.Kes.,  (19/2/2014).



1. Fisura anus atau yang sering disebut dengan fisura anorektal, adalah robekan pada lapisan lubang anus (anoderm). Fisura kebanyakan terjadi karena tinja yang keras dan menyebabkan luka pada anus ketika Anda buang air besar.


Terkadang, fisura anus juga bisa muncul karena diare yang berkepanjangan, penyakit usus inflamasi atau penyakit menular seksual yang melibatkan daerah anorektal. Fisura anus biasanya berupa luka ringan, tetapi dapat berkembang menjadi kronis jika robekannya semakin panjang hingga mengekspos permukaan otot yang mendasarinya.


2. Abses anus
Abses anus adalah bengkak menyakitkan di dekat anus yang dapat berisi nanah. Kebanyakan abses anus tidak berhubungan dengan masalah kesehatan lainnya dan muncul secara spontan dengan penyebab yang tidak jelas.


Abses ini terbentuk dari kelenjar anal kecil, yang membesar dan menyebabkan infeksi di bawah kulit. Hal ini seringkali terjadi pada orang dewasa yang berusia antara 20 hingga 40 tahun dan lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita. Kebanyakan abses anus terletak dekat dengan pembukaan anus, dekat dengan usus yang dekat dengan anus, atau pinggul.


3. Fistula anal
Fistula anal terbentuk karena sisa abses anus yang telah kering (baik dengan sendirinya atau bantuan dokter) dan menimbulkan terowongan atau semacam lorong yang sempit. Fistula ini menghubungkan bagian tengah dari lubang anus dengan permukaan kulit.


Kadang-kadang pembukaan fistula pada permukaan kulit terus-menerus mengeluarkan nanah atau cairan berdarah. Dalam kasus lain, fistula dapat menutup sementara dan menyebabkan kekambuhan abses anus.


Selain penyakit karena bakteri atau virus, perilaku tertentu juga dapat mempengaruhi risiko seseorang terkena gangguan pada anusnya. Salah satunya adalah perilaku seks tak aman, yaitu seks anal.
Akiibat seks anal, anus akan merasa nyeri dan tidak nyaman. Ini tidak mengherankan mengingat anus tidak dirancang untuk digunakan sebagai media senggama. Berbeda dengan vagina yang bisa melubrikasi atau melicinkan dirinya sendiri maka anus tidak dapat melakukan hal serupa. Akibatnya anus jadi terasa sakit ketika dipaksa dipakai untuk bercinta.


Padahal kurangnya pelumasan pada hubungan seks anal tersebut tak hanya membuat penis lecet tapi juga anus berlendir, sehingga mudah menularkan virus dan bakteri tertentu seperti Escherichia coli (E.coli). Bakteri ini telah lama dikenal dapat mengakibatkan gastroenteritis (infeksi usus yang sangat menular) dari yang ringan sampai parah.


Beberapa strain E.coli (E. coli uropathic) juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, mulai dari cystitis (radang kandung kemih) hingga pielonefritis (infeksi ginjal serius).


Seks anal juga dapat menularkan berbagai penyakit, di antaranya human immunodeficiency virus (HIV), human papilloma virus (HPV) yang dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, hepatitis A dan C, chlamidya, gonorrhea hingga herpes.

0 komentar:

Post a Comment