Wednesday, January 7, 2015

Epub Ramayana Djawa-Kuna Sarga I - XII Teks dan Terjemahan /. Poerbatjaraka Online

Epub Ramayana Djawa-Kuna Sarga I - XII Teks dan Terjemahan /. Poerbatjaraka Online

perpusnas.go.id
Ramayana Djawa-Kuna Sarga I - XII Teks dan Terjemahan Online adalah buku digital   dalam format EPUB dan  FlipBooks yang ditampilkan dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Silahkan Klik gambar bukunya untuk langsung terhubung dengan file onlinenya (digital). Untuk baca ebook lainnya Klik Ebook. PC baca file EPUB dapat Unduh Drivernya dihttp://www.epubread.com/en/.


Untuk Smartphone dapat unduh drivernya di Play Store (UB epub reader).

"naskah Ramayana Djawa-kuna ini terhitung kategori naskah kuno yang diperkirakan ditulis pada masa pemerintahan Raja Dyah Balitung yang memerinlah di Kerajaan Mataram Hindu, Jawa Tengah, dan Jawa Timur kurang lebih pada 820-832 tahun Caka. Berbagai naskah Ramayana dapat kita jumpai dalam khasanah pernaskahan kuno Nusantara, tetapi Ramayana Djawa-kuna ini tidak berinduk kepada Ramayana India karya Walmiki yang berbahasa Sanskerta dan terdapat perbedaan dalam naskahnya.    Naskah ini mengandung ajaran simbol-simbol piwulang pengetahuan dan kebijaksanaan Djawa-kuna seperti sastra jendra, sastra Cetha, dan Asthabrata. Ditulis dalam bahasa Djawa-kuna(Kawi) demikian bagusnya dan lugas. "Belum pernah sepanjang hidup saya, saya membaca naskah Djawa-kuna yang sebagus itu" komentarProf. Dr. KM.Ng. Poerbatjaraka dalam bukunya Kapustakaan Djawi(Jambatan, 1952).....

"Tjerita Ramayana ada lah suatu hasil pekerdjaan di dalam kepustakaan Djawa-kuna, jang sangat dimuliakan oleh bangsa Bali dan bangsa Djawa......

Tjerita Ramayana Djawa-kuna itu, pada umumnja, tjotjok dengan tjerita Ramayana jang berbahasa Sanskreta karangan sang Walmiki, ketjuali pengabisannja. Di dalam Ramayana Djawa-kuna Sang Sita, setelah njata kesutjiannja selama beliau ada di tempat musuh, berkumpul kembali dengan sang Suami, sedang di dalam Ramayana India karya Walmiki beliau itu berpisahan dengan suaminja. Hal ini barangkali perubahan jang disengadja oleh sang pengarang Ramayana Djawa-kuna.

Ramayana Djawa-kuna itu bukan terdjemahan, seperti tjerita Bharata-Yuddha djuga bukan terdjemahan dari buku Mahabarata. Bahkan, terdjemahan jang dipendekkan setjara Adiparwa, Wirataparwa Djawa kuna. dari Mahabharata sadja pun bukan. Sesungguhnja Ramayana Djawa-kuna itu ada lah sair tersendiri, karangan pudjangga Djawa.

Sair Ramayana Djawa-kuna ialah bahwa sair itu -- biar pun membuat sipat-sipat tata bahasa kuna kunaan--Iebil muda dari pada tjerita Adiparwa Djawa kuna,  Arjunawiwaha dan Bharata-Yuddha karangan Mpu Sedah tetapi lebih tua dari pada tjerita Sutasoma dan Bhomakawya.

 ...bangsa Djawa sangat gemar kepada tjerita Rama, tetapi ini lah hanja dari Serat Rama, "terdjemahan" Kiyai Jasadipura jang sudah sangat berubah dari Ramayana Djawa-kuna.

Tentang kebaikan bahasanja, kami belun pernah membatja tjerita Djawa -- dalam arti jang luas -- jang berbahasa begitu bagus dan indah seperti bahasa di dalam Ramayana Djawa-kuna.
......bahwa di dalam bahasa Djawa-kuna itu terdapat kata-kata jang sekarang masih dipakai di dalam bahasa Filipina, Formosa, Madagaskar, Nias, Batak, Dajak, bahasa-bahasa di Sulawesi dll. sedang kata-kata itu di dalam bahasa Djawa atau/ dan Indonesia djaman sekarang sudah tak dipakai lagi; begitu pula bentuk-bentuk kata di dalam bhs. Djk. masih banjak jang terdapat hidup di dalam bahasa-bahasa tersebut di atas."
Sumber:  H. Kern: Verspr..djl. X katja 77 dst. atau Bijdr. djl. 73 (1917); Ramayana Djawa-Kuna Sarga I - XII Teks dan Terjemahan.

Sumber: perpusnas.go.id

0 komentar:

Post a Comment