Wednesday, August 6, 2014

TIPS : 5 Cara Menghindari Gigitan Nyamuk

TIPS :  5 Cara Menghindari Gigitan Nyamuk

majalahkesehatan.com

Siapa yang tahan harus mendengarkan dengungan nyamuk sepanjang malam? Belum lagi gigitan nyamuk yang menimbulkan rasa gatal dan bentol pada kulit. Meskipun rasa gatal dan bentol akibat gigitan nyamuk relatif cepat hilang, namun gigitan nyamuk tertentu juga dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti demam dengue dan malaria.

Saat ingin melawan gigitan nyamuk, lotion antinyamuk atau obat nyamuk semprot sering menjadi pilihan. Namun penggunaan jangka panjang dari bahan-bahan ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Kabar baiknya, ada juga cara-cara yang lebih alami untuk menuntaskan serangan nyamuk dan tentunya lebih sehat.

1. Gunakan minyak esensial lavender
Nyamuk tidak tahan terhadap aroma lavender. Karena itu, mengaplikasikan beberapa oles minyak esensial lavender dapat menjauhkan nyamuk dari Anda. Supaya efeknya terasa di seluruh ruangan, maka teteskan beberapa minyak esensial pada selembar kain kemudian gantungkan kain tersebut pada jendela.

2. Tanam tanaman antinyamuk
Banyak tanaman yang secara alami mampu menolak nyamuk. Bila memiliki taman, maka Anda dapat menanam tanaman antinyamuk seperti serai, basil, lavender, peppermint, atau rosemary di sana.

3. Singkirkan air yang tergenang
Nyamuk sangat tertarik pada air yang tergenang karena mereka cenderung untuk menanam telur mereka di sana. Air tergenang tidak hanya pada benda-benda bekas, tetapi juga pada vas bunga, dispenser, wadah minum hewan peliharaan, ataupun bak mandi. Maka pastikan untuk selalu menutup tempat penampungan air.

4. Gunakan pakaian warna terang
Nyamuk tertarik dengan warna gelap karena mereka secara alami akan menganggapnya seperti kulit hewan. Dengan memakai pakaian warna terang, nyamuk cenderung menolak untuk mendekat.

5. Hindari parfum beraroma bunga
Nektar dari bunga selalu menarik bagi nyamuk. Sehingga jika memakai parfum beraroma bunga, nyamuk akan lebih menyukai untuk berada di sekitar Anda.

Sumber berita Kompas.com

0 komentar:

Post a Comment